Nasihat Jiwa Yang Tertimpa Musibah adalah Tabligh Akbar yang disampaikan oleh Ustadz Yazid Abdul Qadir Jawas. Tabligh akbar bersama Ustadz Yazid Abdul Qadir Jawas ini diselenggarakan di Lapangan Umum Desa Sembalun Kec. Sembalun, Kabupaten Lombok Timur pada Jum’at, 18 Muharrom 1440 H / 28 September 2018.
Ceramah Agama Tentang Nasihat Jiwa Yang Tertimpa Musibah – Tabligh Akbar
Kita bersyukur kepada Allah subhanahu wa ta’ala, meskipun terjadi bencana gempa, tapi tetap sebagai seorang mukmin dan mukminah wajib untuk bersyukur atas semua nikmat yang Allah karuniakan kepada kita. Antara musibah dengan nikmat, yang terbanyak adalah nikmat. Musibah hanya untuk beberapa saat saja. Tapi nikmat, dari mulai kita lahir sampai kita dewasa sampai kita meninggal dunia, itu merupakan nikmat yang luar biasa dari Allah subhanahu wa ta’ala. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:
…وَإِن تَعُدُّوا نِعْمَتَ اللَّـهِ لَا تُحْصُوهَا ۗ إِنَّ الْإِنسَانَ لَظَلُومٌ كَفَّارٌ ﴿٣٤﴾
“…Dan jika kamu menghitung nikmat-nikmat Allah, kalian tidak akan dapat menghitungnya. Sesungguhnya manusia itu, sangat zalim dan sangat mengingkari (nikmat Allah).” (QS. Ibrahim[14]: 34)
Allah menyebutkan dalam ayat ini, bahwa nikmat Allah sangatlah banyak. Kalau kita mau menghitung nikmat Allah, tidak bisa dihingga. Dari mulai kita lahir, Allah berikan pendengaran, penglihatan, hati, akal, menghirup udara, kita bisa makan, kita bisa minum dan segala macam nikmat yang tidak bisa kita hitung. Dan apa yang kita peroleh dari mulai kita lahir sampai kita meninggal dunia, semua datangnya dari Allah subhanahu wa ta’ala.
Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:
وَمَا بِكُم مِّن نِّعْمَةٍ فَمِنَ اللَّـهِ ۖ …
“Dan apa saja nikmat yang ada pada kamu, maka dari Allah-lah (datangnya)”. (QS. An-Nahl[16]: 53)
Yang perlu diingat, Allah menyebutkan dalam surat Ibrahim ayat ke-34 bahwa manusia sangat-sangat dzalim dan sangat kufur. Kalau kita lihat, banyak manusia yang dzalim kepada Allah. Diantara bentuk kedzaliman manusia adalah sebagai berikut:
Kedzaliman Manusia
Pertama, manusia tidak beribadah kepada Allah dengan sebenar-benarnya ibadah kepada Allah. Mereka berbuat syirik kepada Allah, mereka memalingkan ibadah kepada selain Allah. Padahal Allah yang menciptakan mereka. Allah yang memberikan rezeki kepada mereka. Ini adalah kedzaliman.
Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:
…يَا بُنَيَّ لَا تُشْرِكْ بِاللَّـهِ ۖ إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ ﴿١٣﴾
“…Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar” (QS. Luqman[31]: 13)
Di muka bumi ini tidak ada kedzaliman yang paling besar melainkan syirik. Banyak sekali manusia yang berbuat dzalim kepada Allah subhanahu wa ta’ala dengan beribadah kepada selain Allah.
Kedzaliman yang kedua adalah manusia mendzalimi dirinya sendiri dengan banyak berbuat dosa dan maksiat kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Sampai ada seorang ulama salaf mengatakan, “kalau seandainya dosa berbau, tidak akan ada orang yang ingin dekat dengan kita.” Karena banyaknya dosa kita. Yang paling besar adalah syirik, belum lagi durhaka kepada orang tua, minum khamr, berjudi, berzina, makan riba, dan yang lain sebagainya.
Akibat dosa sangatlah besar, diantaranya Allah turunkan adzab, musibah, dengan sebab dosa-dosa manusia. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman: