
Sign up to save your podcasts
Or


Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) telah diluncurkan Presiden Joko Widodo pada 13 Oktober 2017 di Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan. PSR merupakan program untuk membantu pekebun rakyat memperbaharui perkebunan kelapa sawit mereka dengan kelapa sawit yang lebih berkelanjutan dan berkualitas.
Selain itu juga mengurangi risiko pembukaan lahan ilegal (penggunaan lahan, perubahan penggunaan lahan dan kehutanan). PSR juga menjadi salah satu program pemerintah untuk mempertahankan produksi minyak sawit dalam negeri. Sementara di sisi lain, banyak tanaman sawit milik rakyat yang berusia tua, sehingga produktivitasnya mulai menurun.
Melalui PSR, diharapkan produktivitas lahan milik pekebun rakyat bisa ditingkatkan tanpa melalui pembukaan lahan baru. Karena itu, realisasi PSR terus pemerintah genjot. Berbagai upaya pun dilakukan. Dari mulai dukungan pendanaan, benih dan penguatan kelembagaan petani/pekebun. Pemerintah menargetkan PSR setiap tahun bisa mencapai 180.000 ha, pencapaian tertinggi tahun 2020 sebesar 94.000 ha.
Untuk mengetahui lebih lanjut upaya mempercepat PSR, yuk ikuti Podcast ini
Tabloid Sinar Tani kembali mengadakan pelatihan hidroponik secara virtual dengan Plant Nutrition Specialist, Dr. Ir. Ani Andayani, M. Agr. Dalam Hidroponik Seri ke VI kali ini membahas tuntas Hidroponik Mentimun.
Siapa yang tak mengenal mentimun. Tanaman ini termasuk Fruit Vegetable yakni sayuran yang ada buahnya. "Mentimun memiliki kandungan gizi yang cukup banyak. Salah satunya bisa mencegah dehidrasi karena banyaknya kandungan air dalam mentimun. Banyak menu yang bisa dibuat dari mentimun ini
Bebek menjadi salah satu ternak yang peluang usahanya menggiurkan. Selain permintaan daging bebek yang cukup tinggi, telur bebek juga menjadi komoditas yang menjanjikan. Telur bebek yang kaya nutrisi banyak diminati di pasaran. Guna mengetahui sejauh mana peluang usaha ternak bebek YUK IKUTI ACARA INI
Cabai menjadi komoditas yang mudah bergejolak. Ketika pasokan minim, konsumen menjerit karena harga melambung. Tapi saat produksi melimpah petani yang gigit jari karena harga anjlok. Bagaimana agar kedua pihak, petani untung, konsumen juga tidak buntung yuk ikuti acara hari ini
Perkembangan Iptek di Indonesia terbilang cukup pesat, terutama dalam bidang teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Karena itu agar penyuluh tidak tertinggal zaman, paradigma penyuluh pertanian perlu berubah.
perkembangan Iptek di Indonesia cukup pesat, terutama dalam bidang TIK dalam lima tahun terakhir. “10 tahun lalu kita tidak pernah membayangakan, bertemu dalam virtual. Tapi sekarang menjadi kenyataan. Ini perkembangan luar biasa,”
peran penyuluhan sangat penting untuk mewujudkan kedaulatan pangan. Kondisi SDM petani yang terbilang masih rendah, baik pendidikan maupun keterampilannya, dapat diselesaikan oleh penyuluh pertanian. Penyuluhan merupakan pendidikan no formal dan masif yang melibatkan petani dalam jumlah banyak. Hitungannya, dengan anggaran yang sama, penyuluhan akan mendapatkan sasaran lebih banyak dari pendidikan dan pelatihan.
“Dengan anggaran yang sama sasaran penyuluhan bisa lebih banyak. Jika satu penyuluh memegang 8 kelompok tani, maka jumlahnya bisa mencapai 240 petani. Jadi dengan anggaran tidak terlalu besar, peran penyuluh luar biasa,” tutur mantan Sekjen Kementerian Pertanian itu.
Urban farming kini menjadi alternatif usaha pertanian di tengah keterbatasan lahan di perkotaan. Bukan hanya menambah segar udara perkotaan, urban farming juga bisa menjadi penyangga pangan masyarakat saat pandemi Covid-19.
Bahkan jika ditekuni dengan serius, maka kegiatan urban farming bisa menjadi ladang bisnis menggiurkan. Apalagi umumnya budidaya pertanian dilakukan secara hidroponik yang bebas penggunaan pupuk dan pestisida kimia, sehingga harga bisa masuk kategori premium.
Bagi yang berminat melakukan usaha hidroponik, Nurhayati mengatakan, bisa dilakukan secara sederhana. Misalnya, menggunakan botol bekas dan barang-barang bekas lainnya. Saat ini yang potensial dikembangkan di perkotaan adalah rooftop farming yakni budidaya tanaman di atas atap gedung. Kelebihannya sinar matahari langsung tanpa penghalang.
Tugas penyuluh pertanian pada tahun 2022 kian tak mudah di tengah permasalahan pangan yang juga cukup besar. Karena itu, penyuluh pertanian harus terus meng-update informasi dan pengetahuan, jangan hanya mengandalkan bimbingan teknis (bimtek) dari pemerintah.
“Penyuluh harus update informasi. Jangan andalkan Bimtek yang perlu waktu dan biaya siginifikan. Manfaatkan internet of things (IoT) dan Tabloid Sinar Tani. Ini bisa menjadi peluru dan amunisi penyuluh di lapangan
Angka kemiskinan di pedesaan yang mayoritas bermatapencarian petani juga masih cukup tinggi. Data menyebutkan hampir 87 persen desa berpenghasilan utama dari pertanian. Sekitar 60 persen penduduknya bertani padi dan palawija. Sedangkan 13,1 persen penduduk Indonesia justru tinggal di pedesaan.
Masalah lainnya adalah, sebagian besar petani di Indonesia atau sekitar 82,55 persen petani berpendidikan maksimal SMP. Proporsi petani muda juga kian berkurang. “Petani Indonesia sekarang ini didominasi kaum kolotnial yang hanya lulus SD dan tidak sekolah,” tuturnya.
Belum lagi persoalan gizi buruk pada penduduk Indonesia, khususnya di pedesaan. Kondisi tersebut banyak terjadi di daerah miskin. Data tahun 2018, kasus stunting pada anak mencapai 7,3 juta orang. “Kasus gizi buruk justru terjadi di daerah yang penduduk berpenghasilan rendah sangat berhubungan,” ujarnya.
Achmad Baihaqi, penyuluh pertanian Kabupaten Semarang juga mengakui, masih banyak PR pemerintah untuk meningkatkan kinerja penyuluh pertanian. Salah satu yang paling utama adalah kelembagaan penyuluh pertanian yang belum kuat, sehingga menyebabkan lemahnya posisi tawar penyuluh.
Di lapangan menurutnya, dengan adanya UU Otonomi Daerah membuat banyak lembaga penyuluhan di daerah dihapus. Penyuluh ibarat anak kehilangan induknya. Ada yang hanya kepala seksi, ada yang setingkat kepala bidang, bahkan hanya sebagia tenaga fungsional penyuluh.
“Sistem birokrasi di daerah membuat penyuluh menjadi penghubung lintas bidang. Akibatnya fokus penyuluh untuk membina dan mengawal usaha tani menjadi tidak fokus, bergerser menjadi petugas administratif,” sesalnya.
Semua itu menjadi pekerjaan rumah (PR) pemerintah membangkitkan penyuluh kembali di tahun 2022.
Dampak La Nina tak hanya dirasakan di subsektor Tanaman Pangan dan Hortikultura. Pelaku perunggasan pun tengah bersiap dengan ragam antisipasi penangkal dampak.
Menghadapi kemungkinan kemunculan fenomena La Nina , diam-diam pelaku usaha ternak unggas di tanah air sudah ancang-ancang menyiapkan sejumlah langkah antisipasi .
Apa saja langkah antisipasi dimaksud? Simak paparannya langsung dari peternak ayam ras pedaging dan petelur di acara Webinar yang digelar Tabloid Sinar Tani.
* Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementan, Nasrullah
* Peternak Layer Milenial, Andi Ricky Rosalie
* Peternak Broiler, Sugeng Wahyudi
* Medic Veteriner, Balai Penelitian Ternak (Balitnak) drh. Triwardhani Cahyaningsih
Dapatkan akses langsung Webinar ini juga melalui :
Youtube : SINTA TV
Perubahan iklim tak bisa dihindari. Karena itu langkahnya adalah bagaimana menyiasati dengan antisipasi, mitigasi dan adaptasi agar tidak mengganggu produksi pertanian. Bukan hanya pada tanaman pangan, tapi juga hortikultura.
“Kita juga perlu waspada terhadap iklim ekstrem yang menyebabkan kebanjiran dan kekeringan,” kata Direktur Perlindungan Hortikultura, Ditjen Hortikultura, Inti Pertiwi Nashwari saat Webinar Mitigasi dan Adaptasi Perubahan Iklim pada Tanaman Sayuran yang diselenggarakan Tabloid Sinar Tani,
Seperti kita ketahui kondisi iklim saat ini kian sulit ditebak. Bahkan BMKG telah memprediksi selama musim tanam 2021/2022 akan terjadi La Nina. Guna membantu dan melindungi petani akibat gagal panen karena kejadian iklim ekstrim, pemerintah telah meluncurkan program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP).
Sejauh mana program tersebut berjalan. Tabloid Sinar Tani menggelar webinar bertema: La Nina Datang, Asuransi Pertanian bikin Petani Tenang.
From the publisher's feed