Dalam diri setiap orang, ada dua dunia. Ada hingar bingar hutan yang hidup dan menyala. Ada pula ruang hampa yang memekakkan telinga. Tulisan ini adalah penggambaran dari apa-apa saja yang membangun kita, yang baiknya diterima dan dirangkul keberadaannya. Sebab, itu yang menjadikan eksistensi kita. Hidup kita.
"Kuharap suatu hari, ketika kita sudah lebih siap, kita bertemu di suatu Minggu, kemudian kita bisa saling mendewasakan. Untuk sementara waktu, dunia ini ada dalam genggamanmu. Dan kau, dapat memilih apapun. Apapun, siapapun."
"Aku mencintaimu tanpa beban, tanpa rasa-rasa khawatir, tanpa menuntutmu untuk jadi sama sepertiku. Selama kau ada, selama kau di sini, ada bersamaku."
"Adakah bentuk kontinu dari setiap duka yang menguar di udara? Aku yakin ada. Sebab, bagaimana mungkin manusia bisa terlihat begitu agung dalam kerapuhan ketika diselubungi duka?"
4 min
About Suara Puan
From the publisher's feed
Cuma seorang pemerhati yang gemar merenung dan menuliskan kehidupan.