Ruang Publik

Ruang Publik

By KBR PrimeNews
Download on the App Store

Ruang Publik episodes

  • #SalingDukung Lewat Muslim Lifefest 2022

    Tren fashion busana muslim di Indonesia terus berkembang. Pemerintah melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) telah mencanangkan Indonesia menjadi pusat fashion muslim dunia.

    Melihat potensi besar tersebut, Lima Events Bersama Komunitas Pengusaha Muslim Indonesia (KPM) menggelar Pameran Muslim LifeFest 2022. Pameran serupa pertama kali diselenggarkan pada tahun 2019 yang diikuti oleh 350 peserta dan dihadiri oleh 60,000 pengunjung di 3 hari pelaksanaan. Akan tetapi, karena adanya pandemi COVID-19 pameran Muslim LifeFest ini tidak dapat diselenggarakan kembali pada tahun berikutnya.

    Pada tahun 2022 ini, Pameran Muslim LifeFest diadakan kembali untuk saling mendukung bangkitnya ekonomi Islam di Indonesia melalui tagline #SalingDukung. Acara ini diselenggarakan sebagai puncak dari 2 pameran Muslim LifeFair di Jakarta dan Jogja yang sudah dilaksanakan beberapa waktu lalu yang mendapatkan persentase transaksi hampir 80% dan tingkat kepuasan pengunjung di atas 90%. Lalu, seperti apa pameran Muslim LifeFest yang akan diselenggarakan di tahun 2022? Agenda apa saja yang sudah disiapkan? kita akan perbincangkan bersama narasumber: Ilham Pradipta - Head of Sponsorship, LIMA Events.

    *Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]

    49 min
  • Mengapa Cakupan Pemberian ASI Ekslusif di Indonesia Belum Merata?

    Bulan Agustus merupakan Bulan Menyusui Indonesia. Meski penting, namun target cakupan pemberian ASI secara eklusif secara nasional masih belum merata. 

    Kementerian Kesehatan mencatat persentase pemberian ASI eksklusif bayi berusia 0-5 bulan sebesar 71 an persen pada 2021, naik tipis dibandingkan tahun sebelumnya. Namun, sebagian besar provinsi angkanya di bawah rata-rata nasional. Antara lain Gorontalo, Kalimantan Tengah dan juga DKI Jakarta. 

    Apa sebab cakupan pemberian ASI secara ekslusif belum merata? Apa tantangannya? Untuk membahas ini di Ruang Publik KBR kita akan simak penjelasan Farahdibha Tenrilemba, Wakil Ketua Umum Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) dan Dokter Naomi Esthernita F. Dewanto, Ketua Satuan Tugas (satgas) ASI IDAI.

    **Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]



    47 min
  • Bicara Aksi Generasi Iklim Bersama Child Campaigners Save The Children Indonesia

    Krisis iklim memengaruhi kesehatan dan kesejahteraan anak dalam berbagai bentuk.  Di bidang kesehatan, data Kementerian Kesehatan tentang Data & Informasi Dampak Perubahan Iklim di Sektor Kesehatan 2021, menjelaskan bahwa penyakit yang berkaitan dengan salah satunya perubahan iklim yaitu, diare, pneumonia, infeksi saluran pernafasan akut, serta beberapa masalah gizi seperti stunting dan underweight.

    Kemampuan anak dan keluarga  untuk beradaptasi dengan dampak  krisis iklim juga terbatas, salah satu alasannya karena pengetahuan, serta minimnya informasi dan pendampingan dari berbagai pihak. Untuk itu penting untuk memprioritaskan peningkatan kapasitas adaptasi anak dan keluarga serta memenuhi kebutuhan paling utama pada keluarga yang paling terdampak.

    Save the Children Indonesia merupakan bagian dari gerakan global Save the Children Internasional yang bekerja memperjuangkan hak-hak anak di lebih dari 120 negara di dunia. Save the Children Indonesia mendorong pentingnya pemenuhan hak-hak anak yang berfokus pada membangun ketahanan atau resiliensi anak dan keluarga, terutama mereka yang paling terdampak situasi buruk krisis iklim. Lalu, seperti apa aksi generasi iklim bersama Child Campaigners Save The Children Indonesia dalam memperjuangkan hak-hak anak Indonesia?

    Narasumber :

    Ranti - Child Campaigner Jawa Barat

    Kahfi - Child Campaigner Yogyakarta

    Riziq - Child Campaigner Sulawesi Tengah

    **Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]



    46 min
  • Pulih Lebih Cepat, Bangkit Lebih Kuat dan Sehat Selalu Bangsaku!

    Peringatan hari Kemerdekaan RI ke 77 tahun 2022 sangat istimewa. Karena Indonesia bisa lolos dari krisis multidimensi yang diakibatkan oleh Pandemi Covid 19. Serangan virus Covid selama dua tahun telah melumpuhkan semua sendi kehidupan masyarakat. Namun dengan kekuatan kolektif, pandemi Covid dan krisis yang ditimbulkan dapat dilewati dengan selamat.

    Dari sekian banyak sektor yang terpuruk seperti ekonomi, pendidikan, pariwisata dan sebagainya. Ada satu sektor yang langsung terpukul yaitu sektor kesehatan. Namun dengan kemampuan adaptasi masyarakat Indonesia, masalah kesehatan dapat ditangani.

    Salah satu kontribusi masyarakat dalam melawan Covid adalah dengan membuat racikan rempah-rempah untuk obat tradisional. Hasilnya imunitas meningkat dan daya tangkal terhadap Covid makin kuat. Maka tidak heran jika bangsa Indonesia Bangkit Lebih Kuat dalam menghadapi Pandemi.

    Oleh sebab itu dalam rangka memperingati Proklamasi ke 77 kita akan angkat tema Kemerdekaan yaitu Pulih Lebih Cepat, Bangkit Lebih Kuat, dan yang penting Sehat Selalu Bangsaku! kita akan perbincangkan bersama narasumber :

    1. Inang Winarso - Direktur YKIS

    2. Annisa Zahra – Aktivis Mahasiswa UNJ

    **Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]


    48 min
  • Hepatitis, Penyakit Hati Untuk dihindari

    Penyakit Hepatitis merupakan masalah kesehatan masyarakat di dunia termasuk di lndonesia, yang terdiri dari Hepatitis A, B, C, D dan E. lndonesia menjadi negara dengan endemisitas tinggi Hepatitis B, terbesar kedua di Asia Tenggara setelah Myanmar. Berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas), studi dan uji saring darah donor PMI, diperkirakan di antara 100 orang lndonesia, 10 di antaranya telah terinfeksi Hepatitis B atau C. Lebih jauh lagi, tingkat kematian akibat hepatitis di Indonesia juga paling tinggi di Asean pada 2019 dengan 2,14 kematian per 100 ribu penduduk.

    Pemerintah Indonesia telah melakukan berbagai upaya yang telah dimulai sejak 1997 berupa imuniasi hepatitis B, deteksi dini Hepatitis B ibu hamil, pemberian immunoglobin pada bayi baru lahir dari ibu Hepatitis B, serta deteksi dini Hepatitis C. Indonesia juga menyepakati komitmen global untuk eliminasi Hepatitis B dan C pada tahun 2030 yang didahului dengan tercapainya eliminasi Hepatitis B pada bayi dari ibu hamil yang reaktif Hepatitis B tahun 2022. Lalu seperti apa masalah hepatitis di Indonesia? Dan bagaimana cara pencegahannya? kita akan perbincangkan bersama narasumber :

    1. dr. Tiffany Tiara Pakasi, MA - Plt. Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular, Kemenkes RI

    2. Prof. Dr. dr David Handojo Muljono, SpPD, Ph.D - Spesialis Penyakit Dalam

    **Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]




    48 min
  • Apa Itu Polusi Udara dan Bagaimana Mengidentifikasinya?

    Kualitas udara yang baik akan mendukung kehidupan manusia namun sayangnya saat ini kualitas udara sudah mulai tercemar polusi. Berdasarkan data dari IQAir, per Juni 2022 Jakarta menjadi kota dengan kualitas udara paling buruk sedunia. Indeks kualitas udara di Jakarta sudah masuk dalam kategori yang tidak sehat.

    Bagaimana cara kita bisa tahu kalau udara di sekitar kita kualitasnya tidak baik? Pagi ini di Ruang Publik KBR, Vitri Angreni berbincang dengan perwakilan dari WRI Indonesia. Ada Azka Ghaida, riset analis untuk kualitas udara dan iklim di WRI Indonesia.

    *Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]

    49 min
  • Solidaritas Antargenerasi-Menciptakan Dunia Untuk Semua Usia

    Setiap tanggal 12 Agustus, kita peringati sebagai Hari Remaja Internasional (International Youth Day). Momen ini merupakan apresiasi terhadap peran remaja dalam kehidupan bermasyarakat. Remaja merupakan agen perubahan yang dapat mendukung upaya global dalam menangani berbagai masalah yang ada.

    Hari Remaja Internasional juga menjadi momen penting bagi pemerintah dan masyarakat untuk menghadapi dan merenungkan permasalahan yang dihadapi oleh para remaja. Salah satu permasalahan yang kerap terjadi adalah hubungan kerjasama antara orang muda dan orang dewasa. Adanya fenomena ageism (Perilaku diskriminatif dan prasangka buruk terhadap usia) dan fenomena tokenisme (Tindakan setengah hati atau tidak tulus terhadap kelompok tertentu) pada orang muda dari orang dewasa begitupun sebaliknya, contohnya banyak orang muda distigma tidak memiliki kapasitas mengambil keputusan dan tidak memiliki kemampuan di bidang tertentu, maupun orang dewasa yang ketika melakukan atau menekuni sesuatu diremehkan oleh orang muda karena dianggap hal tersebut hanya orang muda yang mampu untuk melakukannya.

    Lalu bagaimana menyikapi permasalahan ageism dan tokenisme di kalangan orang muda dan orang dewasa? Seperti apa menciptakan kesetaraan di antara keduanya? kita akan perbincangkan bersama narasumber:

    1. Lena Sutanti - Konten Kreator Isu keberagaman

    2. Abigaili Muria - Co-founder Whats Is Up Indonesia dan Lalita Project, Activisme Orang Muda

    3. Sakdiyah Ma'ruf - Komika, Fasilitator, Interpreter

    *Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]

    52 min
  • Kenali Tanda dan Gejala Kanker Kepala Leher

    Data Globocan tahun 2020 menyebut kejadian baru kanker kepala dan leher di dunia lebih dari 900 ribu yang merupakan penjumlahan dari kanker jenis kanker bibir dan rongga mulut, lidah, orofaring, hipofaring, laring, nasofaring, dan kelenjar ludah. Karena itu kanker kepala dan leher tercatat menjadi penyebab kematian pada urutan ketujuh di dunia dan kasusnya 5 persen dari seluruh kanker di dunia.

    Seperti apa tanda dan gejala dari kanker kepala dan leher? Bagaimana pengobatannya dan siapa yan berisiko? Pagi ini di Ruang Publik KBR kita akan membahas tema ini bersama dua narasumber. Ada Dokter Diani Kartini, Spesialis Bedah Konsultan Onkologi dari Divisi Bedah Onkologi RSCM dan Ibu Hartini, Survivor Kanker Lidah Stadium 3 dari Cancer Information and Support Center (CISC).

    *Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]

    49 min
  • Cakupan Vaksin Covid-19 Booster Pertama dan Persiapan Booster Kedua

    Hingga saat ini Covid-19 belum berlalu. Vaksinasi masih perlu diintensifkan agar dapat menekan penularan dan meningkatkan kekebalan komunal. Untuk itu, pemberian dosis ketiga atau booster harus digencarkan agar ketahanan masyarakat meningkat dalam menghadapi risiko penularan Covid-19.

    Di tengah pelaksanaan vaksinasi dosis ketiga atau booster pertama, secara paralel Kementerian Kesehatan (Kemenkes) resmi mengeluarkan program vaksinasi Covid-19 dosis keempat atau booster kedua yang ditujukan untuk Tenaga Kesehatan (Nakes) di Indonesia pada Jumat, 29 Juli lalu. Pelaksanaan booster kedua Nakes dilaksanakan serentak di fasilitas kesehatan masing-masing daerah.

    Lalu, seperti apa cakupan vaksinasi booster pertama hingga saat ini? Mengapa secara bersamaan pemerintah juga menjalankan program vaksinasi booster kedua? Apa urgensinya? kita akan perbincangkan bersama narasumber:

    1. dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid - Juru Bicara Kementerian Kesehatan RI

    2. Dr. dr. Hariadi Wibisono, MPH - Ketua Umum Perhimpunan Ahli Epidemiologi indonesia

    *Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]

    50 min
  • Mampukah RUU KUHP Menjerat Korporasi Perusak Lingkungan?

    RUU KUHP sebagai rancangan undang-undang yang mengatur mengenai hukum pidana secara umum, tentunya sangat bersinggungan dengan kepentingan hukum publik, HAM, dan kebebasan sipil. Pengaturan tindak pidana lingkungan hidup yang merupakan kejahatan serius tentu tidak boleh lebih buruk dari Undang-Undang No. 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Hal ini demi memberikan perlindungan baik kepada masyarakat maupun lingkungan hidup itu sendiri.

    Draf RUU KUHP per 4 Juli 2022 telah memberikan pengakuan atas subjek hukum pidana korporasi, yang apabila diatur secara cermat dapat menciptakan penegakan hukum yang dapat memberikan perlindungan masyarakat dari kejahatan korporasi. Tetapi, rumusan subjek hukum korporasi dan tindak pidana lingkungan yang ada di RUU KUHP saat ini justru berpotensi mempersulit pembuktian terhadap tindak pidana lingkungan hidup. Lalu, seberapa penting peninjauan ulang terhadap draf RUU KUHP? dan seperti apa ketentuan tentang pemidanaan korporasi serta tindak pidana lingkungan dalam RUU KUHP? kita akan perbincangkan bersama narasumber:

    1. Andreas Marbun - Peneliti Indonesia Judicial Research Society (IJRS)

    2. Marsya M. Handayani - Peneliti ICEL

    *Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]

    50 min

About Ruang Publik

From the publisher's feed

Perbincangan khas KBR. Mengangkat hal-hal yang penting diketahui demi kemaslahatan masyarakat. Hadir juga di 100 radio jaringan KBR se-Indonesia.

More shows like Ruang Publik

Apa Kata Tempo by Podcast Tempo Media

Apa Kata Tempo

3 Listeners

Dongeng Paman Gery by Dongeng Paman Gery

Dongeng Paman Gery

1 Listeners