
Sign up to save your podcasts
Or


Pekerjaanmu tidak ada habisnya. Ia memang ada bukan untuk dihabiskan. Melainkan untuk membuatmu ingat betapa hidupmu berjalan karena kamu masih melakukannya.
Terimalah hidup, apa adanya. Tanpa memberinya beban dari masa lalu, dan menghujaninya dengan kekhawatiran akan masa depan.
Ini adalah sebuah episode yang sangat jujur tentang apa yang bisa kita lakukan dengan duka-duka kita.
Cara terbaik untuk mengikhlaskan setiap kejadian dan melanjutkan perjalanan, ialah dengan yakin bahwa esok bisa lebih baik dari hari ini.
Merayakan Hari Kesehatan Mental Sedunia yang jatuh setiap tanggal 10 Oktober, episode kali ini mendatangkan Bentara Bumi: seorang fasilitator meditasi yang akan membagikan ceritanya berdamai dengan diri sendiri, masa lalu, dan perjalanannya berproses menuju terang. Bumi juga merupakan penulis buku puisi Rumasuar (terbit tahun 2020) yang dalam kesehariannya aktif membaca tarot dan berbincang-bincang untuk program usungannya, Bincang Membumi.
Terkadang, kalau sudah kepentok sesuatu, kita terlalu larut dalam kecewa dan takut memulai. Padahal, hidup memang begitu. Dan kita tak punya pilihan lain selain bangkit dan berjalan lagi.
*
Bagaimana hidup, yang senang bermain-main dengan jalan cerita manusia, menyediakan jalan keluar untuk setiap masalah kita.
Pertanyaan yang harus sering kita tanyakan pada diri: "Apa kabar? Apa yang sedang kamu rasakan?" Pada akhirnya, kita baru dapat mencapai diri terbaik kita saat kita sadar dan mengijinkan diri berduka tanpa pertanyaan 'mengapa', semata karena kita manusia.
Di dunia ini, ada orang-orang yang diberi kepekaan lebih untuk merasakan atau melihat hal-hal ajaib yang tak kasat mata. Sebuah bakat alami yang begitu spesial, unik, dan istimewa. Maka episode suara mereka kali ini mendatangkan Madam Arra, seorang motivator fortune teller yang menjadikan gift atau kemampuannya membaca masa depan untuk kebaikan sesama dan banyak orang.
From the publisher's feed