
Sign up to save your podcasts
Or


Gangguan bipolar sangat berpengaruh dalam kesejahteraan hidup kita baik secara fisik maupun sosial. Maka dari itu, sejumlah perkumpulan psikiatri meminta masyaraat untuk tidak menstigma dan mengucilkan orang terdekat yang memiliki bipolar.
Dikutip dari CNN, 77 persen orang dengan bipolar mengaku hidup terisolasi atau merasa sendiri. Sebanyak 81 persen merasa bahwa tak ada orang yang memahami apa yang mereka alami.
Sementara itu, University of Michigan melakukan penelitian tentang gangguan bipolar yang berlangsung selama dua dekade. Mereka menemukan bahwa gangguan bipolar tidak dapat digolongkan oleh satu akar penyebab, karena sebagian besar merupakan hasil dari kombinasi faktor biologis dan lingkungan.
Lalu bagaimana seharusnya kita lebih peduli kepada orang dengan bipolar? Kami akan hadirkan perbincangan bersama Yarra Rama, Ketua Komunitas Bipolar Bali.
*Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkai t podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]
Indonesia dikenal juga sebagai negeri sungai. Sedikitnya ada sekitar 330 sungai besar yang mngalir di pula-pulau di Indonesia. Namun, sebagian sungai yang telah membangun peradaban bangsa Indonesia, saat ini mengalami kerusakan. Baik karena illegal logging, pertanian, perkebunan, permukiman, penambangan, hingga limbah industri dan sampah rumah tangga.
Lalu bagaimana kerusakan sungai hingga saat ini? berikut perbincangan saya bersama Tim Investigasi Lembaga Kajian Ekologi dan Konservasi Lahan Basah (Ecoton), Amiruddin Mutaqin dan Direktur Ekskutif Nasional WALHI, Zenzi Suhadi.
*Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkai t podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]
Bulan ini, tepatnya tanggal 7 April 2022 kita peringatIi sebagai Hari Kesehatan Sedunia. Dengan mengusung tema “Hapuskan Stigma dan Diskriminasi Kusta”, peringatan ini sekaligus menjadi momentum yang baik untuk mengingatkan semua pihak tentang pentingnya meletakkan kesehatan sebagai prioritas dari semua aspek kehidupan. Namun sejalan dengan itu, hingga saat ini kusta masih menjadi issue yang luput dari perhatian. Masyarakat seringkali terlupa, jika penyakit kusta masih ada di antara kita, terbukti hingga saat ini Indonesia tetap menempati urutan ke-3 sebagai penyumbang kasus baru kusta dengan 17.000 kasus baru per tahun. Selain itu, berbagai permasalahan juga masih dirasakan oleh orang-orang yang mengalami kusta. Dari masalah fisik, psikologis, mental dan sosial, baik pada pasien kusta, hingga masyarakat disekitarnya.
Permasalahan kesehatan adalah tanggung jawab bersama, dalam upaya mengedukasi masyarakat dan memutus mata rantai penularan kusta secara komprehensif di masyarakat, kolaborasi pentahelix yang melibatkan lintas sector perlu dilakukan. Di antaranya akademisi, pemerintah, pelaku bisnis, komunitas hingga media. Lalu seperti apa kolaborasi pentahelix untuk atasi kusta dilakukan? akan kita perbincangan dalam Ruang Publik KBR bersama narasumber :
1. Dr. dr. Flora Ramona Sigit Prakoeswa, Sp.KK, M.Kes, Dipl-STD HIV FINSDV - Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (PERDOSKI)
2. R Wisnu Saputra, S.H., S.I.Kom - Jurnalis/Ketua Bidang Organisasi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kab. Bandung
**Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]
Polemik perpanjangan masa presiden dan penundaan pemilu hingga kini masih bergulir. Meski sebelumnya presiden meminta para menterinya untuk tidak membicarakan ini, namun nyatanya gaung perpanjangan masa presiden masih terus terdengar. Penolakan perpanjangan masa presidenpun terus disuarakan sejumlah pihak seperti aliansi BEM, Fraksi DPR dan masyarakat umum lain.
Lalu, bagaimana dampak dari polemik ini jika tidak diatasi dengan tepat? Berikut perbincangan saya bersama Direktur Pusat Studi Konstitusi (Pusako) Universitas Andalas, Feri Amsari dan Anggota Dewan Pembina Perkumpulan Untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Titi Anggraini.
*Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]
Indonesia memiliki keanekaragaman hayati yang sangat tinggi. Di antaranya berada di lautan. Seluruh sumber daya tersebut tentu dapat dimanfaatkan, tetapi pemanfaatannya perlu dilakukan dengan bijak. Agar dapat dirasakan generasi mendatang.
Upaya pelestarian-pun harus terus dilakukan, pasalnya masih banyak temuan soal kerusakan laut yang mengancam ekosistem dan manusia.
Lantas bagaimana seharusnya kita menjaga laut nusantara? Berikut perbincangan saya bersama Tezza Napitupulu, Peneliti Ekonomi Lingkungan World Resources Institute (WRI) dan Wiro Wirandi, Ocean Program Manager EcoNusa.
*Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]
Setiap bulan Ramadan, umat Muslim di dunia diwajibkan untuk berpuasa. Puasa disarankan bagi mereka yang sehat dan mampu menjalankannya. Namun bagi orang yang sedang sakit, ada beberapa kondisi khusus yang harus diperhatikan jika ingin berpuasa. Termasuk bagi Orang dengan HIV/AIDS (ODHA). Mereka setiap hari diharuskan untuk mengonsumsi obat antiretroviral (ARV), tepatnya setiap 12 jam sekali, padahal, di Indonesia, seorang Muslim diharuskan untuk berpuasa selama kira-kira 13 jam.
Lalu bagaimana ketentuan bagi ODHA yang ingin tetap berpuasa di bulan Ramadan? Apa tantangan yang dihadapi selama ODHA berpuasa? akan kita perbincangan dalam Ruang Publik KBR bersama narasumber: dr. Ayie Sri Kartika - Kapala Instalasi Rawat Inap PKJN, RSJ dr. H. Marzoeki Mahdi Bogor dan Ricky Pratama - Orang dengan HIV AIDS (ODHA).
*Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]
Siapa yang masih belum mengetahui mengenai penyakit kelainan darah, Hemofilia. Hemofilia adalah kondisi darah pada seorang yang tidak dapat membeku dengan sendirinya secara normal. Proses pembekuan darah tidak secepat dan sebanyak orang lain.
Hasil survei Lembaga Hemofilia Dunia (WFH) mencatat, di Asia Tenggara jumlah penderita hemofilia mencapai 1:10 ribu penderita. Sementara di Indonesia ada lebih dari sepuluh ribu penderita.
Lalu, seberapa bahaya hemofilia? dan bagaimana cerita para penyintas yang hidup dengan kelainan darah ini? Berikut perbincangan saya bersama Ade Nastyar, Penyintas Hemofilia & Ketua Himpunan Masyarakat Hemofili Indonesia Provinsi Banten.
*Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]
Sejumlah penyintas Covid-19 hingga saat ini masih merasakan gejala yang sama dalam jangka waktu yang lama. Kondisi demikian dikenal dengan nama long covid.
Sebuah studi memperkirakan, 10 hingga 30 persen pasien yang terinfeksi virus corona berisiko mengalami gejala long covid.
Lalu apa saja ciri dari long covid ini? Dan bagaimana upaya penyembuhannya? berikut perincangan bersama Pendiri Covid Survivor Indonesia, Juno Simorangkir dan Sekretaris Umum Perhimpunan Dokter Paru Indonesia, Dokter Erlang Samoedro.
*Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]
Penggunaan plastik di dunia terus meningkat, termasuk di Indonesia. Kementeriam Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyebut total sampah nasional pada 2021 mencapai 68,5 juta ton. Dari jumlah itu, sebanyak 17 persen, atau sekitar 11,6 juta ton, disumbang oleh sampah plastik. Peningkatan volume sampah plastik dari tahun ke tahun menyebabkan permasalahan baru karena perlu ratusan tahun agar plastik dapat terurai oleh alam. Bahkan ketika plastik telah terurai menjadi microplastic pun masih berbahaya bagi kehidupan makhluk di bumi ini. Meskipun di beberapa daerah telah dikeluarkan peraturan pembatasan penggunaan plastik sekali pakai, baik peraturan kepala daerah maupun peraturan daerah, namun, tidak semua peraturan pembatasan plastik sekali pakai memiliki kualitas yang seragam. Berdasarkan penelitian dari Indonesian Center for Environmental Law (ICEL) terhadap 50 peraturan kepala daerah pembatasan plastik sekali pakai, terdapat 20 peraturan kepala daerah yang belum memiliki sanksi atau pun instrumen ekonomi. Padahal, sanksi dan instrumen ekonomi ini akan sangat membantu penegakan peraturan pembatasan plastik sekali pakai.
Lalu, mengapa implementasinya menjadi sulit untuk ditegakkan? Bagaimana masyarakat dapat berpartisipasi dalam upaya pembatasan plastik sekali pakai? Kita akan perbincangkan lebih dalam soal ini di Ruang Publik KBR bersama narasumber: Bella Nathania - Peneliti ICEL (Indonesia Center for Environmental Law) Divisi Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan dan I Made Dwi Arbani, S.TP, M.SI - Kepala bidang Pengelolaan Sampah, Limbah B3, dan Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup DKLH Provinsi Bali.
*Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan dampak serius perubahan iklim terhadap ketersediaan air bersih di Indonesia. Perubahan pola curah hujan, kenaikan suhu, kenaikan muka air, dan kejadian iklim ekstrem akan menyebabkan krisis air bersih jika perubahan iklim tidak ditangani secara serius.
Lebih spesifik, sejumlah persoalan yang diyakini menjadi pemicu munculnya persoalan sumber daya air di Indonesia adalah hilangnya hutan atau deforestasi. Lalu apa saja ancaman dari persoalan ini? Dan bagaimana upaya penanganannya?
Berikut perbincangan saya bersama Koordinator Koalisi Rakyat untuk Hak atas Air (KRuHA), Muhammad Reza Sahib dan Guru Besar Perlindungan Hutan Institut Pertanian Bogor, Bambang Hero Saharjo.
*Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]
From the publisher's feed

3 Listeners

1 Listeners