Ruang Publik

Ruang Publik

By KBR PrimeNews
Download on the App Store

Ruang Publik episodes

  • Peran Orang Muda Merajut Kembali Perpecahan Pasca Pemilu

    Pemilu 2019 telah berakhir dengan berbagai catatan keberhasilan, juga  kekurangan. KPU  juga sudah menyelesaikan rekapitulasi suara nasional  dan mengumumkan hasilnya pada Selasa dini hari 21 Mei lalu. Pihak yang  tidak menerima hasil rekapitulasi ini bisa mengajukan keberatan ke  Mahkamah Konstitusi dalam waktu 3x24 jam ke depan sejak hasil  ditetapkan. Tapi sayang hasil ini ditanggapi beberapa pihak dengan aksi  turun ke jalan yang berujung bentrok. Hal ini membuat banyak pihak  prihatin termasuk sekelompok anak muda yang tergabung dalam  Pemuda-pemudi Lintas Iman dan Kepercayaan (PPLIK). Mereka mengeluarkan  seruan berjudul “Merekat, jangan Meretak; Jaga Lisan, Jaga Tulisan, Jaga  Indonesia”. Apa saja yang menjadi keprihatinan anak muda ini dan apa  yang bisa dilakukan anak muda untuk merajut kembali perpecahan yang  sudah terjadi? Simak perbincangan bersama Doddy Abdallah Inisiator Doa  & Seruan Pemuda-pemudi Lintas Iman dan Kepercayaan di Ruang Publik  KBR. 


    Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]

    38 min
  • Anak Muda Bicara Tujuan Pembangunan Berkelanjutan

    Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG) membuka ruang kepada kaum muda  memiliki wawasan dan perspektif yang dapat mendorong kebijakan  pembangunan yang lebih efektif, dan memastikan bahwa komitmen pemerintah  terpenuhi. Dengan mengumpulkan data, memantau kemajuan, dan mengambil  bagian dalam mekanisme tindak lanjut dan peninjauan, anak muda dapat  lebih jauh terlibat dalam pencapaian SDG. Pemerintah Indonesia saat ini  sedang menyusun laporan Voluntary National Review (VNR) terkait  pencapaian, tantangan, serta prioritas pelaksanaan Tujuan Pembangunan  Berkelanjutan (TPB) di tahun 2019. Dalam rangka mendukung inisiatif dan  memberikan input atas laporan tersebut, Yayasan Sayangi Tunas Cilik  (YSTC) menyelenggarakan Konsultasi Orang Muda di dua tempat, Soppeng  (Sulawesi Selatan) pada tanggal 16-17 Maret 2019 dan Yogyakarta (DI  Yogyakarta) pada 23-24 Maret 2019. Melibatkan lebih dari 57 orang muda  berusia 15-27 tahun. Untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan pelibatan  orang muda dalam konteks akuntabilitas SDG? Dan bagaimana proses  konsultasi di Soppeng dan Yogyakarta? Simak perbincangan bersama Ratna  Yunita, Penasehat Tata Kelola Hak Anak, Save the Children Indonesia,  Debbi Cintya Sari dan Sutriadi, Anak Muda dari Soppeng, dan Sarloce  Apang dan Ferdiansah, Anak Muda dari Yogyakarta di Ruang Publik KBR. 


    Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]

    42 min
  • Penambahan Kuota Haji

    Pemerintah Arab Saudi memberikan tambahan sebesar sepuluh ribu kuota  untuk jamaah haji Indonesia. Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin  mengatakan, dengan penambahan kuota ini maka akan berdampak pada  penambahan anggaran haji. Tak hanya itu, jumlah petugas haji juga akan  bertambah. Seperti apa skema pembagian dari penambahan kuota ini?  Bagaimana mekanismenya? Simak perbincangan bersama Prof Dr Nizar Ali,  MAg, selaku Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Kementerian Agama  RI di Ruang Publik KBR. 


    Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]

    37 min
  • Bagaimana Koperasi Menggaet Milenial?

    Koperasi sebagai soko guru perekonomian nasional sesungguhnya adalah  sebuah sistem ekonomi modern untuk menciptakan keadilan dan pemerataan  kesejahteraan. Namun saat ini koperasi sering dianggap sebelah mata dan  dilekatkan dengan stigma jadul, kuno bahkan kurang dikenal secara baik  oleh kalangan generasi muda utamanya generasi milenial. Lalu bagaimana  koperasi menghadapi tantangan di era serba digital dan dinamis? Adakah  perubahan yang dilakukan dalam sistem koperasi sehingga dapat diterima  kalangan milenial? Simak perbincangan bersama Luhur Pradjarto Deputi  Kelembagaan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah dan Pendi  Yusuf Ketua Koperasi Pemuda Indonesia di Ruang Publik KBR. 


    Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]

    42 min
  • Makanan dan Minuman Yang Paling Tepat Untuk Sahur dan Buka Puasa

    Umat Muslim di Indonesia tak terasa kini telah memasuki hari ke-12 puasa  ramadan. Di pekan kedua berpuasa, umumnya ketahanan tubuh mulai diuji.  Anda yang sehat tentu dapat menjalani ibadah puasa tanpa masalah, namun  berbeda dengan yang memiliki masalah kesehatan, atau tidak menjalankan  pola hidup sehat selama puasa. Saat saat sahur dan berbuka puasa  misalnya, Anda lebih sering mengonsumsi makanan dengan kandungan nutrisi  yang tidak tepat: makan nasi lauknya mie instan--double karbo, sehingga  mengakibatkan masalah pencernaan yang berdampak batalnya puasa. Lalu,  makanan dan minuman apa sih yang paling tepat untuk sahur dan buka  puasa? Simak perbincangan bersama dr. Zaini Saragih, Sp.KO - Dosen  Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka Jakarta dan  Charisma Pasaribu - Brand Communication Pocari Sweat di Ruang Publik  KBR. 


    Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]

    42 min
  • Seperti Apa Pemahaman Masyarakat Terkait Kesehatan Mental?

    Menurut data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018, prevalensi gangguan  mental emosional pada penduduk umur di atas 15 tahun, adalah 9,8  persen. Angka ini naik 3,8 persen dari hasil Riskesda 2013, yang  mencatat 6 persen. Karena itu perlu terus dilakukan berbagai upaya agar  masyarakat Indonesia makin peduli dan paham soal isu kesehatan mental  ini. Seperti apa pemahaman masyarakat terhadap isu kesehatan mental ini?  Dan bagaimana caranya agar masyarakat makin peduli dan sadar untuk  memeriksakan kesehatan mentalnya? Simak perbincangan bersama Benny  Prawira Siauw Pendiri Into the Light di Ruang Publik KBR. 


    Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]

    39 min
  • Pendaftaran Tanah Untuk Menjamin Kepastian Hukum Hak Atas Tanah

    Sebagai salah satu negara berkembang, Indonesia saat ini masih terus  melakukan pembangunan di segala bidang, baik oleh pemerintahan maupun  swasta. Hal ini berpotensi besar menyebabkan terjadinya banyak konflik  agraria di seluruh Indonesia, baik dari perkebunan, pertambangan,  infrastruktur hingga pertanian. Sepanjang 2016, terjadi 450 konflik yang  berdampak pada masyarakat. Maka dari itu Pemerintah melalui Kementerian  Agraria dan Tata Ruang/ Badan Pertanahan Nasional (ATR/ BPN) terus  melakukan percepatan Reforma Agraria, tak hanya untuk mengurangi konflik  pertanahan, namun juga guna menjamin pemerataan sosial-ekonomi. Lalu  apa itu Reforma Agraria? Apa saja programnya? Simak perbincangan bersama  Husaini, S.H., M.Kn. - Direktur Pengaturan dan Pendaftaran Hak Tanah,  Ruang dan PPAT di Ruang Publik KBR. 


    Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]

    40 min
  • Keterlibatan Perempuan dalam Mendorong Kebijakan Pengendalian Tembakau yang Lebih Baik

    Jaringan Perempuan Peduli Pengendalian Tembakau (JP3T) menyebut  perempuan dan anak Indonesia saat ini menjadi target konsumen utama  industri rokok. Karena itu dipandang mendesak agar Indonesia segera  meratifikasi FCTC (Framework Convention on Tobacco Control). Indonesia   adalah satu-satunya negara di Asia Pasifik yang belum meratifikasi FCTC.  Maka daripada menjadi korban, perempuan mestinya aktif terlibat dalam  pembuatan kebijakan publik supayan aturan pengendalian tembakau lebih  ketat dan tidak berdiam diri ketika menjadi target penjualan rokok. Pagi  ini kita ingin mencari tahu seperti apa keterlibatan perempuan dalam  mendorong kebijakan pengendalian tembakau yang lebih baik? Apa tantangan  yang kerap dihadapi perempuan ketika mendorong sebuah isu bisa diadopsi  menjadi kebijakan pemerintah? Simak perbincangan bersama Gatari Dwi  Hapsari Program Officer Jaringan Perempuan Peduli Pengendalian Tembakau  (JP3T) dan lewat sambungan telepon Luluk Ariyantiny Ketua Umum Pelopor  Peduli Disabilitas Situbondo (Yayasan PPDIS) dan Direktur Program Peduli  Disabilitas dengan Mitra Pilar PR Yakkum, The Asia Foundation yang  didukung Pemerintah Australia DFAT, serta Adriana Venny Aryani  Komisioner Komnas Perempuan di Ruang Publik KBR. 


    Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]

    42 min
  • Sudahkah Remaja Memahami Hak Reproduksi Mereka?

    Masa remaja merupakan peralihan masa kanak-kanak menjadi dewasa yang  melibatkan perubahan berbagai aspek seperti biologis, psikologis, dan  sosial-budaya. Salah satu hal yang perlu dipersiapkan pada remaja adalah  pengetahuan akan hak-hak reproduksi mereka. Konferensi International  tentang Kependudukan dan Pembangunan (ICPD), 1994 di Kairo menetapkan  tentang definisi tentang hak-hak reproduksi tersebut. Indonesia adalah  salah satu dari 178 negara yang ikut menandatangani dan mengakui hak  reproduksi remaja yang tertuang dalam dokumen rencana aksi ICPD. Ini  memberikan kewajiban kepada negara untuk memenuhi hak-hak reproduksi  remaja sebagaimana yang tertuang dalam rencana aksi ICPD. Tapi bagaimana  kondisi di lapangan? Apakah para remaja itu sudah paham akan hak-hak  reproduksi mereka? Apa dampaknya bila remaja tidak dibekali informasi  ini? SImak perbincangan bersama Novie Juanita Koordinator Program Remaja  PKBI DKI Jakarta, Umar Nashih Fasilitator Remaja PKBI DKI Jakarta dan  lewat sambungan telepon Yumna Nurtanty Tsamara Fasilitator PKBI Jawa  Barat di Ruang Publik KBR. 


    Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]

    41 min
  • Mengajarkan Anak Mengenali Hoaks

    Tidak hanya orang dewasa, anak-anak dan remaja juga bisa terpapar kabar  bohong atau hoaks. Seiring dengan perkembangan informasi dan media  sosial yang bergerak semakin pesat, ini tentunya sulit untuk dihindari.  Karena itu perlu untuk mengenalkan pada anak dan remaja bagaimana cara  untuk membedakan mana informasi yang bisa dipercaya mana yang hoaks.  Bagaimana caranya? Apa dampaknya bila anak tidak diedukasi sedini  mungkin. Simak perbincangan bersama Heni Mulyati Wakil Ketua Komite  Edukasi Masyarakat Anti Hoax Indonesia (MAFINDO) di Ruang Publik KBR. 


    Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]

    38 min

About Ruang Publik

From the publisher's feed

Perbincangan khas KBR. Mengangkat hal-hal yang penting diketahui demi kemaslahatan masyarakat. Hadir juga di 100 radio jaringan KBR se-Indonesia.

More shows like Ruang Publik

Apa Kata Tempo by Podcast Tempo Media

Apa Kata Tempo

3 Listeners

Dongeng Paman Gery by Dongeng Paman Gery

Dongeng Paman Gery

1 Listeners