
Sign up to save your podcasts
Or


Hidup dalam keadaan berkecukupan kadang membuat kita lengah dalam dosa dan tidak mensyukuri atas apa yang Tuhan berikan. Ketika semua itu diambil, keadaan jugalah yang mengajarkan Andri untuk berjuang lebih keras.
Saat mama sakit, keadaan itu yang membuat seorang Andri melakukan apapun yang ia bisa untuk berjuang di atas kakinya sendiri. Dan meskipun hidup dalam gelapnya masa lalu, Tuhan itu baik, Ia tidak membiarkan seorang Andri jatuh bahkan sampai tergeletak dalam dosa seks bebas.
Dalam hal percintaan, mungkin Kak Sri tidak memiliki cukup banyak pengalaman. Hal ini karena latar belakang Kak Sri yang sempat memiliki dendam dengan papanya. Namun, Kak Sri memiliki pengalaman yang cukup menarik dalam proses percintaanya.
Melalui dating apps, Tuhan pertemukan Kak Sri dengan jodohnya sekarang ini. Pertemuan Kak Sri dengan sang jodoh tidaklah langsung begitu saja. Kak Sri juga sempat mencoba menjalin hubungan yang serius, namun tak berujung menikah. Hingga di umur 42 tahun, Kak Sri akhirnya menemukan dan menikah dengan pasangan hidupnya yang sesuai kriteria yang Kak Sri doakan.
Segala sesuatu yang terjadi dalam kehidupan kita bukanlah suatu kebetulan. Ada maksud dan tujuan yang Tuhan taruh di setiap kehidupan kita. Begitu juga yang dialami Kak Sri. Bekerja dan melayani sudah menjadi bagian dalam kehidupan Kak Sri sebelumnya. Namun siapa sangka, Tuhan memanggil Kak Sri untuk menjadi pelayan Tuhan sepenuh waktu. Panggilan tersebut semakin jelas terdengar saat Kak Sri terdiagnosa sakit gagal ginjal dan telah disembuhkan tanpa proses operasi.
Masa kecil Sri Sumarni yang tidak diperlakukan seperti seorang anak pada umumnya, membuat ia terluka dan dipenuhi rasa dendam kepada ayahnya. Hampir setiap hari pada masa kecilnya, ia disiksa oleh ayahnya.
Mengalami rasa sakit seperti itu, membuat seorang Sri tumbuh menjadi anak perempuan yang ingin menaklukan semua laki-laki. Tidak hanya itu, Kak Sri juga sempat kesal dengan kenyataan bahwa mamanya tidak bisa melihat pertumbuhannya sejak ia berumur 5 tahun karena buta. Namun lewat pertolongan Tuhan, Kak Sri dapat melepaskan pengampunan melalui lahir baru yang ia hidupi sampai saat ini.
Sebagai seorang penginjil dan kepala departemen mentoring dan misi di GBI NLC saat ini, Kak Yori pun pernah berpikir untuk meninggalkan pelayanan. Sering gagal berkomitmen dalam kebenaran dan menimbun kekecewaan pada orang-orang dalam pelayanan, Tuhan mengingatkan Kak Yori melalui FirmanNya dalam Hagai 2:10, untuk melupakan masa lalu dan kembali ke ladangNya. Melalui pengalaman Kak Yori, Tuhan juga mau memakai hidup kita untuk membawa hatiNya kepada orang berdosa. Betapa berharganya kita sehingga Tuhan mau memakai kita menjadi buah kehidupan bagi orang-orang yang belum mengenalNya.
Sudahkah kita membiarkan Tuhan melakukannya?
Perjalanan panjang dari kisah masa lalu di part suara nextgen sebelumnya membuahkan hasil yang menakjubkan, ibarat batu yang selalu ditetesi air pasti akan melunak juga. Begitu pun kisah Kak Yori saat pertemuan pribadinya dengan cinta Tuhan dan juga dengan cinta Kak Kristin, istrinya.
Dulu ia mengenal dirinya adalah seorang playboy, namun tidak saat bertemu dengan sang istri yang memiliki pribadi yang sangat jujur dan peka. Eitttsss tidak berhenti sampai disitu, berbagai lika-liku sebelum dan sesudah berkomitmen dalam sebuah pernikahan dengan seorang penolong nya ini akan dikupas dalam part ini. Banyak hal yang dapat dipelajari untuk sobat Nextgen yang sedang menunggu partner hidup dari Tuhan.
Dibesarkan oleh didikan ayah yang keras, penginjil dari tanah Sulawesi ini ternyata menyimpan kekalahan-kekalahan terhadap dirinya di masa lalu yang membuatnya meledak dari rasa amarah. Gorring Abbas atau biasa dipanggil Ka Yori merasa kalah dengan dirinya saat itu hingga sampai di titik ia hampir menusuk seorang pendeta.
Namun, karena pertolongan Tuhan juga yang memulihkan hatinya, berdamai dengan dirinya sendiri adalah cara untuk melepaskan amarah, kekecewaan dan kekalahannya di masa lalu.
Mempunyai sahabat yang baik tidak dimulai jika diri kita sendiri tidak baik. Yang memberikan telinga untuk mendengar dan menjadi bahu untuk memberi kekuatan. Dan bukanlah sebuah kebetulan jika Tuhan menempatkan sahabat yang mau memberikan waktunya untuk kita. Entah dia ada untuk membangun kita, ataupun kita ada untuk membangun mereka.
Rasa sakit yang timbul dari dalam hubungan percintaan, mungkin cara Tuhan agar ike sadar betul bahwa teman hidupnya saat itu bukan orang yang tepat untuknya.
Terkadang memang ada orang-orang yang Tuhan tempatkan dalam hidup kita bukan untuk menemani kita ke depannya, tetapi pengalaman bersamanya mengajarkan kita akan sesuatu. Sekarang meskipun dalam kesendirian, hidup itu harus maksimal dalam melayani Tuhan.
Belajar di sekolah teologia itu harusnya bukan sekedar untuk mendapatkan gelar saja. Tapi bagaimana semua yang dilakukan mencerminkan Tuhan dalam tingkah laku setiap harinya.
Menjadi seorang lulusan teologi, ike memahami bahwa tanggung jawab yang ia pikul memang lebih berat. Tingkah laku, tanggung jawab dan apapun yang dilakukan haruslah mencerminkan Tuhan.
Dan bukan hanya seorang teolog saja yang harus mencerminkan Tuhan dalam hidupnya, tetapi bagaimana kita juga dalam keseharian dapat menjadi cerminan Tuhan dalam setiap langkah hidup kita.
From the publisher's feed