Nasihat Rasulullah Kepada Muadz bin Jabal merupakan bagian dari kajian Islam ilmiah Nasihat-Nasihat Para Sahabat yang disampaikan oleh Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc. pada 11 Muharram 1441 H / 11 September 2019 M.
Kajian Tentang Nasihat Rasulullah Kepada Muadz bin Jabal
Kita masuk hadits selanjutnya dari nasihat-nasihat dan mauidzah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Muadz bin Jabal berkata:
كنتُ معَ النَّبيِّ صلَّى اللَّهُ علَيهِ وسلَّمَ في سفَرٍ ، فأصبَحتُ يومًا قريبًا منهُ ونحنُ نَسيرُ
“Aku pernah bersama Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam di dalam perjalanan, dan di waktu pagi suatu hari aku dekat dengan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dan waktu itu kami sedang berjalan.”
فقلتُ : يا رسولَ اللَّهِ أخبرني بعمَلٍ يُدخِلُني الجنَّةَ ويباعِدُني من النَّارِ
“Lalu aku berkata, ‘Wahai Rasulullah, kabarkan kepadaku dengan amal yang bisa memasukkan aku ke surga dan menjauhkan aku dari api neraka.'”
قالَ : لقد سألتَني عَن عظيمٍ ، وإنَّهُ ليسيرٌ على من يسَّرَهُ اللَّهُ علَيهِ ، تعبدُ اللَّهَ ولا تشرِكْ بِهِ شيئًا ، وتُقيمُ الصَّلاةَ ، وتُؤتي الزَّكاةَ ، وتصومُ رمضانَ ، وتحجُّ البيتَ ،
“Maka Nabi bersabda, ‘Sungguh kamu telah bertanya kepadaku tentang perkara yang besar. Dan sesungguhnya ia mudah atas orang-orang yang Allah berikan kemudahan padanya. Yaitu kamu hendaklah beribadah kepada Allah dan jangan sekutukan Allah sedikitpun juga. Dan kamu mendirikan shalat, membayar zakat, berpuasa Ramadhan dan haji ke Baitullah.'”
Kemudian Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:
ألا أدلُّكَ على أبوابِ الخيرِ : الصَّومُ جُنَّةٌ ، والصَّدَقةُ تُطفي الخطيئةَ كما يُطفئُ الماءُ النَّارَ ، وصلاةُ الرَّجلِ من جوفِ اللَّيلِ
“Maukah aku tunjukkan kamu kepada pintu-pintu kebaikan: Puasa atau shaum adalah perisai, dan sedekah bisa memadamkan dosa sebagaimana air bisa memadamkan api, dan shalatnya seseorang di tengah malam.”
Kemudian Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam membacakan surat As-Sajadah ayat 16-17, Allah Ta’ala berfirman:
تَتَجَافَىٰ جُنُوبُهُمْ عَنِ الْمَضَاجِعِ يَدْعُونَ رَبَّهُمْ خَوْفًا وَطَمَعًا وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنفِقُونَ ﴿١٦﴾ فَلَا تَعْلَمُ نَفْسٌ مَّا أُخْفِيَ لَهُم مِّن قُرَّةِ أَعْيُنٍ جَزَاءً بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ ﴿١٧﴾
“Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya dan mereka senantiasa menyeru Rabb mereka dengan penuh rasa takut dan rasa harap, dan dari sebagian apa yang telah kami berikan rejeki kepada mereka, mereka menginfakkannya. Jiwa tidak mengatahui apa yang disembunyikan untuk mereka dari kesejukan pandangan sebagai balasan terhadap perbuatan mereka.” (QS. As-Sajdah[32]: 16-17)
Kemudian Rasulullah bersabda:
ألا أخبرُكَ بِرَأسِ الأَمرِ كلِّهِ وعمودِهِ ، وذِروةِ سَنامِهِ ؟
“Maukah aku beritahukan kepada kamu kepala perkara seluruhnya, tiangnya dan puncak punuknya?”
Muadz bin Jabal berkata:
بلى يا رسولَ اللَّهِ
“Mau Ya Rasulullah.”
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:
رأسُ الأمرِ الإسلامُ ، وعمودُهُ الصَّلاةُ ، وذروةُ سَنامِهِ الجِهادُ ،
“Kepala urusan itu Islam, tiangnya adalah shalat, dan puncak punuknya adalah berjihad.”
Kemudian Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam kembali bersabda:
ألا أخبرُكَ بملاكِ ذلِكَ كلِّهِ ؟
“Maukah aku beritahu kamu kunci seluruhnya itu?”
Ini adalah kunci yang telah disebutkan tadi dari awal berupa jalan menuju surga, demikian pula pintu-pintu kebaikan, demikian pula kepala segala urusan, tiang dan puncaknya. Nabi ingin memberitahu kepada Muadz bin Jabal tentang kunci semua itu.