ⓇⒺⓃⓊⓃⒼⒶⓃ 💖ⓅⒶⒼⒾ
🌟 FEBRUARI 🌟
2️⃣0️⃣2️⃣3️⃣
A WORLD OF WONDER
(DUNIA YANG AJAIB)
Mari nikmati berkat Tuhan melalui Ciptaan-Nya, mari alami Keajaiban-Nya setiap hari melihat kebesaran Tuhan melalui Dunia yang menakjubkan yang ditulis oleh:
Pdt. Doug Batchelor
🌈🌈🌈🌈🌈🌈🌈🌈🌈🌈
Thema Bulan ini:
KESEHATAN DAN BIOLOGI MANUSIA
Kamis _9 Februari _
MARY TIFUS
Ayat Inti: Wahyu 17:4
”Dan perempuan itu memakai kain ungu dan kain kirmizi yang dihiasi dengan emas, permata dan mutiara, dan di tangannya ada suatu cawan emas penuh dengan segala kekejian dan kenajisan percabulannya.”
📖 Mary Mallon, juga dikenal sebagai Typhoid Mary, adalah seorang imigran Irlandia yang sehat namun menjadi pembawa penyakit (carrier) demam tifus pertama yang diketahui di Amerika Serikat. Mary lahir di Irlandia pada tahun 1869 dan berimigrasi sendirian ke AS pada tahun 1883 ketika dia baru berusia 15 tahun. Mary tidak menyadari bahwa dia terjangkit demam tifus di beberapa titik waktu hidupnya tetapi dengan gejala yang ringan sehingga, badannya cukup kuat untuk melawan bakteri dan tetap tampil sehat. Sayangnya dia tetap sangat mampu menyebarkan penyakit tersebut ke orang lain. Mary suka memasak, jadi diantara tahun 1900 dan 1907, dia mendapat pekerjaan di rumah-rumah pribadi di kota New York City sebagai juru masak rumah tangga.
Sambil memasak di sebuah rumah di daerah Mamaroneck, New York, dalam jangka waktu kurang dari dua minggu, warga di daerah tersebut terserang tifus. Dia kemudian pindah dan bekerja di Manhattan pada tahun 1901, dan anggota keluarga di tempat tersebut pun menderita tifus, dimana akhirnya tukang cuci mereka meninggal dunia. Pada tahun 1904, Mary mengambil posisi lain di daerah Long Island. Dalam dua minggu, empat dari 10 anggota keluarga dirawat di rumah sakit karena penyakit tipus. Mary pun berganti pekerjaan, dan mengakibatkan tiga rumah tangga lagi terjangkit. Rupanya, penyakit itu ditularkan oleh Mary melalui resep favoritnya, yaitu makanan penutup berupa es buah persik.
Setelah melakukan penyelidikan yang cermat, George Soper mengidentifikasi Mary sebagai si pembawa penyakit (carrier). Tetapi Mary dengan keras kepala menolak untuk percaya bahwa seseorang yang tidak sakit dapat menularkan penyakit dan menolak permintaan untuk melakukan tes kesehatan. Departemen Kesehatan Kota New York mencoba berunding dengan Mary tetapi dia yakin bahwa hukumlah yang dengan sewenang-wenang menganiaya dia karena dia adalah seorang imigran Irlandia dari kelas pekerja. Dibutuhkan beberapa petugas polisi untuk menahan Mary. Inspektur kesehatan Kota New York lah yang kemudian melakukan tes kesehatan dan memastikan bahwa kasusnya merupakan kasus langka dimana yang membawa penyakit (carrier) adalah seseorang yang sehat. Jadi mereka pun mengisolasi Mary selama tiga tahun di rumah sakit.
Setelah waktu isolasinya selesai, dengan berat hati Mary dibebaskan dengan syarat bahwa dia tidak boleh melakukan pekerjaan yang berhubungan dengan makanan. Namun, pada tahun 1915 Mary kembali memasak, bahkan menjadi tukang masak di sebuah Rumah sakit di New York, dan kemudian menginfeksi 25 orang, dimana dua di antaranya meninggal dunia. Otoritas kesehatan publik kembali menangkap dan mengurung Mary di karantina selama sisa 23 tahun kehidupannya. Ketika dia meninggal pada tahun 1938 karena pneumonia, Mary di otopsi dan terungkap bahwa dia masih menjadi membawa penyakit tifus yang aktif. Pada akhirnya dia telah menginfeksi setidaknya 51 orang dengan penyakit itu, dimana tiga di antaranya meninggal dunia.
✅ Alkitab mengajarkan tentang wanita lain yang sengaja menyebar ajaran palsu yang mematikan. Yohanes menulis bahwa dia memiliki ”di tangannya ada suatu cawan emas penuh dengan segala kekej