Aqidah Shahihah Sumber Berbagai Macam Anugerah merupakan rekaman ceramah agama dan kajian Islam ilmiah yang disampaikan oleh: Ustadz Abu Haidar As-Sundawy dalam pembahasan Kitab Al-Irsyad Ila Shahihil I’tiqad karya Syaikh Shalih Fauzan hafidzahullah. Kajian ini disampaikan pada 14 Dzul Qa’idah 1439 H / 27 Juli 2018 M.
Kajian Tentang Aqidah Shahihah Sumber Berbagai Macam Anugerah – Kitab Al-Irsyad Ila Shahihil I’tiqad
Aqidah Islamiyyah adalah intisari ajaran para Rasul, intisari dari kitab-kitab yang Allah turunkan kepada para NabiNya. Dan itulah yang Allah wajibkan kepada seluruh makhluk baik jin ataupun manusia. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ ﴿٥٦﴾ مَا أُرِيدُ مِنْهُم مِّن رِّزْقٍ وَمَا أُرِيدُ أَن يُطْعِمُونِ ﴿٥٧﴾
“Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku. Aku tidak menghendaki rezeki sedikitpun dari mereka dan Aku tidak menghendaki supaya mereka memberi-Ku makan. ” (QS. Adz-Dzariyat[51]: 57)
Allah juga berfirman:
وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ …
“Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia…” (QS. Al-Isra'[17]: 23)
Inilah misi yang diemban oleh seluruh Nabi dan Rasul. Sebagaimana firman Allah:
وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِي كُلِّ أُمَّةٍ رَّسُولًا أَنِ اعْبُدُوا اللَّـهَ وَاجْتَنِبُوا الطَّاغُوتَ ۖ …
“Dan sungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): “Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut itu”, ” (QS. An-Nahl[16]: 36)
Makna thaghut adalah segala sesuatu yang diibadahi selain Allah dan dia ridho diibadahi oleh makhluk lain. Adapun makhluk yang disembah oleh makhluk lain tapi dia tidak ridho, maka dia bukan thaghut.
Allah menyatakan bahwa seluruh Rasul yang diutus oleh Allah menyerukan sembahlah Allah dan jauhi sesembahan lain selain Allah subhanahu wa ta’ala. Orang yang seperti demikian, Allah menyebut mereka sebagai orang yang sudah berpegang teguh kepada kalimat tauhid لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ. Allah menyatakan:
…فَمَن يَكْفُرْ بِالطَّاغُوتِ وَيُؤْمِن بِاللَّـهِ فَقَدِ اسْتَمْسَكَ بِالْعُرْوَةِ الْوُثْقَىٰ لَا انفِصَامَ لَهَا ۗ …
“…Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus…” (QS. Al-Baqarah[2]: 256)
Siapa yang melepaskan diri dari aqidah ini, berarti dia berarti berpegang teguh kepada sesuatu yang batil. Sebab tidak ada lawan bagi kebenaran kecuali kebatilan. Segala yang disembah selain Allah adalah batil. Satu-satunya sesembahan yang haq adalah Allah. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:
ذَٰلِكَ بِأَنَّ اللَّـهَ هُوَ الْحَقُّ وَأَنَّ مَا يَدْعُونَ مِن دُونِهِ هُوَ الْبَاطِلُ وَأَنَّ اللَّـهَ هُوَ الْعَلِيُّ الْكَبِيرُ ﴿٦٢﴾
“(Kuasa Allah) yang demikian itu, adalah karena sesungguhnya Allah, Dialah (Tuhan) Yang Haq dan sesungguhnya apa saja yang mereka seru selain dari Allah, itulah yang batil, dan sesungguhnya Allah, Dialah Yang Maha Tinggi lagi Maha Besar.” (QS. Al-Hajj[22]: 62)
Itulah tujuan hidup dan tujuan utama diciptakan jin dan manusia. Yaitu untuk mengaplikasikan tauhid, mewujudkan aqidah shahihah.
Apa itu Aqidah?
Aqidah adalah apa yang diyakini oleh manusia. Dan dia beragama diatas keyakinan itu. Inilah makna aqidah secara umum. Kalau aqidah, keyakinan, konsep hidup tersebut sesuai dengan inti dari ajaran yang ...