
Sign up to save your podcasts
Or


Dalam sejarah Islam, beliau dikenal memiliki ilmu dan adab istimewa yang dikaruniakan Allah kepadanya, menggantikan kebutaan matanya sebagai cahaya dalam pandangan dan pancaran di hati. Sehingga beliau dapat melihat dengan mata hati, apa-apa yang tidak dapat dilihat oleh mata kepala orang lain. Hatinya dapat mengetahui apa yang tersembunyi.
Utsman bin Affan Al-Amawi Al-Quarisi akrab di sapa Abu Abdullah, beliau berasal dari Bani Umayyah. Utsman dikenal sebagai seorang pedagang kain yang kaya raya dan dermawan. Dia terkenal dengan ahli ekonomi dengan jumlah ternak yang dimilikinya melebihi peternak-peternak yang lain.
Utsman disebutkan termasuk ke dalam golongan as-Sabiqun al-Awwalin, yaitu orang-orang yang terdahulu masuk Islam dan beriman. Utsman selalu menggunakan kekayaannya di jalan Allah SWT untuk mendapatkan ridha Allah. Dikutip dari buku Pemuda Yang Dicintai Langit karya Dwi Rahayu, Utsman membeli sebuah sumur yang sangat jernih airnya, kemudian sumur itu dia wakafkan untuk kepentingan rakyat umum. Dia juga memperluas Masjid Madinah dan menyumbangkan 1000 ekor unta dan 70 ekor kuda serta 1000 dihram untuk perang Tarbuk.
Lalu Utsman memberikan gandum yang diangkut oleh 1000 unta untuk membantu orang miskin di kala musim kering. Di hari Jumat, dia akan memerdekakan seorang budak.
Utbah bin Ghazwan ra adalah sahabat Rasulullah yang mampu menaklukkan dan merebut Ubullah dari cengkeraman tentara Persia dengan pasukan minimnya. Utbah termasuk angkatan pertama yang masuk Islam.
Utbah adalah orang terakhir dari kelompok tujuh perintis yang dibaiat sambil menjabat tangan Rasulullah. Dia bersedia menghadapi orang-orang Quraisy yang sedang memegang kekuatan serta kekuasaan yang gemar berbuat zalim maupun aniaya.
Beliau merupakan gambaran nyata tentang kepribadian dengan segala kedalaman ilmunya. Ayahnya, Abu Bakar Ash-Shiddiq adalah orang yang pertama kali beriman, ia masih tenggelam dalam kekafiran. Beliau sosok yang keras kepala dan kokoh dan membela berhala-berhala Jahiliyah.
Salah satu sahabat Rasulullah yang dianggap amat genius dan luas wawasannya adalah Abdullah bin Abbas. Sahabat Nabi SAW yang amat disukai banyak kalangan lantaran kedemawanannya ini lahir di Makkah, sekitar tahun tiga Sebelum Hijriyah.
Nama lengkapnya adalah Abdullah bin Abbas bin Abdul Muthalib bin Hasyim bin Abdul Manaf Al-Quraisy, beliau masih tergolong famili dengan Rasulullah SAW dari garis ayah maupun ibu. Ibunda Ibnu Abbas, yakni Ummu Fadil Lubabah Al-Kubra binti Haris Al-Hilaliyah, adalah saudara kandung Maimunah, salah seorang istri Nabi SAW.
Abdullah bin Zubair adalah seorang Muhajirin - sebutan bagi Muslim Mekkah - yang lahir di wilayah Ansor, yakni di Madinah. Ia juga bayi pertama yang lahir di lingkungan komunitas muslim. Sebelum disusui, Abdullah bin Zubair dibawa menghadap Rasulullah SAW, ditahniq dan didoakan.
Dua hari setelah Abu Bakar RA masuk dan berbaiat untuk memahami Islam, sahabatnya, Abdurrahman bin Auf RA juga melakukan langkah serupa. Hingga kelak, kedua sahabat itu menjadi dua dari delapan orang awal yang dijanjikan masuk surga atau dikenal sebagai Assabiqunal Awwalun.
Abu Musa al-Asyari merupakan salah satu sahabat Nabi Muhammad SAW yang memiliki suara merdu. Rasulullah bahkan menyebut Abu Musa diberi Allah seruling keluarga Daud.
Ali bin Abi Thalib adalah salah satu sahabat Nabi Muhammad SAW yang menjadi khulafaur rasyidin terakhir atau pemimpin Islam setelah Rasulullah meninggal dunia. Ali adalah khalifah keempat atau yang terakhir.
Urwah bin az-Zubair adalah salah satu dari Tujuh Fuqaha Madinah, yaitu sebutan untuk sekelompok ahli fiqih dari generasi tabi'in yang merupakan para tokoh utama ilmu fiqih di kota Madinah setelah wafatnya generasi Sahabat yang hidup sezaman dengan Nabi Muhammad.
Urwah adalah putra dari pasangan Asma binti Abu Bakar and Zubair bin Awwam, adik dari Abdullah bin Zubair, dan juga keponakan dari Aisyah. Nenek Urwah adalah Safiyyah binti Abdul Muththalib, yaitu bibi Nabi Muhammad dari keluarga ayahnya. Urwah bin az-Zubair adalah periwayat atas sebagian besar hadits yang berasal Aisyah, selain dari para Sahabat lainnya seperti Ali, Umar, Ibnu Abbas, Abu Ayyub al-Ansari, dan lain-lain. Selain itu, ia juga mendapat pengajaran dari Said bin al-Musayyib, yang lebih tua tujuh atau delapan tahun darinya. Para periwayat hadits berikutnya yang mengambil jalur darinya antara lain adalah Qatadah bin Di'amah, Ibnu Syihab az-Zuhri, Yahya bin Said al-Ansari, dan Zaid bin Aslam.
From the publisher's feed