
Sign up to save your podcasts
Or


Surat Dari Hati kali ini, mengafirmasi kegelisahan kita yang merasa bahwa hidup mengapa begini-begini saja. Apa peran kita di dunia? Penting kah? Ada artinya kah? Mudah-mudahan jadi pengingat setiap kali gelisah yang sama itu datang. Bahwa kebaikan yang kita punya, untuk membuat lebih banyak lagi kebaikan, adalah mahakarya versi kita.
Ada perbedaan antara mengerjakan sesuatu karena harus, dan mengerjakan sesuatu karena kita memang mau. Episode ini akan bicara soal itu.
Banyak hal boleh terjadi di luar kendali, tapi tidak dengan keberhasilan kita yang satu ini.
Kapan terakhir kali kau gagal? Apakah kau masih sama seperti dirimu yang dulu itu? Jangan-jangan gagal kemarin sudah cukup membuat kita jera. Dan kali ini, kita tidak gagal lagi.
Tubuh bisa berubah. Ia tidak lagi sama bentuknya seiring kita tumbuh dewasa. Tapi itu tidak berarti apa-apa, selama ia masih ada, dan mengerjakan dengan baik fungsinya. Mudah-mudahan kita senantiasa diberi hati untuk menerima, dan berterima kasih padanya.
"Apa itu pulang? Apa itu rumah? Mengapa berkali-kali, aku justru ingin pergi?"
Manusia berbahagia dengan cara yang berbeda-beda. Tapi jika itu menyangkut kita dan bagaimana mereka mengekspresikan diri di hadapan kita, mengapa tiba-tiba kita jadi menuntut mereka untuk berbahagia dengan cara yang sama?
Setiap orang pasti pernah berbuat salah. Pertanyaannya, apa yang selanjutnya mau kita lakukan? Menjadikannya identitas kita, atau belajar dari kesalahan dan manusia yang lebih baik karenanya?
Manusia hidup menanggung banyak hal. Bukan hanya bahagia, tapi juga derita. Dan oleh karenanya, episode ini mau mengingatkanmu untuk membuka hati menerima keduanya. Agar di akhir hari, kita sungguh dapat menjalani hidup yang kaya rasa, kaya makna.
Hari ini awal minggu kedua di tahun 2022. Mungkin rasanya tidak jauh berbeda dari hari-hari sebelumnya, ada beban-beban kolektif yang masih dibawa dan memberatkan hati kita. Tapi mudah-mudahan, semua akan tetap baik-baik saja.
From the publisher's feed