
Sign up to save your podcasts
Or


Sejumlah sekolah kini mulai mengubah pola pendidikannya dari konvensional menjadi digital. Sekolah digital disebut sebagai bentuk adaptasi normal baru di bidang pendidikan saat dan pasca-pandemi.
Meski perubahan ini terjadi dalam kedaan darurat, namun kementerian pendidikan menyatakan bahwa sekolah digital dapat menjadi langkah baru memajukan dunia pendidikan. Namun tentu ini bukan hal yang mudah, mengingat infrastruktur digital di Indonesia masih belum merata.
Lantas bagaimana upaya memajukan dunia pendidikan melalui sekolah digital ini? untuk membahasnya, kita akan simak perbincangan Vitri Angreni bersama Penggagas Jaringan Sekolah Digital Indonesia, Muhammad Ramli Rahim dan Pengamat Pendidikan, Doni Koesoema.
*Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]
Kasus Covid-19 yang kian melandai di Indonesia, namun kita tetap harus waspada dan menerapkan prokes dalam keseharian. Penggunaan masker terbukti efektif untuk mengurangi penyebaran Covid-19. Untuk itu kita senantiasa wajib pakai masker saat beraktivitas dan berinteraksi dengan orang lain yang tidak diketahui status kesehatannya terkait Covid-19.
Agar perlindungan tubuh terhadap virus Corona lebih baik lagi, masyarakat juga diminta untuk melakukan vaksinasi. Vaksin terbukti ampuh melindungi kita dari Covid-19. Pemerintah terus mempercepat vaksinasi Covid-19 terutama di daerah dengan capaian vaksinasi dosis pertama di bawah 50 persen. Kelompok lansia menjadi prioritas dalam vaksinasi Covid-19 karena terhitung sebagai kelompok rentan. Untuk itu akselerasi program vaksinasi, khususnya yang menargetkan kelompok lansia sangat penting untuk segera direalisasikan pemerintah.
Kita akan perbincangkan lebih dalam soal ini di Ruang Publik KBR bersama narasumber: Prof. Dr. dr. Iris Rengganis, Sp.PD-KAI - Ketua Tim Advokasi Pelaksanaan Vaksinasi Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan dr. Endang Budi Hastuti - Koordinator Kelompok Substansi Penyakit Infeksi Emerging.
*Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]
Guru memiliki peran besar dalam mendidik dan mencerdaskan generasi penerus bangsa. Untuk menyampaikan pembelajaran yang bermutu, guru pun diharapkan dapat mengembangkan kreativitas dan melakukan inovasi dalam proses belajar mengajar. Tentu saja hal itu penting untuk menciptakan suasana belajar yang aktif, menyenangkan, dan efektif untuk mencapai tujuan-tujan pembelajaran. Dalam hal ini, Yayasan Pendidikan Astra Michael D. Ruslim (YPA-MDR) melakukan pembinaan dan pendampingan terhadap guru-guru dibidang peningkatan kompetensi akademis, sehingga dapat melakukan inovasi dalam melakukan kegiatan pembelajaran di kelas.
Lalu, seperti apa pembinaan bagi guru yang diberikan YPA-MDR? Serta apa saja inovasi yang dibuat para guru dalam menyampaikan materi pembelajaran? Kita akan perbincangkan lebih dalam soal ini di Ruang Publik KBR bersama narasumber: Herawati Prasetyo - Ketua Pengurus YPA-MDR dan Prof. Dr. Ferdy S. Rondonuwu - Dewan Juri Pekan Inovasi Guru (PIGUR) dari UKSW (Universitas Kristen Satya Wacana).
*Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]
Tuberkulosis (TB) terus menjadi krisis kesehatan masyarakat di seluruh dunia. Berdasar laporan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada 2020, Indonesia merupakan negara dengan penderita penyakit Tuberkulosis (TBC) tertinggi kedua di dunia setelah India. Diperkirakan ada 2.300 orang yang menderita TBC setiap harinya di dunia, situasi ini pun diperburuk dengan munculnya pandemi virus corona (Covid-19). Perlu anda ketahui, TB adalah penyakit menular yang disebabkan kuman Mycobacterium tuberculosis yang secara umum dapat diklasifikasikan ke dalam dua kategori, yaitu TBC Sensitif Obat (TBC SO) dan TBC Resisten Obat (TBC RO).
Apa yang disebut dengan TB Sensitif Obat? Bagaimana cara pengobatannya? Apa saja permasalahan dan tantangan yang dihadapi selama ini? Akan dibahas tuntas dalam Ruang Publik KBR bersama narasumber: dr. Siti Nadia Tarmizi, M. Epid - Direktur P2PML Kementerian Kesehatan RI, Barry Adhitya - Program Coordinator PR Komunitas Konsorsium Penabulu - STPI, dan Dewi Wulan S - Ketua Organisasi TERJANG Jawa Barat, Penyintas Tuberkulosis.
*Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]
Penetapan kebijakan finansial yang berpihak pada masyarakat kelas menengah dalam penyediaan perumahan kerap luput dari perhatian. Kelas menengah dalam konteks ini adalah mereka yang tak lagi tergolong masyarakat berpenghasilan rendah, tapi juga tak mampu berpartisipasi di pasar properti. Perlunya intervensi kebijakan finansial yang berpihak pada kelas menengah juga bukan tanpa alasan. Di Jakarta misalnya, tidak adanya intervensi kebijakan finansial membuat masyarakat meninggalkan Jakarta dan membeli rumah di luar Jakarta. Pilihan itu terpaksa diambil karena mahalnya harga hunian. Kondisi pasar properti hanya bisa diintervensi oleh pemerintah. Tak adanya intervensi menyebabkan harga hunian makin tak terjangkau.
Bagaimana pentingnya intervensi pemerintah pada penyediaan hunian? Dan seperti apa kebijakan finansial yang diharapkan bagi penyediaan hunian bagi masyarakat, terutama bagi kelas menengah? Kita akan perbincangkan lebih dalam soal ini di Ruang Publik KBR bersama Wendy Haryanto- Direktur Eksekutif Jakarta Property Institute (JPI).
*Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]
Dalam beberapa tahun terakhir, eksistensi lagu anak kian meredup. Kondisi ini tentu mengkhawatirkan karena anak justru menjadi penikmat lagu-lagu dewasa dan remaja.
Sejumlah upaya-pun kini tengah dilakukan guna mempopulerkan kembali lagu anak khususnya berbahasa Indonesia.
Lalu apa saja yang menjadi penyebab, eksistensi lagu anak kian meredup? dan upaya apa lagi yang bisa dilakukan agar lagu anak berbahasa Indonesia marak kembali?
Untuk mengetahui jawabannya, kita akan simak penjelasan Asa Rahmana, Pencipta Lagu Anak dari Tamtamtada Yogyakarta dan Djatmiko Widi, Animator Lagu Anak dari Lintang Media Magelang. Perbincangan ini dipandu rekan Vitri Angreni.
*Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]
Kasus Covid-19 pada anak perlu mendapat perhatian serius dari berbagai pihak. Kemenkes mencatat kasus bahwa kasus Covid-19 pada anak di Indonesia merupakan kasus yang tertinggi di dunia, dan angka positif Covid-19 pada kelompok usia anak kian menanjak mencapai sekitar 11-12 persen. Data Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) juga menunjukkan ahwa anak dan balita punya risiko infeksi virus corona yang sama dengan orang dewasa, sebanyak 1 dari 8 kasus Covid-19 adalah anak-anak. Dari jumlah kasus itu, sebanyak 3-5 persen di antaranya meninggal dunia, dan separuhnya adalah balita. Untuk mencegah semakin meluasnya penyebaran Covid-19 pada anak, maka anak-anak pun perlu mendapatkan vaksinasi. Sejak Juli 2021, Pemerintah pun telah memulai pemberian vaksin untuk anak 12 - 17 tahun.
Lalu apa saja yang dapat kita upayakan bersama untuk melindungi anak dari virus Corona? Dan apa yang Plan Indonesia lakukan sebagai bagian dari respons tanggap darurat Covid-19? Kita akan perbincangkan lebih dalam soal ini di Ruang Publik KBR bersama narasumber: Samuel Apsalon - Child Development & Protection Program Manager Yayasan Plan International Indonesia dan Dian Ofiyanti - Ketua Tim Penggerak PKK Kelurahan Klender.
*Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]
Bertepatan dengan peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) 2021, Presiden Joko Widodo menandatangani Peraturan Presiden Desain Besar Olahraga Nasional (DBON). Sejalan dengan semangat dalam Perpres DBON, Pemerintah berkeinginan meningkatkan kebugaran masyarakat untuk mewujudkan Indonesia bugar 2045. Karena tanpa kesehatan dan kebugaran, mustahil tercipta SDM yang unggul.
Namun pandemi yang berkepanjangan membuat sebagian warga Indonesia mengalami penurunan tingkat kebugaran, karena turunnya frekuensi aktivitas fisik saat pembatasan ketat di luar rumah. Dengan segala keterbatasan yang ada, olahraga tetap penting dilakukan untuk kesehatan tubuh kita.
Lalu bagaimana cara untuk menjaga kesehatan, kebugaran dan imunitas tubuh di tengah pandemi Covid-19? Dan apa yang Kemenpora persiapkan untuk mendukung peningkatan kebugaran masyarakat? Kita akan perbincangkan lebih dalam soal ini di Ruang Publik KBR bersama Dr. Raden Isnanta M.Pd. - Deputi III Bidang Pembudayaan Olahraga Kemenpora RI.
*Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]
Pandemi Covid-19 telah menjadi ancaman serius bagi ketahanan pangan global. Dalam konteks Indonesia, bahkan sebelum munculnya Covid-19, ketahanan pangan negara telah lama menjadi kekhawatiran karena ketergantungannya pada impor bahan pangan pokok untuk memenuhi kebutuhan domestik seperti gula, beras, jagung, dan daging sapi. Oleh karena itu, tidak mengherankan jika situasi pandemi memberikan tekanan pada sistem yang sudah rapuh dan mendorong kembali isu ketahanan pangan ke dalam wacana politik Indonesia.
Menyikapi situasi di atas maka Koalisi Rakyat untuk Kedaulatan Pangan (KRKP) merasa perlu untuk melakukan upaya penguatan isu pembenahan kebijakan investasi publik di sektor pertanian dan pangan. Mendorong perbaikan tata kelola, transparansi dan akuntabilitas investasi publik bidang pertanian dan pangan menjadi penting, sehingga memberikan manfaat berupa peningkatan produksi pangan dalam negeri dan perbaikan kesejahteraan petani.
Bagaimana kebijakan investasi publik dapat mempengaruhi produksi pertanian dan apa saja rekomendasi KRKP bagi meningkatnya derajat kehidupan petani? Kita akan perbincangkan lebih dalam soal ini di Ruang Publik KBR bersama Said Abdullah - Koordinator Nasional KRKP.
*Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]
Belajar di era pandemi harus dilakukan secara asyik guna mengatasi kebosanan anak. Sejumlah cara dilakukan salah-satunya dengan mendongeng. Membaca dongeng bukanlah suatu hal yang baru di masyarakat. Dongeng identik dengan dunia anak.
Menurut sejumlah penelitian menenai kesehatan jiwa, mendongeng juga dapat mengembangkan daya imajinasi anak, memperkaya kosa kata, meningkatkan keterampilan bahasa dan kemampuan mendengarkan serta merangsang kreativitas.
Selain dongeng ada juga cara lain dalam mengedukasi anak. Seperti menggunakan kertas lipat, boneka hingga podcast. Lalu bagaimana mewujudkan pembelajaran yang menarik di tengah teknologi serba digital kali ini? Untuk mengetahui penjelasannya, kita akan simak obrolan Vitri Angreni bersama Kak Oni, Pendongeng dari Ayo Dongeng Indonesia dan Inisiator Gerakan Suka Baca, Renita Yulistiana.
*Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]
From the publisher's feed

3 Listeners

1 Listeners