
Sign up to save your podcasts
Or


Untuk dapat menjalin hubungan yang kaya, dibutuhkan keberanian untuk kita dapat melihat seseorang tanpa melekatkannya pada pribadi lain. Biar dengan demikian, kita dapat terus jatuh cinta dengan setiap pertemuan dan belajar dari cerita unik yang dibawa setiap manusia.
Belajarlah untuk memperbaiki, bukan mengganti. Baru nanti, setelah segala cara sudah kita coba, kita akan tahu dengan sendirinya, kapan waktu terbaik untuk ganti yang baru.
Banyak hal dalam hidup ini sudah mati-matian kita jaga, tapi harus hilang dan pergi pada akhirnya. Sedih? Pasti. Wajar. Tapi itu tetap lebih baik, ketimbang kehilangan sesuatu yang kita sia-siakan, justru saat sesuatu itu masih ada.
Teman-teman, sudah satu minggu saya terpapar Covid. Maafkan suara saya yang masih bindeng, karena memang sedang dalam fase pemulihan. Berikut ini beberapa hal yang ingin saya bagikan selama periode saya sakit. Semoga bisa belajar satu-dua hal dari episode hari ini.
Boleh lari. Asal tahu, ia punya konsekuensi. Lagi pula, hidup hanya perlu diarungi saja, tanpa peduli cepat atau lambat kita berjalan. Pada akhirnya, yang penting ialah kita punya: teman perjalanan yang menemani dan menggandeng tangan.
Semangat keperempuanan adalah semangat yang hendaknya senantiasa kita bawa. Biar sampai kapanpun, hidup kita ini membawa misi yang mulia: untuk membuka jalan baru dan menjadikan dunia tempat yang lebih baik setiap harinya.
Saat rasa iri datang, jangan lupa tanyakan lagi pada hatimu. Apakah ini benar iri, ataukah produk dari rasa ingin menyaingi?
Beban kita berat. Peran kita banyak. Tapi dari sana, lahir ketahanan dan kekuatan, yang mungkin tak bisa dimiliki jika kita tidak dilahirkan begini.
Tulisan ini adalah tulisan refleksi tentang impostor syndrome yang sering kali kita hadapi saat kita mengerjakan sesuatu. Pada saya, tentu dalam hal menulis. Tapi saya kira, pesan ini boleh jadi refleksi siapa pun kamu, yang sedang berjuang jadi lebih baik setiap hari, untuk tidak takut melangkah hanya karena khawatir dikatakan palsu.
Terkadang, perhatian kita yang didasari oleh cinta, suka salah sasaran. Ia bermanifestasi jadi sesuatu yang membuat orang lain risih. Padahal, tidak seharusnya demikian. Ada cara lebih baik kita bisa menyalurkannya. Episode ini adalah tentang itu.
From the publisher's feed