
Sign up to save your podcasts
Or


HIV AIDS masih menjadi masalah kesehatan global, Badan Kesehatan Dunia (WHO) pada 2019 menyatakan bahwa HIV AIDS tercatat sebagai penyebab kematian 32 juta orang di dunia. DI Indonesia, diperkirakan orang yang hidup dengan HIV mencapai 500ribu jiwa pada 2020, dan Kementerian Kesehatan RI mencatat persentase kumulatif AIDS tertinggi pada kelompok umur 20-39 tahun yaitu 63,1 persen. Artinya enam dari sepuluh penderita AIDS adalah kelompok usia muda dan usia produktif.
Di lain pihak, kaum muda milenial yang jumlahnya mencapai sekitar sepertiga dari jumlah penduduk Indonesia juga menjadi sasaran strategis untuk mencegah dan menanggulangi infeksi HIV. Mereka dapat menjadi agen informasi dan agen perubahan yang akan membawa masyarakat dalam paradigma yang lebih sehat dalam menyikapi HIV AIDS. Lalu bagaimana peran serta anak muda untuk melawan epidemi HIV? Dan apa saja kegiatan yang dilakukan untuk merangkul sesama anak muda di usia produktif mencegah penularan HIV? akan kita perbincangan dalam Ruang Publik KBR bersama narasumber:
1. Dolfi Rumampuk - Koordinator Program YKIS
2. Fitriana Kusaini - Aktifis Universitas Negeri Jakarta
*Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]
Presiden Joko Widodo resmi meneken Undang-undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual atau UU TPKS dengan nomor perundangan UU Nomor 12 Tahun 2022 tentang TPKS. UU yang berisi 93 pasal ini resmi ditandatangani Presiden Jokowi pada 9 Mei 2022.
UU TPKS memasukkan sembilan jenis kekerasan seksual yang bisa dijerat pidana, salah satunya yaitu kekerasan seksual berbasis elektronik (KSBE) yang diatur dalam pasal 14. UU TPKS juga memasukkan tiga poin usulan masyarakat yakni victim trust fund atau restitusi untuk korban, dan disabilitas.
Sebebelumnya kami sudah berbincang soal Skema Victim Trust Fund ini dan mengapa penerapan ganti rugi melalui victim trust fund ini penting diterapkan. Berikut perbincangan Vitri Angreni bersama peneliti The Institute for Criminal Justice Reform (ICJR), Maidina Rahmawati.
*Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]
Berbagai bentuk diskriminasi dan pengucilan dialami oleh kelompok minoritas seksual dan gender yang umumnya dikenal sebagai LGBT (lesbian, gay, biseksual, dan transgender). Dahulu homoseksualitas dianggap sebagai penyakit kejiwaan. Namun Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada 17 Mei 1990 menyatakan telah mengeluarkan homoseksualitas dari kategori penyakit dan gangguan jiwa. Satu dekade kemudian, peristiwa penting tersebut diperingati sebagai IDAHOBIT (International Day Against Homophobia, Transphobia, and Biphobia), atau hari internasional melawan homofobia, transfobia, dan bifobia setiap tanggal 17 Mei. Peringatan IDAHOBIT juga menjadi langkah untuk mendapatkan perhatian publik dan memperluas kesadaran menghapus diskriminasi dan kebencian terhadap kelompok LGBT.
Lalu bagaimana cara untuk mewujudkan masyarakat yang inklusif dan setara, termasuk bagi kelompok minoritas seksual dan gender? Serta bagaimana perayaan IDAHOBIT tahun ini? akan kita perbincangan dalam Ruang Publik KBR bersama narasumber :
1. Maulidia - Dewan Nasional YIFoS Indonesia
2. Nurdiansyah - Serikat Pekerja Media dan Industri Kreatif untuk Demokrasi (SINDIKASI)
3. Lenny Sugiharto - Presidium Jaringan Transgender Indonesia
*Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]
Setelah momen bahagia di masa lebaran usai, ada hal yang perlu diwaspadai orang tua. Pascalibur lebaran, anak cenderung mengalami demam. Penyebabnya beragam. Kelelahan akibat perjalanan mudik yang lama, perubahan pola makan, dan ritme tubuh yang berubah saat liburan.
Apa saja yang orang tua perlu tahu soal demam pada anak pascalebaran ini? Berikut ini kita simak penjelasan Dokter Anggraini Alam, Spesialis Anak, Ketua Unit Kerja Koordinasi (UKK) Infeksi Tropis, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dan orang tua yang mudik bersama keluarga, Reski Messanto.
*Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]
Lupus dikenal sebagai penyakit seribu wajah. Ia sulit didiagnosis karena sering disalahartikan sebagai penyakit lain. Bahkan ada yang tidak tahu bahwa mereka hidup dengan penyakit ini selama waktu yang cukup lama. Lupus perlu diwaspadai sebab diagnosisnya tidak mudah dan seringkali terlambat.
Kementerian Kesehatan pun sudah mencanangkan program deteksi dini Lupus yang disebut dengan Periksa Lupus Sendiri (SALURI). SALURI dapat dilakukan di Pos Pembinaan Terpadu (POSBINDU), Puskesmas atau di sarana pelayanan kesehatan lainnya.
Di Ruang Publik KBR pagi ini akan kita dengarkan cerita orang dengan Lupus. Ada Tiara Savitri yang juga Ketua Yayasan Lupus Indonesia dan Henny Fitrina.
*Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]
Koalisi Seni meluncurkan laporan mereka soal potret kebebasan berkesenian 2021. Mereka menemukan kalau aturan pembatasan penyelenggaran kegiatan selama masa pandemi Covid-19 terutama untuk kegiatan-kegiatan seni, diterapkan secara tidak konsisten dan transparan. Acara-acara seni yang melibatkan pejabat pemerintahan dapat tetap terlaksana, sementara acara lain tidak diperbolehkan.
Dari catatan mereka, sepanjang 2021 ada 48 kasus pelanggaran kebebasan berkesenian, 39 di antaranya terkait Covid-19. Jumlah ini lebih banyak dari tahun 2020, yakni 12 kasus yang semuanya terkait Covid-19.
Lalu seperti apa langkah yang perlu dilakukan berbagai pihak agar pekerja seni dapat kembali berkarya di tengah pembatasan akibat pandemi ini? Kita simak penjelasan Ratri Ninditya, Koordinator Peneliti Kebijakan Koalisi Seni, Arief Maulana Direktur LBH Jakarta dan Pematung, Dolorosa Sinaga.
*Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]
Badan Kesehatan Dunia WHO secara resmi menyatakan Hepatitis Akut yang belum diketahui penyebabnya sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB). Sejak secara resmi dipublikasikan sebagai KLB oleh WHO pada April lalu, jumlah laporan kasus ini terus bertambah. Tercatat ada lebih dari 220an kasus dilaporkan oleh 20 negara.
Di Indonesia, 3 pasien anak dengan dugaan hepatitis akut yang belum diketahui penyebabnya meninggal dunia di Rumah Sakit Dr. Cipto Mangunkusumo Jakarta. Ketiga pasien tersebut merupakan rujukan dari rumah sakit yang berada di Jakarta Timur dan Jakarta Barat.
Langkah pencegahan seperti apa yang bisa dilakukan agar anak tidak mengalami berbagai gejala Hepatitis Akut yang belum diketahui penyebabnya ini? Apa yang harus dilakukan agar kasus anak yang terinfeksi tidak semakin bertambah? Pagi ini akan kita simak penjelasan Dokter Muzal Kadim, Spesialis Anak yang merupakan Ketua Unit Kerja Koordinasi (UKK) Gastro-Hepatologi di Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dan Masdalina Pane, Kepala Bidang Pengembangan Profesi Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia (PAEI).
*Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]
Menteri Komunikasi dan Informatika, Johnny G Plate menilai, penyelenggaraan Pemilu 2024 dapat dilakukan secara digital. Salah-satunya yakni menggunakan e-voting.
Namun, sejumlah pakar keamanan teknologi menyebut, ada banyak hal yang harus disiapkan dalam melaksanakan e-voting ini, termasuk infrastrukturnya.
Lalu, sejauh mana kesiapan Indonesia menerapkan e-voting? Berikut perbincangan kami bersama Peneliti Bidang Politik The Indonesian Institute (TII), Ahmad Hidayah.
*Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]
Konsumsi minuman berpemanis dalam kemasan di Indonesia menempati posisi ketiga tertinggi di wilayah ASEAN. Menyikapi hal ini, sejumlah peneliti mendesak pemerintah untuk menerapkan cukai pada Minuman Berpemanis Dalam Kemasan (MBDK).
Lalu seberapa bahaya minuman berpemanis ini? dan seberapa penting penerapan cukainya? berikut perbincangan kami bersama Research Manager Center for Indonesia Strategic Development Initiatives (CISDI), Gita Kusnadi.
*Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]
Membangun ruang kesetaraan bisa lewat apapun dan kepada siapapun. Ini dibuktikan oleh anak muda yang memfasilitasi dan membantu disabilitas agar bisa menyalurkan hobi, seperti bersepeda. Komunitas Sepedaptif salah satunya, komunitas ini membantu teman-teman disabilitas untuk bisa bersepeda.
Selain Sepedaptif, ada juga Yayasan Inspirasi Indonesia Membangun. Yayasan ini melibatkan masyarakat terpinggirkan seperti bekas warga binaan atau napi hingga disabilitas dalam mengembangkan usaha
Lalu seperti apa gerakan baik dari kedua komunitas ini? Berikut perbincangan kami bersama Co Founder Sepedaptif, Agus Susanto dan Ketua Yayasan Inspirasi Indonesia Membangun (YIIM), Chrisbiantoro.
*Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]
From the publisher's feed

3 Listeners

1 Listeners