Ketika kita mendengar kata “timur,” skoyers, apa yang terlintas di benak kita? Apakah wewangian rempah (kapulaga, jinten, kayu manis), dupa, parfum dan jeruk lemon? Atau padang pasir gersang lengkap beserta unta-untanya? Ataukah dongeng 1001 malam? Atau barangkali dinar Kuwait, bagi skoyers yang berangan-angan menjadi milyuner (satu Dinar Kuwait setara dengan 47.000 rupiah, skoy). Kalau benar begitu, sah sudah, skoyers terlalu banyak disusupi oleh ide kebarat-baratan. Sebab, sebenarnya Indonesia punya “timur” sendiri. Bahkan, timur Indonesia bisa juga dibagi menjadi tiga: timur dekat, timur tengah dan timur jauh. Pada kesempatan kali ini, kita akan menjelajahi tera incognita, atau timur jauh Indonesia, Papua, bersama dengan Harry Isra. Harry adalah seorang pemuda yang lulus sekolah dengan karya tulis yang mengupas bersih mengenai penulis-penulis di Papua, khususnya Aprila Wayar. Skoyers, bagi klian yang mau mendengarkan kisah-kisah sastra dari Papua, merapat segera ke akun podcast rururadio. Sikat, Skoy!!