Khutbah Jumat Tentang Cara Menghadapi Kezaliman Pemimpin ini merupakan rekaman khutbah Jum’at yang disampaikan oleh Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc. di Masjid Al-Barkah, Komplek Rodja, Kp. Tengah, Cileungsi, Bogor, pada Jum’at, 12 Shafar 1441 H / 11 Oktober 2019 H.
Khutbah Pertama – Khutbah Jumat Tentang Cara Menghadapi Kezaliman Pemimpin
إنَّ الـحَمْدَ لِلّهِ نَـحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، أَشْهَدُ أَن لاَّ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُـحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُه
قال الله تعالى فى كتابه الكريم، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
وقال تعالى، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا
يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا
أَمَّا بَعْدُ، فإِنَّ أَصَدَقَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللَّهِ، وَأَحْسَنَ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَشَرَّ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا، وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ، وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلالَةٌ ، وَكُلَّ ضَلالَةٍ فِي النَّارِ
Ummatal Islam,
Diantara pokok-pokok aqidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah yaitu bersabar menghadapi kezaliman pemimpin. Dan itu ditunjukkan oleh hadits-hadits yang banyak. Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda dalam hadits yang dikeluarkan oleh Bukhari dan Muslim:
مَنْ رَأَى مِنْ أَمِيرِه شَيْئًا يَكْرَهُهُ فَلْيَصْبِرْ
“Siapa yang melihat dari pemimpinnya sesuatu yang ia tidak suka, hendaklah ia bersabar.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Imam Bukhari dan Muslim juga meriwayatkan, Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:
سَتَلْقَوْنَ بَعْدِي أَثَرَةً ، فَاصْبِرُوا حَتَّى تَلْقَوْنِي عَلَى الْحَوْضِ
“Kalian nanti akan menemukan setelahku pemimpin-pemimpin yang lebih mementingkan dirinya daripada rakyatnya, bersabarlah sampai kalian berjumpa denganku di telaga haudh.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Bahkan Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mengabarkan akan munculnya pemimpin-pemimpin yang jahat lagi zalim. Dalam hadits riwayat Muslim Nabi bersabda:
يَكُونُ بَعْدِي أَئِمَّةٌ لاَ يَهْتَدُونَ بِهُدَايَ ، وَلاَ يَسْتَنُّونَ بِسُنَّتِي
“Akan ada setelahku nanti pemimpin-pemimpin yang mengambil petunjuk selain petunjukku dan mengambil sunnah selain sunnahku.”
Artinya mereka membuat undang-undang sendiri.
Lalu beliau bersabda:
وَسَيَقُومُ فِيهِمْ رِجَالٌ قُلُوبُهُمْ قُلُوبُ الشَّيَاطِينِ فِي جُثْمَانِ إِنْسٍ
“Nanti akan ada pemimpin-pemimpin, hati mereka hati setan dalam badan manusia.”
Bayangkan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mensifati pemimpin tersebut hatinya hati setan dalam tubuh manusia (saking jahatnya pemimpin itu). Apa kata Rasulullah ketika ditanya oleh seorang sahabat, “Wahai Rasulullah, Apa yang engkau perintahkan kepada kami?” Kata Rasulullah:
تَسْمَعُ وَتُطِيعُ لِلأَمِيرِ، وَإِنْ ضُرِبَ ظَهْرُكَ ، وَأُخِذَ مَالُكَ
“Dengarkan dan taatlah walaupun punggungmu dipukul dan hartamu diambil.”
Dalam riwayat atsar Suwaid bin Ghafalah bahwasannya Umar bin Khattab Radhiyallahu ‘Anhu berkata kepada Suwaid bin Ghafalah:
إن أُمِّر عليك عبد حبشي مجدع فاسمع له وأطع، وإن ضربك فاصبر، وإن حرمك فاصبر
“Apabila kamu diberikan pemimpin orang Ethiopia yang hidung dan telinganya putus, sabarlah. Jika ia memukulmu, sabarlah.