Sesuatu harus kurelakan pergi
Tak ada yang mesti kunanti lagi,
sebab ada yang tak selalu dua sisi
Titik-titik kehilangan temu
Jalan-jalan kehilangan kaki
Mata-mata kehilangan hati
kekosongan di belakang tanda tanya
yang lebih mirip sebelah hati itu
Kulepas kau di ribuan embusan napas ini, ikhlas
Meski di dadaku bertebaran daun-daun sepi
yang harus kusapu setiap pagi atau malam hari
Sesak sendat separuh hatiku berlari
di antara langkah kaki anak-anak kecil
yang tak lagi temukan tanah lapang di kota ini
Ladang cium tergusur bandara,
dan bibirku menjadi seumpama benih-benih
yang kehilangan tanah basah di bibirmu
Pendapat kehidupan tentang kehilanganku
terpampang di belakang sandaran kursi pesawat
yang membawamu terbang:
"Kami tidak bertanggung jawab
atas kehilangan dan kerusakan
barang-barang bawaan Anda."
sesuatu hilang, sesuatu retak,
tetapi hidup masih di sini.
Ada yang harus kurawat
dan kucintai, supaya kembali utuh.