
Sign up to save your podcasts
Or


Pandemi COVID-19 belum berlalu dan fase kenormalan baru akan berjalan. Semua pihak diminta terus menjaga dan memperhatikan kelompok rentan seperti lansia. Dengan adanya Covid-19, membuat lansia membutuhkan perhatian lebih, bukan hanya karena adanya penurunan kesehatan dan kemampuan fisik, tapi juga kemampuan finansial lansia yang menurun. Lantas seperti apa upaya pemenuhan hak pemerintah terhadap kelompok rentan seperti lansia? dan apa saja upaya yang dilakukan kelompok lansia agar tetap sehat meski covid mengancam?
Untuk mengetahui penjelasannya, kami akan hadirkan perbincangan Vitri Angreni bersama Peneliti Bidang Sosial The Indonesian Institute, Nopitri Wahyuni dan Ketua Organisasi Lansia Dahlia Senja, Bunda Ratna Habsari.
*Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]
Setiap tanggal 1 Juni, Indonesia memperingati hari lahir Pancasila. Namun, tahun ini Indonesia harus merayakannya dalam suasana keprihatinan karena pandemi Covid-19. Masyarakat Indonesia pun, juga harus bersiap-siap menghadapi keadaan New Normal dan hidup berdampingan dengan Covid-19. Lalu bagaimana sebaiknya kita memaknai hari lahir Pancasila di tengah pandemi Covid-19 ini? Bagaimana hubungan The New Normal yang akan diberlakukan di Indonesia dengan sila-sila yang terkandung dalam Pancasila?
Kita akan bincangkan hal ini bersama Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian.
*Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]
Hari Tanpa Tembakau Sedunia (HTTS) diperingati setiap tanggal 31 Mei. Setiap tahun, Badan Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan tema khusus untuk memperingati HTTS, dan tahun ini tema HTTS adalah “Lindungi Kaum Muda dari Manipulasi Industri dan Cegah dari Konsumsi Rokok dan Nikotin”. Tema ini sangat sesuai dengan kondisi di Indonesia, dimana industri rokok sangat leluasa melakukan berbagai kegiatan untuk memanipulasi anak dan remaja. Sementara di sisi lain peraturan dan perlindungan kepada anak muda masih sangat lemah. Karenanya tidak heran prevalensi perokok anak di Indonesia terus meningkat.
Lalu bagaimana cara industri rokok menjerat dan menjebak generasi muda?
Kita simak obrolannya bersama Bagja Nugraha, Alumnus UIN Jakarta dan juga Pegiat Komunitas Aksi Kebaikan, Janitra Hapsari, Pembaharu Muda FCTC dan Ketua 9CM Indonesia, dan Lisda Sundari, Ketua Yayasan Lentera Anak.
*Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]
Di seluruh dunia, tenaga kesehatan seperti perawat dan dokter bekerja tanpa lelah untuk melayani dan merawat orang-orang yang membutuhkan, kapan saja dan di mana saja. Termasuk dalam menghadapi pandemi Covid-19 yang tengah melanda dunia.
Selain di rumah sakit dan layanan kesehatan lainnya, ada juga tenaga kesehatan yang berkiprah di dunia pendidikan. Dalam Ruang Publik edisi #Indonesia Baik hari ini akan kita simak cerita tenaga kesehatan yang berjuang di dua tempat yang berbeda.
Ada Nurse Bintari Ratih, pengajar di Jurusan Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya dan juga Dokter Muhammad Syahrimal Ishak dari Dokter Lintas Batas (MSF).
*Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]
Sudah hampir tiga bulan virus corona mewabah di Indonesia. Pandemi Covid-19 telah memengaruhi kehidupan manusia di seluruh dunia, tak terkecuali anak-anak. Lembaga peduli anak Save the Children melakukan survei mengenai dampak pandemi virus corona Covid-19 pada anak-anak di Indonesia. Di sektor pendidikan, lembaga ini menemukan kalau satu juta anak di usia 10-17 tahun berpotensi putus sekolah.
Lantas bagaimana langkah tepat untuk mencegah dampak Covid-19 ke anak-anak? Untuk mengetahui penjelasannya, simak perbincangan KBR bersama Kepala monitoring dan evaluasi Save The Children Indonesia, Merry Saragih dan Retno Listyarti, Komisioner KPAI Bidang Pendidikan.
*Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]
Akibat pandemi Covid-19 ini ratusan ribu pekerja migran sudah pulang ke tanah air karena berbagai masalah. Hasil survei HRWG bersama dengan SBMI dan JBM pada periode 21-30 April 2020 menunjukan persoalannya meliputi tidak mendapat gaji, beban kerja berganda, pembatasan mobilisasi, perampasan hak libur, depresi dan tidak mendapatkan upah lembur.
Berdasarkan data Migran Care, diperkirakan terdapat sekitar 4,5 juta pekerja migran Indonesia di luar negeri. Sebagian besar di antara mereka adalah perempuan yang bekerja di sektor domestik (sebagai PRT) dan manufaktur. Kepulangan mereka tentu membawa berbagai konsekuensi dan persoalan baru. Padahal untuk bisa berangkat ke luar negeri menjadi pekerja migran tidak sedikit yang harus menempuh jalan panjang dan berliku. Perjalanan ini yang ditangkap Sutradara Ismail Fahmi Lubis lewat film Dokumenter Help is on the Way yang meraih Piala Citra tahun lalu.
Kita akan berbincang dengan dua tokoh yang ada di film dokumenter tersebut Tari Sasha dan Muji Rahayu yang saat ini masih bekerja di Taiwan dan juga Sutradara Help is on the Way, Ismail Fahmi Lubis.
*Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]
Ketersediaan air di Pulau Jawa, Bali dan Nusa Tenggara bakal semakin langka hingga tahun 2030. Hal ini tertera dalam catatan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2020-2024 yang dikeluarkan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas. Sementara itu prediksi krisis air mengancam hampir 10% wilayah di Indonesia atau setara dengan dua kali luas pulau Jawa. Sementara itu, kualitas air juga diperkirakan menurun signifikan. Badan Kesehatan WHO menyebut, krisis air ini merupakan dampak terjadinya perubahan iklim ekstrim. Lalu bagaimana upaya pemenuhan hak masyarakat di wilayah yang mengalami krisis air? Dan upaya apa saja yang bisa dilakukan masyarakat untuk mencegah terjadinya kekeringan baik di kota maupun pedesaan?
Kita bahas bersama dengan Koordinator Koalisi Rakyat untuk Hak Atas Air (KRuHA), Muhammad Reza dan Kelompok masyarakat peduli air dari Yayasan Air Kita Jombang, Jawa Timur, Cak Purwanto.
*Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]
Pembatasan aktivitas berskala besar selama pandemi covid-19 mengharuskan kita berkegiatan di rumah. Rumah jadi pusat aktivitas semua anggota keluarga: bekerja, belajar, ibadah.
Namun, anjuran ini memuncukan risiko baru, sebuah perusahaan pengembang teknologi asal Tiongkok menyebut saat pandemi ini, polusi udara di dalam rumah meningkat. Salah satu faktornya disebabkan oleh asap rokok.
Apa dampak terburuk dari ancaman ini? Dan bagaimana risiko perokok aktif maupun pasif terpapar corona meski berada di dalam rumah? penjelasannya bersama dengan Dokter Spesialis Paru, dr. Frans Abednego Barus, Sp.P dan Manajer Komunikasi Komnas Pengendalian Tembakau, Nina Samidi.
*Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]
Adanya pandemi virus corona mengharuskan kita melakukan social distancing dan tinggal di rumah serta melakukan semua kegiatan dari rumah. Namun, berkurangnya kegiatan rutin di luar rumah, kadang membuat kita lalai untuk menjaga dan merawat kulit agar tetap sehat. Lantas, pentingkah mempertahankan rutinitas perawatan kulit yang biasanya dilakukan? Apa saja yang perlu diperhatikan dalam merawat kulit selama pandemi?
Kita akan perbincangkan lebih dalam soal ini dalam Ruang Publik KBR bersama Resty Kharunnisa, Demand Creation Officer Wardah Cosmetics
*Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]
Saudara, masyarakat dunia hingga kini masih dihadapkan permasalahan wabah Covid-19. WHO dan Kementrian Kesehatan di negara-negara terjangkit mengeluarkan berbagai arahan dan imbauan kepada masyarakat untuk melakukan upaya-upaya pencegahan seperti menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), mulai dari cuci tangan dengan air dan sabun, menggunakan masker, tidak berjabat tangan, menggunakan hand sanitizer, jaga jarak dan sebagainya.
Tanpa disadari, Covid-19 telah membentuk sebuah kebiasaan baru. Tidak hanya perilaku terkait kesehatan, masyarakat juga mulai terbiasa bekerja, belajar dan beibadah di rumah. Prosesi akad nikah juga terkena dampak pandemi dengan melakukan pernikahan secara online dan dampak lainnya adalah kebiasaan menolong orang lain seperti membagikan makanan untuk supir ojek online, memberikan hand sanitizer kepada penjual makanan di pasar, membuat masker untuk dibagikan kepada orang lain. Inilah Dunia Baru Kita. Dunia yang belum ada sebelumnya.
Kita akan bahas bersama Nursila Dewi, Praktisi Komunikasi Risiko dan Astrid Firdianto, Pelatih Pertolongan Pertama dan Kesehatan Berbasis Masyarakat, PMI.
*Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]
From the publisher's feed

3 Listeners

1 Listeners