
Sign up to save your podcasts
Or


Mungkin yang perlu dipilih itu deritanya, bukan bahagianya. Sebab kebahagiaan hanyalah produk yang tinggal mengikuti saja.
Ada baiknya manusia menghitung pencapaiannya dengan melihat makna. Sebanyak apa riak, sedalam apa dampak, dan bukan pada besar-kecilnya semata.
Mungkin, orang-orang pergi dari hidup kita karena memang harus. Dan itu bukan salah kita.
Biar saja. Biar ada yang bisa ditunggu. Biar hidup ini tetap ada maknanya.
Terkadang, kita salah menilai yang nyaman dengan yang membosankan. Mungkin begini-begini saja itu, sudah cukup apa adanya.
Tanggal 3 Desember kita peringati sebagai Hari Disabilitas Internasional. Oleh karena itu, Suara Mereka kali ini menghadirkan Laninka Siamiyono, yang akan bercerita tentang penerimaan diri menghadapi penyakit yang membuatnya menjadi seorang difabel, prosesnya bangkit dari rasa marah, kecewa, tidak berdaya, dan justru menjadikannya senjata untuk berbuat lebih banyak. Laninka kemudian juga mengusung sebuah kampanye donasi bertajuk Lipstick Untuk Difabel, dengan pesan spesifik untuk para perempuan penyandang disabilitas, bahwa keterbatasan fisik kita jangan sampai merampas atau mengubah cara kita melihat dan mencintai diri sendiri.
Selamat datang dan selamat mendengarkan, Suara Mereka.
Menjaga semuanya tetap seimbang, tidak saling memusnahkan. Baik itu dengan Tuhan, alam, maupun sesama kita manusia.
Terkadang kita tidak tahu apa yang kita katakan terhadap orang lain, akan memberatkan hati kita sendiri saat sesuatu yang buruk tiba-tiba terjadi.
From the publisher's feed