
Sign up to save your podcasts
Or


Seperti yang sudah kita bahas di minggu sebelumnya, sebagai orang Kristen yang dewasa kita harus memiliki contribute spirit: bukan berusaha memanfaatkan Tuhan untuk kepentingan kita, melainkan justru membiarkan diri kita dipergunakan oleh Tuhan untuk kehendak dan tujuan-Nya.
John 12:20-22 KJV
12:20 And there were certain Greeks among them that came up to worship at the feast:
12:21 The same came therefore to Philip, which was of Bethsaida of Galilee, and desired him, saying, Sir, we would see Jesus.
12:22 Philip cometh and telleth Andrew: and again Andrew and Philip tell Jesus.
Mengabarkan Injil tentang Yesus tidak selalu harus dengan cara berkhotbah atau pergi pelayanan misi ke daerah yang jauh. Kita dapat mulai dari satu orang saja yang ada di sekitar kita:
Andreas memperkenalkan saudaranya yaitu Petrus kepada Yesus, dan hasilnya Petrus menjadi seorang pengkhotbah hebat yang memenangkan ribuan jiwa bagi Tuhan.
Barnabas menerima Paulus ketika semua orang menolaknya, dan hasilnya Paulus menjadi seorang rasul besar yang menulis sebagian besar dari Alkitab yang kita gunakan hari ini.
Berikut adalah beberapa langkah untuk memperkenalkan orang kepada Tuhan:
Contoh-contoh di atas adalah langkah sederhana yang dapat membuka pintu hati seseorang agar mereka mau datang ke gereja / HomeCell sehingga dapat bertemu dengan Yesus serta mengalami perubahan hidup.
Andreas menemukan Petrus. Barnabas menemukan Paulus. Kita tidak pernah tahu, satu orang yang kita bawa untuk mengenal Tuhan akan menjadi siapa di kemudian hari. Yang pasti, ada sorak sorai yang besar di surga, ketika ada satu jiwa saja yang diselamatkan.
Lukas 15:7
Aku berkata kepadamu: Demikian juga akan ada sukacita di sorga karena satu orang berdosa yang bertobat, lebih dari pada sukacita karena sembilan puluh sembilan orang benar yang tidak memerlukan pertobatan.
Bulan Oktober dan November ini kita membahas sub-thema yang baru yaitu PEOPLE.
Mencintai Tuhan berarti mencintai dan melayani jiwa-jiwa.
Ketika kita masih bayi rohani, kita datang ke gereja dengan tujuan agar gereja menjawab kebutuhan saya, memberkati saya, dan melayani saya. Tapi semakin kita dewasa di dalam Tuhan, semakin kita datang ke gereja dan Homecell untuk memberkati dan melayani orang lain.
Melayani tentunya tidak selalu mudah. Dalam pelayanan kita pasti akan menghadapi tekanan, tuntutan, bahkan sangat mungkin kita akan terluka.
Saat hal-hal yang tidak mengenakan ini terjadi, kita dapat memilih bagaimana respon kita:
Orang dengan victim spirit selalu merasa dirinya adalah korban. Mereka berfokus pada diri sendiri, mudah emosi, baper, merasa dimanfaatkan, merasa tidak dihargai, dan akhirnya pahit serta menyalahkan gereja dan komunitas tempat mereka melayani.
Orang dengan consume spirit melakukan segala sesuatu dengan tujuan untuk mendapatkan keuntungan bagi diri mereka. Mereka melayani agar disukai, dilihat, dikagumi oleh orang lain. Akibatnya mereka akan mudah kecewa ketika pelayanan mereka kurang diapresiasi, atau ketika mereka merasa “kurang diberkati” oleh Tuhan.
Orang dengan low self esteem akan melayani dengan mengejar penghargaan dan apresiasi dari orang lain, karena mereka meletakkan rasa berharga mereka pada pencapaian.
Gereja yang kuat bukan dilihat dari berapa banyak orang yang hadir, melainkan berapa banyak orang yang terlibat dalam pelayanan.
Tidak ada pelayanan yang terlalu kecil, tidak ada pelayanan yang tidak penting, dan tidak ada waktu yang lebih baik untuk mulai melayani selain sekarang! SIGN UP NOW!
Minggu ini kita belajar bahwa salah satu kunci untuk mengalami kuasa Tuhan adalah dengan cara berserah (surrender). Surrender artinya menyerahkan, memindahkan, mempercayakan kepada Tuhan yang kuat dan berkuasa dalam hidup kita.
Alkitab mencatat kisah Hagar yang ditindas oleh Sarai setelah ia memberikan anak bagi Abram, sehingga Hagar melarikan diri dari rumah majikannya. Di tengah pelariannya, malaikat Tuhan menjumpai Hagar di padang gurun, dan dari sini kita bisa belajar apa artinya berserah pada Tuhan:
1. SURRENDER MEANS TO STAY
Berserah adalah bertahan, tidak menyerah dan lari dari masalah.
Menyerah adalah ketika kita pasrah tanpa melakukan apa-apa, sedangkan berserah adalah ketika kita melakukan semua bagian yang kita bisa, dan kemudian membiarkan Tuhan melakukan bagian-Nya.
2. SURRENDER MEANS TO AGREE
Walau Hagar awalnya merasa bahwa kabur ke Mesir adalah pilihan terbaik, namun akhirnya ia memutuskan untuk setuju pada rencana Tuhan dan kembali ke rumah Sarai majikannya.
Kehidupan yang setuju dengan Tuhan adalah saat kita mengakui bahwa bukan kehendak kita yang terjadi melainkan kehendak-Nya.
3. SURRENDER MEANS TO TRUST
Dalam hidup, ada banyak hal yang bisa kita kontrol seperti cara kita merespon, perkataan kita, pikiran, tindakan, keputusan kita. Tapi ada banyak juga hal yang berada di luar kendali kita seperti pandemi, krisis ekonomi dunia, perlakuan orang lain, pikiran orang lain.
Yang harus kita lakukan adalah berfokus pada hal-hal yang bisa kita control, dan mempercayai Tuhan untuk hal-hal yang tidak bisa kita kontrol.
Kejadian 16:13
Kemudian Hagar menamakan TUHAN yang telah berfirman kepadanya itu dengan sebutan: "Engkaulah El-Roi." Sebab katanya: "Bukankah di sini kulihat Dia yang telah melihat aku?"
Saat Hagar menangis dan berserah di padang gurun, di situlah Ia melihat bahwa Tuhan selalu memperhatikannya. Apapun kondisi kita hari ini, berserahlah pada Tuhan yang melihat setiap keadaan kita!
Beberapa minggu yang lalu kita telah belajar tentang mendengar suara Tuhan, namun kita perlu sadar bahwa suara Tuhan tersebut tidak akan berdampak banyak bagi kita jika kita tidak memutuskan untuk mentaatinya.
Seperti anak kecil, kita seringkali sulit untuk taat karena kita merasa lebih tahu apa yang terbaik untuk diri kita. Padahal, ketaatan adalah kunci untuk melepaskan kuasa Tuhan dalam kehidupan kita.
Obedience is the key to unlock God’s miracles on your life. ~Rick Warren
Beberapa hal yang akan kita pelajari hari ini mengenai ketaatan:
Seringkali cara Tuhan berbeda dengan cara kita, namun ketika kita setia dan taat dalam hal-hal yang terlihat kecil, ternyata ketaatan itu bisa berdampak besar dalam pembangunan gereja Tuhan.
Kedewasaan rohani bukan ditentukan dari seberapa lama kita menjadi orang Kristen, melainkan seberapa besar ketaatan kita pada Tuhan yang menunjukkan karakter kita.
Injil Markus 4 menceritakan bagaimana Yesus menghardik angin ribut di danau Galilea ketika murid-murid-Nya ketakutan.
Seringkali kita sebagai orang Kristen yang sudah memiliki Yesus, masih juga memiliki “Zeus” lain yang lebih kita takuti daripada Tuhan. Allah-allah lain inilah yang disebut sebagai berhala / idolatry.
Keluaran 20:3
Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku.
Beberapa contoh berhala masa kini:
1. PRIDE
2. MONEY
3. ACHIEVEMENT
4. COMFORT
Ingatlah bahwa apapun yang masih menjadi berhala bagi diri kita, biasanya justru akan diambil dari kehidupan kita.
Di dalam diri setiap manusia, terdapat sebuah hasrat untuk memiliki kehidupan yang luar biasa, berkelimpahan dan powerful. Tuhan pun ingin agar kita anak-anak-Nya dapat bersinar terang di tengah dunia yang gelap ini.
Kasih karunia (grace) dari Tuhan telah tersedia untuk kita. Kasih karunia dicurahkan bukan hanya untuk kita bisa memperoleh keselamatan di kekekalan nanti, melainkan juga untuk kita dapat memiliki kehidupan yang luar biasa di bumi ini.
Apa saja yang sebenarnya dapat kita miliki melalui kasih karunia Tuhan?
1. Grace is enough to give us FREEDOM
Roma 6:14
Sebab kamu tidak akan dikuasai lagi oleh dosa, karena kamu tidak berada di bawah hukum Taurat, tetapi di bawah kasih karunia.
2. Grace is enough to give us HOLINESS
John 8:11 TPT
Looking around, she replied, “I see no one, Lord.” Jesus said, “Then I certainly don’t condemn you either. Go, and from now on, be free from a life of sin.”
3. Grace is enough to give us POWER
Romans 5:17b GNT
All who receive God’s abundant grace and are freely put right with Him will rule in life through Christ.
Semua kasih karunia yang dibutuhkan untuk hidup yang luar biasa tersebut sudah tersedia untuk kita, asalkan kita percaya dan mengimani semua hal-hal besar yang Tuhan inginkan untuk kehidupan kita.
Efesus 1:19
dan betapa hebat kuasa-Nya bagi kita yang percaya, sesuai dengan kekuatan kuasa-Nya.
Hari-hari ini semakin banyak orang di dunia yang hidup untuk dirinya sendiri, tanpa memikirkan apa yang bisa mereka tinggalkan untuk generasi selanjutnya. Seharusnya kita hidup dengan penuh dan mati dengan kosong, mewariskan semua nilai-nilai kehidupan yang kita miliki.
Daud adalah contoh orang yang sangat mempersiapkan generasi selanjutnya. Ketika Daud mengetahui bahwa anaknya Salomo akan membangun bait Allah, maka Daud bukan hanya meninggalkan warisan dalam bentuk materi, tapi juga warisan rohani:
1. Perngorbanan
2. Iman
3. Kasih
4. Kerelaan
Saat kita memberi dengan rela, ternyata itu adalah sumber sukacita. Kunci kebahagiaan yang sejati bukanlah menerima lebih banyak, melainkan melepaskan lebih banyak.
Alkitab berkata bahwa Tuhan mengasihi orang yang memberi dengan sukacita.
Adalah baik memberikan warisan harta, tapi adalah lebih perlu memberikan warisan rohani.
Warisan jasmani dapat hilang, tapi warisan rohani adalah sesuatu yang disimpan seumur hidup bahkan dapat terus diturunkan dari generasi ke generasi.
Sejak dunia dijadikan, Alkitab mencatat ada begitu banyak mujizat yang terjadi dari zaman ke zaman, dan bahkan sampai hari ini pun mujizat masih terus terjadi.
Semua mujizat yang tersedia untuk kita telah dibayar oleh Yesus di kayu salib, tetapi ada bagian yang harus kita lakukan untuk menerima kepenuhan mujizat tersebut.
Salah satu kebenaran yang sangat mendasar di Alkitab adalah prinsip TABUR TUAI.
Kejadian 8:22
Selama bumi masih ada, takkan berhenti-henti musim menabur dan menuai, dingin dan panas, kemarau dan hujan, siang dan malam.
Mengharapkan tuaian bukanlah sesuatu yang keliru. Tidak ada petani yang menabur tanpa berharap ia akan menuai. Firman Tuhan berkata bahwa IMAN kita menyenangkan hati Tuhan.
Kita beriman bahwa saat kita menabur di rumah Tuhan, kita akan menuai berlipat kali ganda. Bukan sekedar untuk keuntungan kita pribadi, tapi agar kita bisa menjadi berkat bagi lebih banyak orang dan nama Tuhan dipermuliakan.
Benih yang kita tanam hari ini, akan menentukan musim berikutnya yang akan kita lewati.
Lebih dari kita ingin mendengar sama Tuhan, sesungguhnya Tuhan jauh lebih rindu menyatakan suara-Nya pada kita. Seperti orang tua yang selalu memikirkan cara untuk menyampaikan pesan untuk anaknya, demikian pula Tuhan selalu menggunakan berbagai cara untuk dapat mengkomunikasikan isi hati-Nya kepada kita.
Yohanes 10:27
Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku
4 cara sederhana Tuhan berbicara kepada kita: Pertama Kesan Di Hati, Kedua Kebetulan, Ketiga Konfirmasi, Keempat Kebenaran Firman Tuhan.
Ada dua sikap yang membuat kita tidak dapat mengenali suara Tuhan:
Dalam episode ini Pastor Nala Widya mengjarkan kita dari jemaat Makedonia. Makedonia di zaman itu adalah daerah yang miskin dan menderita akibat penjajaan Romawi. Namun dikatakan bahwa meskipun mereka sangat miskin, namun mereka kaya dalam kemurahan.
2Korintus 8:3
Aku bersaksi, bahwa mereka telah memberikan menurut kemampuan mereka, bahkan melampaui kemampuan mereka.
Contoh memberi menurut kemampuan adalah persepuluhan dan persembahan reguler kita, yang kita berikan sesuai dengan perhitungan. Sedangkan memberi melampaui kemampuan adalah ketika kita memberi di luar perhitungan kita yang biasa. Inilah yang menjadi dasar dari persembahan Janji Iman. Secara manusia mungkin sepertinya apa yang kita punya tidak cukup, namun kita beriman bahwa Tuhan akan mencukupkan dan menyanggupkan kita untuk memenuhi janji tersebut.
2Korintus 8:4
Dengan kerelaan sendiri mereka meminta dan mendesak kepada kami, supaya mereka juga beroleh kasih karunia untuk mengambil bagian dalam pelayanan kepada orang-orang kudus.
Visi gereja kita ECC adalah menjadi Home for Generations, rumah bagi semua generasi untuk mengasihi dan melayani Tuhan dan sesama dengan cara yang kreatif.
Keterlibatan kita dalam Janji Iman ini hendaklah bukan karena terpaksa, melainkan karena kita menangkap visi tersebut dan ingin mengambil bagian dalam pembangunan rumah Tuhan bagi generasi.
Persembahan Janji Iman yang terkumpul tahun ini akan difokuskan untuk membangun fasilitas khususnya untuk Bridge Teens, karena kita percaya bahwa mereka adalah masa depan dan kita ingin memenangkan generasi ini bagi Tuhan dari usia yang sedini mungkin.
From the publisher's feed