
Sign up to save your podcasts
Or


Pekan lalu tepatnya 15 Februari 2023, merupakan peringatan 22 Tahun Mengenang Tragedi pekerja rumah tangga (PRT) Sunarsih. Dia kelaparan dan disiksa pemberi kerja hingga meninggal di Surabaya pada Februari 2001. Sunarsih bukan satu-satunya kasus PRT yang tidak mendapatkan hak-haknya, disiksa bahkan sampai meninggal. Masih banyak Sunarsih lain yang menghadapi hal serupa.
RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (PPRT) memang sudah diinisiasi DPR sejak 2004 tapi hingga kini belum juga disahkan menjadi undang-undang. Presiden RI Joko Widodo pun pada pertengahan bulan Januari lalu telah berkomitmen atas perlindungan PRT. Dia secara resmi meminta pengesahan RUU PPRT dipercepat.
Apa sebab RUU PRT tak kunjung disahkan hingga 19 tahun lamanya? Untuk membahas hal ini, telah hadir di Ruang Publik KBR, Lita Anggraini, Koordinator Jaringan Nasional Advokasi Pekerja Rumah Tangga (JALA PRT).
*Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]
Upaya pemberantasan korupsi di tanah air masih menghadapi jalan panjang dan berliku. Akhir bulan lalu Transparency International Indonesia (TII) merilis Indeks Persepsi Korupsi (IPK) Indonesia selama 2022. Indeks Persepsi Korupsi Indonesia berada di skor 34, turun dari 2021 dengan skor 38. Indonesia pun berada di urutan 110 dari 180 negara yang disurvei.
Deputi Sekretaris Jenderal Transparency International Indonesia, Wawan Suyatmiko menyebut penurunan 4 poin dari skor Indeks Persepsi Korupsi Indonesia di tahun 2021 adalah penurunan paling drastis sejak 1995.
Apa saja hal-hal yang menyumbang penurunan IPK di Indonesia dan langkah apa saja yang harus dilakukan agar posisi Indonesia tidak mendekati negara terkorup? Di Ruang Publik KBR pagi ini kita bincangkan hal ini bersama Alvin Nicola, Peneliti Transparency International Indonesia (TII).
*Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]
Dalam beberapa bulan mendatang, Indonesia akan memasuki tahapan pemilu serentak tahun 2024. Nah, hal ini menjadi perhatian khusus bagi Komisi Pemilihan Umum (KPU), sebagai lembaga yang bertanggungjawab atas pelaksanaan pemilu.
Dalam menyambut tahapan pemilu serentak tahun 2024, KPU tentu harus mempersiapkan dan memastikan segala kebutuhan dalam menjalankan tugas dan tanggungjawabnya. Mulai dari memastikan infrastruktur dan teknologi yang dibutuhkan, hingga memastikan adanya relawan dan petugas yang siap melakukan tugas pada hari pemilu nanti.
Seperti apa persiapan dan kesiapan KPU DKI Jakarta dalam mewujudkan Pemilu yang berkualitas, transparan dan akuntabel? kita akan bahas bersama narasumber:
*Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]
Pemilu tahun 2024 sudah di depan mata. Jelang pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) dan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Tahun 2024, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota terus mensosialisasikan dan memberikan edukasi kepada masyarakat, bagaimana agar menjadi pemilih yang cerdas. Bagaimana kriteria pemilih yang cerdas? Seperti apa program sosialisasi dan edukasi dilakukan oleh Bakesbangpol DKI Jakarta jelang Pemilu 2024? kita akan bahas bersama narasumber:
*Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]
Penyakit kanker tidak hanya menyerang orang dewasa, tapi juga anak-anak. World Health Organization (WHO) memperkirakan ada sekitar 8.600-an anak usia 0-14 tahun pasien kanker pada 2020 di Indonesia. Angka ini menjadikan Indonesia berada di urutan pertama dengan jumlah kasus kanker anak terbanyak di Asia Tenggara.
Tidak seperti kanker pada orang dewasa, kanker anak masih belum diketahui secara pasti penyebabnya. Oleh karena itu di Ruang Publik KBR pagi ini akan kita dengarkan seperti apa tantangan dalam penanganan kanker anak dan juga cerita orangtua bagaimana anaknya bisa sembuh dari kanker.
Sudah bergabung bersama kita, ada dokter Edi Setiawan Tehuteru, Konsultan Hematologi-Onkologi Anak dari Tzu Chi Hospital dan Ibu Magritje Roring atau Mama Mothy, Orangtua Timothy Penyintas Kanker Anak dari Yayasan Anyo Indonesia (YAI).
*Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]
Persaingan memasuki dunia kerja memang tidak mudah. Banyak sekali persaingan yang harus dihadapi oleh para lulusan sekolah menengah maupun perguruan tinggi. Persaingan yang sangat ketat, bukan lagi alasan untuk generasi milenial tidak merencanakan karir dengan sebaik-baiknya. Hal ini menjadi tantangan besar bagi generasi milenial sebagai calon tenaga kerja.
Perkembangan sosial, ekonomi, dan budaya yang semakin pesat menuntut generasi milenial sebagai calon tenaga kerja untuk meningkatkan kompetensi sehingga mampu menjawab tantangan era baru ini, era revolusi industri 4.0.
Perencanaan karir merupakan proses panjang yang dilalui individu untuk mempersiapkan tidak hanya satu keputusan tetapi untuk puluhan keputusan, artinya perencanaan memerlukan persiapan yang matang karena akan mempengaruhi banyak keputusan dalam kehidupan individu. Lalu, seberapa penting perencanaan karir bagi milenial ini? Seperti apa step by step dalam merencanakan karir yang tepat? kita akan bahas bersama narasumber:
*Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]
Gejala stres pada anak memang beragam. Mulai dari kurang istirahat, padatnya waktu belajar, dan lain sebagainya membuat anak sulit berkonsentrasi. Salah satu upaya yang bisa dilakukan orang tua dalam hal ini adalah untuk mengajarkan micro break pada anak. Sederhananya, micro break adalah istirahat singkat yang berkisar antara 30 detik hingga lima menit yang dilakukan sepanjang hari.
Lalu, apa saja manfaat micro break bagi anak? Apa saja aktivitas yang ideal pada saat anak melakukan micro break? Kita akan bahas di Ruang Publik KBR bersama narasumber:
1. Anastasia Respati - Marcomm Manager PT United Family Food
2. Livia - Brand Executive PT United Family Food
Tahukah Anda bahwa bermain merupakan aktivitas yang memiliki banyak sekali manfaat untuk buah hati. Karena, bermain selain membuat anak-anak merasa senang ternyata bermain juga merupakan aktivitas yang memiliki banyak sekali simulasi bagi anak, terutama untuk aspek motorik baik halus maupun kasar, kemudian kognitif, sosial, dan sosio emosional.
Tentu, sebagai orang tua, kita menginginkan anak dapat bermain dengan aman. Mainan yang aman dan ramah bagi anak juga membantu dalam perkembangan fisik, emosi, dan intelektual mereka. Sebaliknya, mainan yang tidak aman dapat menyebabkan cedera atau bahkan mengancam jiwa.
Saat ini banyak sekali mainan yang beredar di masyarakat. Tahukan Anda cara memilih mainan yang tepat untuk anak yang ramah serta sesuai dengan usia perkembangannya? Lalu, apa saja contoh mainan yang aman dan ramah bagi anak? kita akan bahas bersama narasumber:
*Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]
Dalam era perkembangan teknologi dan meningkatnya pencemaran udara saat ini, pemerintah mengambil inisiatif untuk mempromosikan penggunaan kendaraan listrik sebagai solusi alternatif. Subsidi kendaraan listrik merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mempermudah transisi dari kendaraan bahan bakar fosil ke kendaraan ramah lingkungan.
Subsidi ini memberikan insentif bagi masyarakat untuk membeli kendaraan listrik dan membantu mengurangi biaya yang dikeluarkan. Lalu, berapa besaran subsidi yang diberikan kepada masyarakat? Bagaimana implementasinya agar subsidi ini tepat sasaran? kita akan bahas bersama narasumber:
Tory Damantoro - Ketua Umum Masyarakat Transportasi Indonesia
*Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]
Penyakit cacingan adalah salah satu dari Neglected Tropical Diseases (NTDs) atau Penyakit Tropis Terabaikan yang masih menjadi beban Indonesia. Bersama penyakit NTDs lainnya, cacingan disebabkan oleh berbagai patogen, termasuk virus, bakteri, protozoa, dan cacing parasit.
Data Kementerian Kesehatan, tahun 2021 sebanyak 36,97 juta anak mendapatkan obat pencegahan massal (POPM) cacingan. Kemenkes juga melakukan survei pascapemberian obat cacing. Hasilnya ada 66 kabupaten kota yang memiliki prevalensi cacingan di bawah 5 persen, dan 26 daerah lainnya yang memiliki prevalensi cacingan di atas 10 persen.
Di Ruang Publik KBR pagi kita bahas lebih jauh apa dampak cacingan dan bagaimana menghilangkan penyakit ini?
Sudah bergabung bersama kita, dr. Ayodhia Pitaloka Pasaribu, Anggota Unit Kerja Koordinasi Infeksi Tropik Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI).
From the publisher's feed

3 Listeners

1 Listeners