Sejauh apa pun kita berlari dan kepada siapa pun kita meminta, hanya Alloh yang benar-benar mampu memberikan pertolongan. Karena itu, hati harus belajar berkata, “Hasbunallohu wa ni‘mal wakil, ni‘mal maula wa ni‘man nashir”—cukuplah Alloh sebagai penolong dan sebaik-baik pelindung.
Nabi Musa ‘alaihissalam ditolong ketika di hadapannya terbentang laut dan di belakangnya pasukan Fir‘aun. Nabi Ibrahim ‘alaihissalam ditolong ketika dilemparkan ke dalam api. Nabi Yunus ‘alaihissalam diselamatkan dari tiga kegelapan: malam, lautan, dan perut ikan. Semua pertolongan itu menunjukkan bahwa tidak ada kesulitan yang terlalu besar bagi Alloh.
Selama ini, kita sering terlalu bersandar kepada gaji, penghasilan, relasi, dan kemampuan diri. Padahal, semua itu hanyalah jalan. Sumber pertolongan tetaplah Alloh. Fokuslah memperbaiki hubungan dengan-Nya, bersungguh-sungguh melakukan yang Dia sukai, dan yakinlah bahwa Alloh akan mencukupi.
Jangan terlalu risau dengan besarnya masalah. Risaulah ketika hati mulai jauh dari Alloh. Ketika hidup sungguh-sungguh diarahkan kepada Alloh, urusan yang lain akan Dia atur dengan cara terbaik.