Doa Terbebas Dari Hutang adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam ilmiah dengan pembahasan kitab Al-Adabul Mufrad. Pembahasan ini disampaikan oleh Ustadz Dr. Syafiq Riza Basalamah, M.A. pada Senin, 27 Dzulhijjah 1441 H / 17 Agustus 2020 M.
Kajian sebelumnya: Doa Memperbaiki Diri, Agama dan Dunia
Ceramah Agama Islam Tentang Doa Terbebas Dari Hutang
Hadits 672
Al-Makki menceritakan kepada kami, ia berkata: ‘Abdullah bin Sa’id bin Abi Hind menceritakan kepada kami dari ‘Amr bin Abi ‘Amr: Dari Anas, ia berkata: “Aku mendengar Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mengucapkan:
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ، وَالْعَجْزِ وَالْكَسَلِ،وَالْجُبْنِ وَالْبُخْلِ، وَضَلَعِ الدَّيْنِ، وَغَلَبَةِ الرِّجَالِ
“Ya Allah aku berlindung kepadaMu dari kekhawatiran dengan sesuatu yang belum terjadi, ketakutan dengan yang sudah terjadi, kelemahan dan kemalasan, rasa takut dan bakhil, lilitan hutang dan penindasan penguasa.”
Berlindung dari kekhawatiran dan ketakutan
Jadi memang ada orang-orang yang kepikiran dan trauma dengan apa yang pernah terjadi atau yang belum terjadi yang membuat hidup seseorang kadangkala sampai putus asa. Maka ingat, obatnya masa lalu adalah tidak perlu dipikirkan, katakan قَدَّرَ اللَّهُ وَمَا شَاءَ فَعَلَ qaddarallaahu wa maa syaa-a fa’ala, katakan itu sudah takdir Allah dan Allah berbuat apa yang Dia kehendaki.
Sebagian orang tetap kepikiran, ada yang sampai kurus karena trauma. Padahal apakah kalau engkau memikirkan masa lalu, engkau dapat merubah masa lalumu? Kegagalan yang pernah dialami, kecelakaan yang pernah menimpamu yang sudah berlalu, kematian orang-orang yang kau sayangi, apakah kesedihanmu dengan perginya mereka akan membuat mereka bisa kembali lagi?
Jadi biarkah masa lalu. Orang yang berakal tidak akan tenggelam dalam kesedihan dengan sesuatu yang sudah terjadi. Dia tahu karena hal itu tidak bermanfaat untuknya. Malah akan membuat dia menjadi lemah. Maka Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam berlindung dengan hal ini.
Secara logika, ada apa kita memikirkan masa lalu sehingga kita menjadi stres atau memikirkan yang akan datang sehingga kita kebingungan? Tapi karena itu menimpa dan itu salah satu bentuk adzab Allah sebagai penghapus dosa, maka kita berlindung kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, semoga kita tidak tertimpa dengan hal tersebut.
Kelemahan dan kemalasan
Subhanallah, ana membaca beberapa tulisan tentang tercelanya sifat malas ini dan ketidakmampuan. Disebutkan bahwasanya kelemahan itu adalah ketika seseorang memiliki keinginan untuk berbuat tapi tidak mempunyai kemampuan. Adapun kemalasan adalah seseorang mempunyai kemampuan tapi tidak punya keinginan. Perbuatan yang terjadi itu sebenarnya ketika berkumpulnya dua hal, yaitu kemampuan dan keinginan. Jadi orang yang memiliki keinginan kuat, maka dia telah keluar dari kerangkeng kemalasan dan orang yang punya kemampuan maka dia keluar dari penjara kelemahan.
Kalau kita punya kawat yang memiliki dua sifat ini, kau cuci tangan dari dia, jangan berkawan dengan dua jenis manusia ini: malas dan tidak mampu, tidak bisa diajak untuk sukses, untuk capek, kerjanya hanya duduk-duduk, main bola, main game, ngobrol, makan, kuliner. Orang yang malas akan membuatmu kehilangan kesempatan-kesempatan dan peluang-peluang yang indah dalam kehidupan ini. Orang yang biasa dengan kemalasan, biasa tidur habis subuh, maka dia akan condong kepada kesantaian dalam kehidupannya ini, karena dia maunya santai.