
Sign up to save your podcasts
Or


Di masa pandemi ini kita telah belajar untuk hidup bersama Covid-19 dan menerapkan protokal kesehatan setiap saat, di tengah angka penularan virus Corona yang masih saja tinggi. Untuk itu, pemerintah menyatakan bahwa melakukan 3M saja tidak cukup. Sekarang 3M berkembang menjadi 5M yaitu memakai masker, mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, serta membatasi mobilisasi dan interaksi. Namun, menerapkan 3M atu 5M bisa saja menjadi tantangan. Sebab pandemi yang berkepanjangan menimbulkan terjadinya potensi kelelahan pada sebagian masyarakat. Sehingga banyak orang yang tidak konsisten dengan protokol kesehatan dan kehilangan motivasi untuk melindungi diri sendiri dan orang lain. Padahal tindakan pencegahan perlu dilakukan agar rantai penularan bisa dihilangkan.
Apa penyebab banyak orang yang tidak konsisten dengan protokol kesehatan? Dan apa yang dapat dilakukan untuk mengatasi pandemic fatigue atau kelelahan terhadap pandemi? Akan dibahas dalam Ruang Publik KBR bersama narasumber: Leo Pattiasina, Kepala Sub Divisi Pelayanan Sosial, Divisi Kesehatan PMI Pusat dan Elina Ciptadi, Co-Founder Kawal Covid-19.
*Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]
Program Vaksinasi COVID-19 segera memasuki tahap kedua. Salah satu kategori yang masuk di tahap kedua ini adalah lansia, yaitu seseorang yang berusia 60 tahun ke atas.
Lansia termasuk yang didahulukan atau menjadi prioritas karena memiliki risiko lebih tinggi untuk menjadi fatal. Juru bicara Vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan, dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid., menjelaskan ada sekitar 21 juta orang yang termasuk kategori lansia yang akan menjadi sasaran program vaksinasi tahap kedua ini.
Seperti apa penyebaran informasi soal vaksin ini dikalangan lansia sendiri? Seperti apa pengaruh vaksinasi terhadap lansia ini terhadap pengendalian kasus Covid di tanah air? Kita akan berbincang soal ini dengan Pakar Epidemiologi Universitas Airlangga ( Unair) Windhu Purnomo dan Eva Sabdono, Anggota Koalisi untuk Masyarakat Peduli Lansia (KuMPUL).
*Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]
Keberadaan UU tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) kembali jadi sorotan publik. Presiden Joko Widodo membuka wacana untuk merevisi kembali regulasi tersebut. Jokowi menangkap kegelisahan publik yang menilai UU ITE tak memberikan rasa keadilan.
Menanggapi rencana ini, sejumlah lembaga pemantau hak asasi manusia berharap rencana revisi tersebut tidak hanya menjadi wacana demi menyelamatkan nama baik pemerintah semata.
Lantas apa saja yang perlu diperhatikan oleh pemerintah dalam revisi UU ITE ini?
Untuk mengetahui penjelasannya, kita akan simak perbincangan Vitri Angreni bersama Kepala Divisi Kebebasan Berekspresi SAFEnet Ika Ningtyas dan Ketua Paguyuban Korban Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (Paku ITE) Muhammad Arsyad.
*Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]
Mengenal dan bersikap ramah terhadap perbedaan bisa dibangun melalui sekolah. SMK Bakti Karya Parigi di Pangandaran adalah salah satu yang melakukannya dengan menjunjung tinggi nilai multikultural. Siswa di sekolah ini beragam ada Aceh, Jawa, Sunda, Kalimantan, Papua, dan lainnya .Mereka belajar dan tinggal bersama selama tiga tahun tanpa biaya. Tidak selalu mulus. Ada beberapa siswa dari wilayah konflik di Indonesia Timur yang awalnya tidak kerasan dan ingin pulang. Atau siswa muslim dari Jawa yang enggan bergaul dengan siswa Kristiani. Tapi konsep pembauran yang diterapkan di sekolah ini pelan-pelan mengikis kondisi-kondisi tersebut.
Bagaimana sekolah ini menjalankannya melalui lima konsep dasar, yaitu penanaman nilai toleransi, semangat perdamaian, semangat berjaringan, berbudaya, dan pembelajaran aktif? Untuk mengetahui penjelasannya, kami sudah bersama dengan pendiri yang juga pengajar Sekolah Multikultural Bakti Karya Parigi, Ai Nurhidayat dan Murid Sekolah Multikultural Bakti Karya Parigi, Ida Yesnath.
*Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]
Persoalan pengelolaan sampah masih menjadi masalah pelik bagi Indonesia. Terlebih, di tengah pandemi ini persoalan sampah rumah tangga hingga limbah medis juga meningkat. Data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) pada Februari 2019, merilis bahwa saat ini Indonesia menghasilkan sedikitnya 64 juta ton timbunan sampah setiap tahunnya. Namun sebagian kelompok tak putus asa mengajak untuk mengatasi persoalan sampah ini. Salah satunya dilakukan oleh Gerakan Indonesia Diet Kantong Plastik. Gerakan ini mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan dengan mengurangi penggunaan plastik.
Seperti apa upaya lain penuntasan persoalan sampah di Indonesia? untuk mengetahui penjelasannya, kami akan hadirkan perbincangan KBR bersama Manajer Program Gerakan Indonesia Diet Kantong Plastik, Dithi Sofia.
*Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]
Upaya untuk membebaskan Indonesia dari pernikahan anak masih membutuhkan jalan panjang. Beberapa waktu lalu viral unggahan jasa penyelenggara pernikahan Aisha Weddings untuk menikah di usia yang sangat muda.
Tak hanya itu, Januari hingga Juni 2020, Badan Peradilan Agama Indonesia menerima sekitar 34.000 permohonan dispensasi kawin di bawah 19 tahun.
Lantas apa saja upaya bersama dalam mengatasi angka pernikahan anak yang tinggi ini?
Kita akan bincangkan hal ini bersama dengan narasumber: Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia, I Gusti Ayu Bintang Puspayoga dan Direktur Eksekutif Plan Indonesia, Dini Widiastuti.
*Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]
Disiplin menerapkan 3M adalah cara yang efektif menangkal virus corona, yaitu memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak. Selain itu, kita juga perlu mengonsumsi makanan yang sehat dan bernutrisi, karena makanan yang bergizi dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh. Memang tubuh memiliki sebuah sistem alami untuk menangkal penyakit baik dari infeksi virus maupun bakteri.
Menjaga daya tahan tubuh atau imunitas termasuk salah satu kunci untuk mencegah terinfeksi virus corona. Namun, ada kalanya imunitas tubuh menurun. Dan jika makanan yang dikonsumsi dinilai belum cukup untuk mendukung daya tahan tubuh, kita juga bisa mengonsumsi suplemen dan vitamin yang bermanfaat agar tubuh kita tidak mudah terjangkit penyakit.
Bagaimana memenuhi asupan nutrisi dengan lengkap? Dan apa jenis suplemen yang dapat meningkatkan daya tahan tubuh kita? Akan dibahas dalam Ruang Publik bersama narasumber: Shandy Banyutresna - Brand Manager Marketing OTC & Herbal dan Muhammad Fikri Rahman - Assistant Brand Manager Marketing OTC & Herbal.
*Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]
Kementerian Kesehatan meluncurkan aplikasi bernama SIRANAP RS (Sistem Informasi Rawat Inap RS Rujukan Covid-19). Dengan aplikasi ini, masyarakat sekarang bisa mengecek ketersediaan tempat tidur isolasi dan ICU (Intensive Care Unit) Covid-19 di rumah sakit seluruh Indonesia. Kemenkes mengatakan aplikasi ini sudah mencakup data untuk semua rumah sakit. Mulai dari rumah sakit negeri, swasta, hingga rumah sakit milik TNI, Polri, maupun BUMN. Lantas sejauh mana kefektifan Siranap dalam mengatasi persoalan membludaknya pasien di tengah pandemi Covid-19? Apakah Aplikasi ini akan menjadi solusi? Untuk mengetahui penjelasan kami akan hadirkan perbincangan Vitri bersama Peneliti Bidang Sosial The Indonesian Institute Vunny Wijaya dan Sekretaris Persatuan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) Lia Partakusuma.
*Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]
Pemerintah saat ini terus memperbanyak jumlah tes covid-19, agar upaya mendeteksi semakin cepat. Salah satunya dengan menghadirkan alat pendeteksi covid-19 yang dinamakan GeNose. GeNose adalah sebuah alat pendeteksi virus corona yang dibuat oleh para ahli dari Universitas Gadjah Mada (UGM). Alat ini dapat mendeteksi keberadaan Covid-19 melalui embusan napas hanya dalam kurun waktu 80 detik. Lantas seberapa akurat penggunaan GeNose ini? untuk mengetahui penjelasannya, kami akan hadirkan penjelasan Epidemiolog dari Griffith University Australia, Dicky Budiman dan Tim GeNose C19 UGM Yogyakarta, Dian K Nurputra. Kami juga hadirkan cuplikan penjelasan Menteri Riset dan Teknologi, Bambang Brodjonegoro penggunaan alat deteksi Covid-19 di Indonesia.
*Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]
Program vaksinasi Covid-19 telah dilakukan sejak Januari 2021. Pertama-tama vaksin ditujukan bagi tenaga kesehatan yang berjuang di garis terdepan menghadapi pandemi Covid-19, lalu petugas pelayanan publik, dan warga lansia. Selanjutnya vaksin juga diberikan bagi masyarakat luas, untuk total sasaran vaksinasi Covid-19 sebanyak 181,5 juta orang atau 70 persen dari populasi rakyat Indonesia. Hal ini dilakukan agar mencapai kekebalan kelompok atau herd immnunity dan menurunkan angka penularan sehingga pandemi Covid-19 dapat dihentikan.
Lalu bagaimana update penanganan Covid-19? Dan seperti apa perkembangan program vaksinasi Covid-19 sejauh ini?
Akan dibahas dalam Ruang Publik bersama narasumber: dr. Jane Soepardi, MPH - Pakar Imunisasi dan dr. H. Muhammad Budi Hidayat M.Kes - Sesditjen P2P kemenkes RI
*Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]
From the publisher's feed

3 Listeners

1 Listeners