
Sign up to save your podcasts
Or


Menutup bulan Februari dengan episode tentang cinta. Semoga kita bisa terus merayakannya, ya. Panjang usia dan panjang perjalanan, cinta kita.
Tenang saja, hanya ada satu yang seperti kita. Sepandai-pandainya orang meniru, tak akan ada yang bisa mencuri identitas itu.
Meski sendiri tak pernah nyaman pada awalnya, ada hal-hal tertentu yang mengharuskan kita untuk itu. Dan salah satunya ialah perihal mengikuti suara dan kehendak hati kita.
Ketakutan adalah bola salju raksasa yang menggelinding dengan cepat dan menghancurkan apa saja di depannya. Sementara teman-teman, adalah batu besar yang bisa memecah bola salju itu, dan membawa kita kembali pada saat ini.
Lambat laun kita semakin mengerti, betapa besar jasa kedua orang tua kita, betapa berlimpah kasih sayang mereka, dan betapa terbatasnya waktu yang kita punya. Semoga dengan ini kita dapat semakin dalam mengabdikan diri, membalas cinta, dan mencukupi mereka hingga nanti selesai masa tugasnya di dunia.
Sesekali, kita masih mengingat teman-teman baik yang sudah pergi dari hidup kita. Tapi apa mau dikata? Hidup harus berjalan, dengan atau tanpa mereka.
Hubungan yang baik adalah yang saling mau memperbaiki diri, bergerak, dan tumbuh ke arah cahaya.
Tentang bagaimana saya mulai mengakali kelelahan, dengan memilih segala yang perlahan, namun terus dan berkelanjutan.
Pantas saja sabar kita tak ada ujungnya. Jangan-jangan, salahnya adalah menunggu dibukakan pintu tapi tak mengetuknya lebih dulu.
Berikut ini adalah cara terbaik untuk membuat orang lain, khususnya mereka yang kita sayang, untuk jujur pada kita. Sedikit plot twist, tapi semoga bisa cukup dimengerti.
From the publisher's feed