
Sign up to save your podcasts
Or


Semakin dewasa, bentuk takut kita semakin nyata dan dekat. Tapi ketakutan, seperti segala hal, akan lewat, jika kita tidak lari darinya. Ia akan lewat, hanya jika dilalui.
Setiap orang yang sedang dalam masa transisi menuju kedewasaan, pasti akan mengalami rasa insecure yang tidak karuan. Seperti dikejar-kejar sesuatu yang entah apa. Tapi apa lagi yang manusia bisa jika bukan menjalani dan sabar dengan prosesnya? Sambil menghadapi ketakutan itu dan mengajaknya berjalan, pelan-pelan.
Tidak ada suara latar. Hanya ada pesan-pesan dan afirmasi baik ini, berhadapan langsung dengan hatimu.
Kepala adalah ruang yang berisik. Tapi jangan-jangan, suara itu ingin beri tahu sesuatu. Maka dengarkan. Hadapi. Ajak berkawan.
Kebiasaan baik, tak boleh berhenti hanya sampai satu titik. Melainkan harus sampai di titik kita bebas dari kebiasaan lama, dan beroleh cara hidup yang baru, yang lebih baik dari sebelumnya.
Selamat hari raya Idul Fitri, teman-teman sekalian. Hendaknya episode ini sekaligus juga jadi pengingat untuk kita dapat memaknai arti maaf dan pengampunan yang menjadi inti bulan suci Ramadan. Amin.
Keluarga dan kehidupan, memang tidak bisa kita pilih. Jika dibandingkan, tentu rasanya lebih banyak kurang ketimbang lebihnya. Padahal, semua keluarga pasti jauh dari kata sempurna. Tapi tanpa mereka, mungkin kita tak akan jadi apa-apa.
Jangan hitung yang jauh, jangan hitung yang besar. Hitung dulu yang kecil dan dekat-dekat. Sering kali ia lebih dekat daripada yang kita kira.
Tak segala hal dalam hidup bisa kita dapatkan sesuai keinginan dan waktu yang kita kira tepat. Ada kalanya kita harus menerima bahwa ada hal-hal yang memang tidak ditakdirkan untuk jadi milik kita, dan melanjutkan kehidupan tanpa menengok ke belakang.
Setiap manusia lahir dengan intuisi. Dan hanya dengan berani mendengarkan suara hati itulah, manusia memenuhi perannya di dunia.
From the publisher's feed