
Sign up to save your podcasts
Or


Apakah kita akan tiba di titik cinta tertinggi? Jika tidak, apakah kita manusia gagal? Ataukah cinta yang gagal?
Monolog kali ini, hendaknya jadi pengingat dan sandaran yang baru, karena di sini, aku mengakui keperempuananku.
Begitulah kita. Menunggu kaya untuk berbagi. Menunggu cantik untuk merasa cantik. Tak pernah ada habis dan puasnya.
Ada sebuah prinsip aneh dalam kehidupan yang melampaui perhitungan manusia. Dan prinsip itu, ialah soal memberi.
Saya gatal, jadi saya suarakan saja di sini. Semoga mengerti poinnya. Puisi bukan cuma senja dan kopi.
Saya sudah muak lihat yang palsu-palsu. Ataukah dewasa ini, memang semua orang yang beranjak jadi begitu?
Saya baru selesai pindahan, dan merasa asing di tempat baru. Padahal, ini adalah perpindahan yang ditunggu-tunggu. Maka saya rasa, mungkin rumah butuh waktu.
Suara Mereka eps. 41: Kembali ke Tanah Leluhur Kami
From the publisher's feed