Banjir bandang, tanah longsor, dan angin kencang akibat Siklon Seroja yang menghantam berbagai wilayah di Nusa Tenggara Timur pada 4 April bahkan masih terjadi hingga Senin, 5 April 2021. Kondisi terparah terjadi di Kabupaten Flores Timur, Alor, dan Lembata. Daerah lainnya adalah Kota Kupang, Kabupaten Malaka Tengah, Ngada, Sumba Timur, Rote Ndao, Sabu Raijua, Timor Tengah Selatan, dan Ende.
Bencana hidrometeorologi yang terjadi pada Ahad dini hari lalu itu, selain menelan banyak korban jiwa, juga menghancurkan puluhan ribu rumah penduduk dan bangunan. Jaringan komunikasi dan listrik terputus hingga kemarin. Sesuai dengan data yang terus dihimpun Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga Sabtu malam (10/4/2021), jumlah korban meninggal mencapai 174 orang dan 48 orang masih dinyatakan hilang.