Radio Seila FM

Radio Seila FM

By Seila fm BatamReligion & SpiritualityIslam
Download on the App Store

Radio Seila FM episodes

  • Kisah Heroisme Sahabat Nabi Ketika Hijrah

    Subhanallah, sayyidina Abu Bakar Ash-Shiddiq menangis karena bahagia menemani Nabi Muhammad ﷺ berjalan ke Madinah yang menjadi buronan orang-orang musyrikin Makkah. Sementara itu, sayyidina Ali tidur di tempat tidur Nabi padahal ia tahu bahwa beliau adalah target pembunuhan. Cinta macam apakah yang mereka tunjukkan ini? Ini adalah hasrat yang besar untuk membela agama yang dibawa oleh Rasulullah ﷺ.


    10 min
  • Hijrah Politik Menuju Kesejahteraan Sosial

    “Tajuk Rasil”

    Kamis, 2 Muharram 1445 H/ 20 Juli 2023


    Hijrah Politik Menuju Kesejahteraan Sosial

    Oleh: Dr. H. Heri Solehudin Atmawidjaja, Pemerhati Sosial Politik

    .......................

    Pada tahun politik ini makna hijrah yang selalu dinisbahkan pada kebangkitan umat Islam patut kita jadikan landasan perjuangan bersama, semangat dan ruh perubahan dan perbaikan yang tercermin dalam peristiwa Madinah dapat menjadi ruh perjuangan bangsa kedepan. Mengingat bahwa dalam kurun beberapa tahun terakhir ini bangsa ini telah mengalami disorientasi, salah arah dan salah kelola, maka sudah saatnya di tahun politik ini kita melakukan hijrah politik menuju perubahan yang lebih baik.


    Bangsa kita saat ini dihadapkan pada dua pilihan yang ada, antara bertahan dalam kondisi seperti yang kita rasakan sekarang yaitu bertahan dalam kejumudan politik. Atau memilih jalan berhijrah politik menapaki rute jalan baru menyongsong perubahan dan perbaikan. Meskipun seringkali terasa terjal dan berliku, akan tetapi dua jalan politik yang terbentang di hadapan bangsa kita saat ini, jika bangsa ini menghendaki perbaikan nasib kedepan maka rute terjal dan berliku itupun harus kita perjuangkan bersama.


    Akan tetapi, jika kita merasa bahwa hari ini dan nasib bangsa kedepan sudah berada pada jalur yang benar maka perubahan bukan suatu harapan dan kita menempatkan diri kita menjadi masyarakat bangsa yang terjebak dalam kejumudan tanpa memiliki kepedulian terhadap masa depan bangsa dan anak cucu kita di masa-masa yang akan datang. Semoga kita terbebas dari sifat-sifat jumud.


    Wallahu’alam Bishshowwab

    7 min
  • Penguatan Ukhuwah Dengan Kalender Hijriah

    “Tajuk Rasil”

    Rabu, 1 Muharram 1445 H/ 19 Juli 2023


    Penguatan Ukhuwah Dengan Kalender Hijriah

    Artikel hidayatullah.com, Oleh: Choirunisa Karina


    Apakah Anda pernah bertanya-tanya tentang bagaimana awal mula munculnya kalender hijriah? Atau bagaimana bulan-bulan pada kalender tersebut diturunkan serta mengapa urutannya disusun seperti sekarang? Tahukah Anda bahwa ternyata ada alasan di balik semua itu; yaitu untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah?


    Sejarah kalender hijriah memiliki peran penting dalam mengikat umat Islam di seluruh dunia dalam satu kesatuan. Seperti adzan yang dipilih sebagai panggilan bagi kaum Muslimin untuk shalat, penentuan penanggalan hijriah juga melalui proses yang teliti. Para Sahabat Radhiyallahu ‘Anhum juga mempelajarinya dengan seksama, tertarik dengan cara yang dilakukan oleh bangsa lain.


    Beberapa Sahabat menyarankan penggunaan kalender Romawi, namun gagasan ini ditolak karena beberapa alasan. Diantaranya hari-harinya terlalu panjang bahkan diisi dengan perayaan khusus di negara-negara tertentu. Kemudian, beberapa orang menyarankan penggunaan kalender Persia. Namun, gagasan ini sekali lagi ditolak karena setiap kali seorang raja Persia baru naik takhta, penanggalan mereka yang sebelumnya digunakan akan dihapuskan.


    Oleh karena itu, sayyidina ‘Umar Ibn al-Khattab Radiyallahu Anhu memutuskan untuk menjadikan Hijrah Nabi Shallallahu Alaihi Wassalaam sebagai dasar penanggalan Islam. Dengan demikian, khalifah Umar menjadi orang pertama yang menyusun kalender hijriah.

    7 min
  • Pentingnya Memaknai Hijrah

    “Tajuk Rasil”

    Selasa, 30 Zulhijjah 1444 H/ 18 Juli 2023


    Pentingnya Memaknai Hijrah


    Kehadiran tahun baru Islam merupakan momentum yang selalu melekat dihati umat Islam untuk mengambil hikmah dari peristiwa hijrah Rasulullahﷺ dengan para sahabatnya. Dengan semangat hijrah tentu bagi kaum muslimin bukan hanya sekadar ritual, seremonial dari pergantian waktu, tetapi memiliki semangat kesejarahan dan keagaaman yang luhur dan utama dalam meningkatkan ketaatan kepada Allah SWT dan Rasul-Nya.


    Bulan Muharram bagi umat Islam dipahami sebagai bulan Hijarahnya Nabi Muhammadﷺ dari Makkah ke Madinah, yang sebelumnya bernama “Yastrib”. Meskipun dalam hal ini kejadian hijrah Rasulullahﷺ tersebut terjadi pada malam 27 Shafar dan sampai di Yastrib pada tanggal 12 Rabiul awwal, tahun ke 14 ‘ammul ba’tsi. Adapun pemahaman bulan Muharram sebagai bulan hijrah Nabi, karena bulan Muharram adalah bulan yang pertama dalam kalender Qomariyah yang oleh khalifah Umar bin Khattab, dijadikan kalender bagi umat Islam dengan diberi nama Tahun Hijrah.


    Sehubungan dengan bulan Muharram yang menjadi bulan awal dalam pergantian tahun, kita umat Islam diingatkan kembali tentang peristiwa hijrah Rasulullahﷺ khususnya dari al-Makkah al-Mukarramah ke al-Madidah al-Munawwarah. Yang perlu kita ingat, bukan hanya sejarahnya atau kapan peristiwa hijrah itu terjadi, namun yang penting atau perlu kita ingat adalah makna atau hikmah dari hijrah Rasulullahﷺ.

    8 min
  • Pidato Kebangsaan vs Doa Kebangsaan

    “Tajuk Rasil”

    Senin, 29 Zulhijjah 1444 H/ 17 Juli 2023


    Pidato Kebangsaan vs Doa Kebangsaan

    Oleh: Imam Shamsi Ali, Presiden Nusantara Foundation


    Ahad, 16 Juli, Partai Nasdem melangsungkan perhelatan akbar Apel Siaga untuk perubahan dan persatuan di Jakarta. Acara yang sangat meriah. Konon kabarnya dihadiri sekitar 250 ribu kader dari berbagai penjuru tanah air. Selain pembesar-pembesar Partai Nasdem, termasuk Ketua Umum Surya Paloh, juga hadir Ketua Umum Partai Demokrat AYH dan Presiden PKS Ahmad Syaikhu.


    Tentu yang tidak kalau pentingnya untuk dicatat adalah kehadiran calon Presiden Koalisi tiga partai Nasdem, PKS dan Demokrat, Anies Rasyid Baswedan. Dan yang ingin juga saya catat kali ini adakah kehadiran Isteri Ketum Nasdem mendampingi dan mensupport perjuangan suami tercinta. Hampir belum pernah saya lihat tampil di publik selama ini. Saya sangat salut dengan berbagai acara yang ditampilkan. Acara yang dipersiapkan matang dan dihadiri massa yang besar itu berlangsung dalam waktu yang tidak terlalu lama. Dibandingkan misalnya dengan apel siaga partai-parati lainnya yang pernah diadakan.


    Hal lain yang terantisipasi secara baik adalah pemilihan waktu yang tepat. Ketepatan waktu yang saya maksud adalah karena nampak mempertimbangkan dua waktu Sholat; Asar dan Magrib. Dimulai setelah Asar dan selesai menjelang Magrib. Juga pada masa itu matahari tidak lagi terlalu terik. Sehingga lebih kondusif bagi peserta apel di tengah lapangan.

    9 min
  • Kegalauan Para Sahabat Nabi yang Miskin

    “Tajuk Rasil”

    Jumat, 26 Zulhijjah 1444 H/ 14 Juli 2023


    Kegalauan Para Sahabat Nabi yang Miskin

    Artikel khazanah Republika


    Pada suatu hari, serombongan fakir miskin dari golongan Muhajirin datang mengeluh kepada Rasulullahﷺ. “Ya Rasulullah," kata seorang dari mereka, "Orang-orang kaya telah memborong semua pahala hingga tingkatan yang paling tinggi sekalipun.” Rasulullah pun bertanya, "Mengapa kalian mengira demikian?"


    Perwakilan mereka menjawab, "Orang-orang Mukmin yang kaya mendirikan shalat, sebagaimana kami melakukan shalat. Mereka berpuasa, seperti halnya kami pun berpuasa. Namun, tatkala mereka bersedekah, kami tidak kuasa melakukan amalan yang sama seperti mereka. Mereka memerdekakan budak, sedangkan kami tidak memiliki kemampuan untuk melakukan itu."


    Setelah mendengar keluhan kelompok Mukmin yang fakir tadi, Rasulullahﷺ tersenyum lantas berusaha menghibur mereka. Guna membesarkan hati para sahabatnya ini, beliau bersabda, "Wahai sahabatku, sukakah aku ajarkan kepadamu amal perbuatan yang dapat mengejar mereka dan tidak seorang pun yang lebih utama dari kamu kecuali yang berbuat seperti perbuatanmu?" Dengan sangat antusias, mereka pun menjawab serentak, "Tentu, ya Rasulullah."


    Kemudian, Nabi Muhammadﷺ bersabda, "Bacalah 'subhanallah', 'Allahu akbar', dan 'alhamdulillah' setiap selesai shalat masing-masing 33 kali." Setelah menerima wasiat Rasulullah, mereka pun pulang untuk mengamalkannya. Tak lama berselang, setelah beberapa hari berlalu, para fakir miskin itu kembali menyampaikan keluhannya kepada Rasulullahﷺ. "Ya Rasulullah, saudara-saudara kami orang kaya itu mendengar perbuatan kami, lalu mereka serentak berbuat sebagaimana perbuatan kami." Maka, Nabi bersabda, "Itulah karunia Allah SWT yang diberikan kepada siapa saja yang Ia kehendaki."


    Sabda itu merupakan petikan dari Alquran surah An-Nur ayat 38. Artinya sebagai berikut, "(Mereka melakukan itu) agar Allah memberi balasan kepada mereka dengan yang lebih baik daripada apa yang telah mereka kerjakan, dan agar Dia menambah karunia-Nya kepada mereka. Dan Allah memberi rezeki kepada siapa saja yang Dia kehendaki tanpa batas."

    8 min
  • Rusaknya Integritas KPK, Inikah Hasil dari Produk TWK?
    Dengan segudang kasus yang menimpa KPK era hasil dari Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) ini, patut diduga bahwa Firli cs memang sengaja menyingkirkan penyidik maupun pegawai yang justru memiliki integritas dan rekam jejak. Padahal, Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), Bima Haria Wibisana, menekankan metode TWK yang diterapkan dalam seleksi pegawai KPK ini berbeda dengan TWK yang dilakukan bagi CPNS. TWK bagi pegawai KPK dilakukan terhadap mereka yang sudah menduduki jabatan senior, seperti Deputi, Direktur/Kepala Biro, Kepala Bagian, Penyidik Utama sehingga diperlukan jenis tes berbeda, yang dapat mengukur tingkat keyakinan dan keterlibatan mereka dalam proses berbangsa dan bernegara. Adapun 3 aspek yang diukur dalam TWK ini, yaitu integritas, netralitas ASN, dan anti radikalisme.
    Namun, TWK justru membuat pegawai KPK seperti Novel Baswedan, Harun Al Rasyid hingga Yudi Purnomo tersingkir. Novel bahkan kehilangan satu matanya saat masih menjabat sebagai kasatgas penyidik. Matanya disiram air keras ketika sedang menangani kasus besar. Kala itu, pegawai KPK memang dikenal 'bandel' karena sulit diajak kompromi. Apalagi, status pegawai KPK juga saat itu belum menjadi aparatur sipil negara.
    Kini, lewat UU No 19 Tahun 2019 Pasal 24, pegawai KPK menjadi sama dengan ASN pada umumnya. Pungli berjamaah di rutan KPK merupakan pemandangan yang biasa terjadi di lembaga penegak hukum lainnya. Gaya hidup mewah layaknya pejabat negara pun kerap ditampilkan oleh pimpinan KPK. Firli misalnya, di awal kepemimpinan mendapat sanksi etik karena naik helikopter saat kunjungan ke Sumatra Selatan. KPK bahkan beberapa kali dikritik eks pegawai mereka karena menggelar rapat di hotel-hotel mewah. Semua hal tersebut tak pernah terjadi sebelum Firli menjabat, yang bahkan memperpanjang masa jabatannya sendiri. Lalu, inikah hasil dari produk TWK?
    8 min
  • Proxy War LGBTQ
    “Tajuk Rasil”
    Rabu, 24 Zulhijjah 1444 H/ 11 Juli 2023
    *Proxy War LGBTQ*
    Akhir-akhir ini kaum LGBTQ semakin terbuka dan berani dalam melaksanakan kegiatannya di hadapan publik, termasuk di Indonesia. Bahkan, kabarnya komunitas lesbian, gay, biseksual, transgender dan queer se-ASEAN itu akan melakukan kumpul bareng di Jakarta pada 17-21 Juli 2023. Pertemuan bertajuk ASEAN Queer Advocacy Week (AAW) merupakan tempat berkumpulnya para aktivis LGBTQ Asia Tenggara untuk saling terhubung serta memperkuat advokasi satu sama lain.
    Mengutip berita republika.co.id, acara kumpul kaum LGBT se-ASEAN tersebut diorganisasi oleh ASEAN SOGIE Caucus, organisasi di bawah Dewan Ekonomi dan Sosial Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sejak 2021, bersama Arus Pelangi dan Forum Asia. Panitia acara ini tidak menyebutkan lokasi tepatnya. Akan tetapi, mereka telah memberikan informasi apa saja kegiatan yang dilakukan selama lima hari melalui akun media sosialnya @aseansoegicaucus. Namun, unggahan tersebut kini sudah hilang dari laman Instagram mereka.
    9 min
  • Geoekonomi Politik di Tahun Politik

    “Tajuk Rasil”

    Selasa, 23 Zulhijjah 1444 H/ 11 Juli 2023


    Geoekonomi Politik di Tahun Politik

    Oleh: Adiwarman A Karim


    Letak strategis, kekayaan alam, dan bonus demografi Indonesia menjadi daya tarik bagi negara-negara adidaya untuk menanamkan pengaruh, bahkan menjadi mitra strategis Indonesia. Kebijakan bebas aktif Indonesia bahkan membuat Indonesia terbuka bagi kekuatan adidaya berebut menanamkan pengaruh. Kesadaran akan tiga hal itu, mendorong Indonesia lebih baik dalam menempatkan posisi tawar. Kekuatan ekonomi Indonesia yang menduduki peringkat 16 dari 20 negara terkaya dunia, G-20, memberikan kepercayaaan diri yang jauh lebih baik daripada sebelumnya.


    Pertama, letak strategis Indonesia merupakan jalur lalu lintas kapal barat-timur dari Laut Cina Selatan (LCS) dan Samudra Pasifik menuju Samudra Hindia. Juga jaur lalu lintas utara-selatan dari Australia ke Laut Cina Selatan. Di utara Indonesia, saat ini terdapat sembilan pangkalan militer Amerika Serikat di Filipina, termasuk di pulau Balabac yang berada dekat instalasi militer Cina di LCS. Empat dari sembilan pangkalan itu adalah pangkalan baru: tiga di Luzon yang hanya berjarak 500 km dari Kaohsiung Taiwan, dan satu di pulau Palwan LCS. Cina dengan Nine Dash Line-nya ditengarai telah membangun tiga pulau karang di Kawasan Kepulauan Spartly sebagai pangkalan militernya di LCS.


    Di selatan Indonesia, Amerika Serikat memiliki pangkalan AL-nya di Exmouth Australia Barat, pangkalan militer di Alice Springs Northern Territory, dan pangkalan marinir di Darwin. Sementara Cina membangun kerja sama dengan negara-negara di kepulauan Pasifik yang merisaukan Australia karena letaknya berdekatan.

    9 min
  • Media Sosial, AI, dan Ancaman Demokrasi
    “Tajuk Rasil”
    Senin, 22 Zulhijjah 1444 H/ 10 Juli 2023
    *Media Sosial, AI, dan Ancaman Demokrasi*
    _Artikel Republika.co.id_
    Sejak mengambil alih Twitter pada Oktober 2022, Elon Musk terus membuat kontroversi. Yang terbaru, kini ia membatasi untuk akun terverifikasi di platform Twitter, hanya dapat mengakses hingga 10 ribu tweet, akun yang belum diverifikasi hanya dapat melihat 1.000 tweet, dan akun baru yang belum diverifikasi dibatasi hanya 500 tweet setiap hari. Sementara untuk mendapatkan verifikasi, pemilik akun harus membayar sejumlah uang. Batasan baru ini pun membuat para pengguna Twitter kesal. Selain itu, Twitter juga makin terasa cari uang, setelah sebelumnya platform ini serba gratis.
    Tapi, di sisi lain, kebijakan pembatasan Twitter ini, bisa jadi memusingkan untuk para buzzer, yang sedang bersiap menyambut pesta demokrasi pada 2024. Selama ini, Twitter adalah ruang yang amat leluasa untuk para buzzer ini ‘berkarya’ dan mencari cuan. Tapi, bukan tak mungkin pula, Twitter kini sedang bersiap memindahkan strateginya, yang dari awal akan bermain di Twitter kemudian memutuskan pindah ke platform yang juga tak kalah populer, bahkan mungkin kini lebih populer, yaitu TikTok.
    Demokrasi, pemilu, dan sosial media, kini memang sudah tak bisa lagi dipisahkan. Sejak adanya media sosial, telah terjadi berbagai perubahan sosial yang signifikan, termasuk dalam aspek demokrasi. Hadirnya media sosial memberikan platform untuk berbagi dan mendapatkan informasi dengan cepat. Berita dan peristiwa dapat menyebar dengan cepat melalui platform, seperti Twitter, Facebook, dan YouTube. Namun, ini juga bisa menghadirkan tantangan, seperti penyebaran berita palsu dan informasi yang tidak diverifikasi dengan benar.
    Dalam urusan partisipasi politik, media sosial telah terbukti menjadi sarana yang cespleng untuk memengaruhi partisipasi politik dengan memberikan platform bagi individu untuk berbagi pandangan politik mereka. Termasuk juga, melibatkan diri dalam diskusi politik, dan mengorganisir gerakan sosial dan politik. Contohnya, peran media sosial dalam Gerakan Arab Spring pada 2010 dan 2011. Belajar dari pengalaman demokrasi di rumah sendiri, pada pemilu 2014 dan 2019, media sosial juga berperan penting dalam keriuhan pesta demokrasi.
    Tak terhitung lagi, banyaknya penyebaran berita palsu, yang dengan bantuan media sosial yang menyebar tanpa verifikasi, kemudian memengaruhi opini publik. Media sosial juga cenderung memperkuat gelembung filter, di mana individu cenderung terpapar dengan opini dan pandangan yang sejalan dengan keyakinan mereka sendiri. Kondisi yang juga dikenal sebagai echo chamber ini, kemudian menyebabkan terjadinya polarisasi dan kurangnya pemahaman yang seimbang tentang isu-isu politik. Filter bubble juga dapat membuat individu kurang mampu mendengar sudut pandang yang berbeda dan berkontribusi pada diskusi yang sehat.
    Kini, dengan berkembangnya kecerdasan artifisial atau Artificial Intellegence, hadir pula ancaman baru bagi proses demokrasi. Mencari informasi tentang pemilu di ChatGPT atau Bing.ai, juga belum dapat dipastikan keakuratannya. Ketika informasi yang disampaikan keliru pun, tak ada sanksi yang bisa dikenakan untuk menjerat platform yang bersangkutan.
    Sejarah, kini sudah sempat mencatat, sejak hadirnya platform media sosial, beberapa negara telah mengalami gangguan politik dalam pemilihan umumnya. Salah satunya, pemilihan presiden Amerika Serikat 2016. Kontroversi muncul terkait penyebaran berita palsu, kampanye informasi yang terkoordinasi oleh aktor asing, dan manipulasi algoritma yang memengaruhi visibilitas konten politik. Kemudian, ada pula referendum Brexit pada 2016 di Inggris yang juga terpengaruh oleh media sosial dan AI.
    Terdapat laporan tentang kampanye yang intens di media sosial dengan penyebaran informasi yang tidak akurat, serta penggunaan micro targeting, dan personalisasi pesan untuk mempengaruhi pemilih. Di Myanmar, media sosial dan pesan berantai di platform seperti Facebook telah digu
    7 min

About Radio Seila FM

From the publisher's feed

Menyajikan sederetan program unggulan on air