alquraanvisual

alquraanvisual

By alquraanvisualReligion & SpiritualityIslam
Download on the App Store

alquraanvisual episodes

  • Mengapa banyak yang lebih mempercayai sains daripada agama? | OPINI | AlQuraan Visual

    Bukankah keduanya saling melengkapi?

    ---

    Apa itu kegaiban?

    Setelah membahas tentang definisi iman. Kali ini kita membahas definisi kegaiban. Mengapa kita membahas tentang kegaiban setelah iman? Tentu karena dalam surat Al-Baqarah ayat 2 setelah kata iman ada kata gaib. Jadi apa itu kegaiban?

    Apakah kegaiban itu maknanya kosong? Kosong dalam artian nihil tentu saja bukan makna dari kegaiban. Tapi jika kosong diartikan sepi maka makna itu salah satu makna dari kegaiban.

    Ataukah makna kegaiban adalah tidak terlihat? Iya. Salah satu makna dari kegaiban adalah tidak terlihat. Tentu saja tidak terlihat bukan berarti tidak ada. Karena banyak hal yang tidak terlihat tapi eksis.

    6 min
  • Apa itu kegaiban? | DEFINISI | AlQuraan Visual

    Apa itu kegaiban?  

    Setelah membahas tentang definisi iman. Kali ini kita membahas definisi kegaiban. Mengapa kita membahas tentang kegaiban setelah iman? Tentu karena dalam surat Al-Baqarah ayat 2 setelah kata iman ada kata gaib. Jadi apa itu kegaiban?  

    Apakah kegaiban itu maknanya kosong? Kosong dalam artian nihil tentu saja bukan makna dari kegaiban. Tapi jika kosong diartikan sepi maka makna itu salah satu makna dari kegaiban.  

    Ataukah makna kegaiban adalah tidak terlihat? Iya. Salah satu makna dari kegaiban adalah tidak terlihat. Tentu saja tidak terlihat bukan berarti tidak ada. Karena banyak hal yang tidak terlihat tapi eksis.  

    Satu hal yang pasti kegaiban itu nyata. Membahas kegaiban adalah membahas fakta yang tidak diketahui manusia. Tapi bagaimana caranya menerima suatu fakta kegaiban yang tidak diketahui manusia? Itulah mengapa kita membutuhkan iman. Iman menjadikan kita mau menerima fakta lain tentang kehidupan.  

    Semata karena keterbatasan ilmu manusia. Begitu banyak hal yang manusia tidak ketahui. Apakah ini berarti kita tidak perlu mengimani sesuatu yang tidak kita ketahui? Tentu tidak begitu. Karena fakta tentang hal yang tidak diketahui manusia tetap ada. Manusia tidak bisa menolak fakta itu.  

    Ketika kita menyadari begitu banyak hal yang tidak diketahui manusia. Apa yang manusia lakukan ketika menyadari begitu banyak hal yang tidak diketahuinya? Banyak manusia menjadi gelisah karena ketidaktahuannya. Overthinking. Jelas overthinking tidak akan memberikan jawaban. Maka apa yang bisa dilakukan manusia? Menyerahkan semua ketidaktahuan pada Dzat yang Maha Mengetahui.  

    Lalu menyandarkan ketidaktahuan kita pada perkataan Tuhan. Tuhan satu-satunya yang memiliki semua jawaban dari semua pertanyaan manusia. Mengapa? Entahlah. Kita hanya yakin saja ada yang bertanggungjawab atas semua hal yang terjadi pada diri kita dan dunia seisinya. Suatu Dzat yang kita sebut Tuhan. Maka ketika Tuhan menyampaikan jawaban pada manusia melalui perkataannya yang tercatat dalam Al-Quran kita mengimaninya.  

    Itulah makna mengimani kegaiban. Jawaban Tuhan membuat kita merasa nyaman dan aman. Kita menerima jawaban Tuhan secara perasaan. Mungkin akal kita belum bisa menjangkau. Tapi hati kita merasa tenang dan nyaman dengan jawaban yang Tuhan paparkan. Itulah makna mengimani kegaiban.  

    Allah SWT satu-satunya yang mengilmui kegaiban langit dan bumi. Tuhan memaparkan semuanya dalam Al-Quran. Semua hal yang bahkan belum sempat terpikirkan oleh manusia. Karena waktu hidup manusia yang terbatas semestinya manusia berterimakasih diberikan jawaban yang bisa memuaskan segala ketidaktahuan mereka.  

    Kegaiban mencakup peristiwa masa lalu dan masa depan yang diberitakan melalui Al-Quran. Semua kisah dalam Al-Quran adalah sebuah fakta sejarah. Termasuk di dalamnya kejadian yang akan terjadi di masa datang, di hari akhir dan kehidupan akhirat.  

    Kegaiban mencakup segala hal yang dirahasiakan. Kegaiban juga mencakup segala hal yang dianggap manusia tidak ada yang mungkin bisa mengetahuinya. Tapi jelas Tuhan mengetahui apapun yang disembunyikan oleh makhluknya bahkan apa yang tersembunyi dalam jiwa.  

    Kegaiban tidak sesederhana yang kita duga. Maka mengimani kegaiban pada dasarnya adalah mengimani bahwa ada jawaban dari semua ketidaktahuan kita.  

    Terimakasih sudah menyimak. Tunggu konten kami selanjutnya.

    4 min
  • Ciri Orang Fasik Al-Baqarah 8-10 | VISUALISASI QURAN | AlQuraan Visua

    Apakah kita termasuk golongan fasik? 

    Ciri orang fasik Al-Baqarah 8-10   

    Setelah sebelumnya membahas tentang ciri orang kafir kali ini akan dibahas tentang ciri orang fasik. Sebetulnya tidak ada penamaan bagi golongan ketiga ini. Tapi pada ayat selanjutnya kita akan menemukan ciri yang ada pada golongan ini ada pada golongan fasik dan munafik. Jadi kita menyebut golongan ketiga ini sebagai golongan fasik.  

    Orang fasik adalah orang yang masih bimbang memilih, berada di persimpangan jalan, belajar dan bekerja di dua tempat.  Mereka bersekolah dan bekerja di perusahaan Allah SWT tapi juga bersekolah dan bekerja di perusahaan setan. Maksudnya adalah mereka mempelajari kebenaran tapi juga mempelajari keburukan dan mengamalkan kebaikan sembari mengamalkan keburukan. Walaupun begitu, di depan orang beriman mereka mengaku sebagai yang beriman dengan Allah SWT dan dengan hari akhir.  

    Orang beriman tentu saja menyambut siapapun yang mengaku beriman. Tapi Allah SWT melindungi orang beriman dengan mengungkapkan fakta yang sebenarnya bahwa mereka bukan orang yang beriman. Ayatnya berbunyi, Diantara manusia ada yang menyatakan dirinya beriman dengan Allah SWT dan dengan hari akhir tapi mereka bukan dengan orang yang beriman.  Keimanan mereka ditolak Allah SWT. Semata karena pengakuan itu sebuah kedustaan, mereka berniat menipu Allah SWT dan orang-orang beriman. Tentu saja mereka berniat buruk dalam pernyataan mereka. Tidak ada niat lain dari pernyataan mereka selain untuk mendapatkan keuntungan dunia.   

    Mereka hanya menipu diri sendiri tapi mereka tidak menyadari kalau mereka menipu diri sendiri. Apa maksud dari menipu diri sendiri? Menipu diri sendiri adalah suatu kondisi mental di mana biasanya seseorang yang tidak mampu mengatasi suatu keadaan malah memanipulasi keadaan dengan menyatakan situasi yang terjadi tidak seperti faktanya. Sungguh luar biasa Al-Quran yang diturunkan 1400 tahun yang lalu ternyata membahas kondisi mental yang baru ramai dibahas para psikolog dan psikiater di zaman ini.  

    Mereka salah menilai keimanan diri sendiri. Padahal di mata Allah SWT mereka tidak beriman. Pada akhirnya mereka merasa dirinya telah beriman dan termasuk golongan beriman padahal tidak begitu dari sudut pandang Allah SWT. Jadi niat awal mereka menipu orang beriman malah berbalik menjadi bumerang bagi mereka sendiri. Mereka tertipu omongan mereka sendiri, merasa diri telah menjadi orang beriman.

    4 min
  • 89 Seruan Allah SWT pada Orang Beriman (Part 2) | FAKTA QURAN | AlQuraan Visual

    89 Seruan untuk Orang Beriman dalam Al-Quraan (Bagian 2)  

    Kita sudah membahas 20 seruan untuk orang beriman dalam Al-Quran pada bagian pertama. Pada bagian kedua ini, kita akan melanjutkan 20 seruan untuk orang beriman. Jika kita perhatikan, seruan kepada orang beriman pada bagian kedua ini merupakan tahap selanjutnya dari seruan mendasar di bagian pertama. Walaupun ada seruan yang juga berupa pengulangan.  

    21 Tidak mendekati sholat jika mabuk dan masuk mesjid jika junub An-Nisa 43 Pada ayat 219 surat Al-Baqarah telah dipaparkan bahwa dalam khamr terdapat dosa besar yang dikaitkan dengan kebermanfaatan. Pada ayat ini orang beriman dilarang mendekati sholat jika mabuk. Allah SWT tidak melarang mabuk pada tahapan ini hanya melarang mendekati sholat jika mabuk. Larangan ini dikaitkan dengan larangan memasuki mesjid ketika junub. Jadi Allah SWT memerintahkan orang beriman untuk menghindari mabuk dan segera bersuci jika junub.  

    22 Taat Allah SWT, taat rasul dan ulil amri An-Nisa 59 Perintah ini dikaitkan dengan mengembalikan segala urusan pada Allah SWT dan rasul dalam suatu kesepakatan. Sikap ini harus didasarkan pada keimanan pada Allah SWT dan hari akhir karena keimanan akan menghasilkan takwil yang lebih baik dan ihsan.  

    23 Bersiap siaga dan maju berkelompok An-Nisa 71 Sebelumnya telah diperintahkan untuk berperang di jalan Allah SWT tapi seruan kali ini lebih kepada sikap bersiap siaga dan maju berkelompok atau bersama-sama secara serentak. Ini menegaskan orang beriman harus kompak dan solid. Karena bagi orang beriman berperang pada dasarnya meraih kemenangan dan mendapatkan pahala besar.  

    24 Meneliti sebelum membunuh AN-Nisa 94 Orang beriman diperintahkan untuk meneliti terlebih dahulu untuk membunuh orang yang mengaku berislam tapi dicurigai hanya sebagai kedok agar selamat dari serangan orang beriman. Bisa jadi mereka sungguh berislam. Jangan sampai keinginan mendapatkan harta rampasan membuat orang beriman terburu-buru membunuh mereka yang dicurigai itu.  

    25 Jadi penegak keadilan dan saksi An-Nisa 135 Allah SWT menyeru orang beriman untuk menjadi penegak keadilan dan saksi yang adil walaupun atas diri sendiri, kedua orang tua dan kerabat baik mereka kaya maupun miskin. Jangan mengikuti hawa nafsu dan tidak memutarbalikkan atau menentang kebenaran.  

    26 Beriman pada Allah SWT, rasul dan kitab An-Nisa 136 Perintah untuk beriman sebelumnya terdapat di ayat 285 surat Al-Baqarah walaupun tidak dikaitkan dengan seruan pada orang beriman. Pada ayat ini dilawankan dengan kekafiran pada Allah SWT, malaikat, kitab, rasul dan hari akhir. Mereka yang tidak beriman berada dalam kesesatan yang jauh serupa dengan mereka yang menyekutukan Allah SWT.  

    27 Tidak menjadikan orang kafir teman setia An-Nisa 144 Ayat ini merupakan seruan bagi orang beriman untuk tidak menjadikan orang kafir teman setia. Larangan ini begitu tegas sampai ada ancaman jika mereka melakukannya akan mendapatkan bukti kekuasaan Allah SWT.  

    28 Penuhi ikatan, tidak berburu saat ihram Al-Maidah 1 Seruan terakhir masih dalam surat An-Nisa kemudian langsung ke surat Al-Maidah padahal surat An-Nisa terdiri dari 176 ayat. Seruan kali ini merujuk pada memenuhi ikatan dan penyataan bahwa dihalalkan binatang ternak kecuali yang telah ditetapkan tapi dilarang untuk berburu saat ihram. 

    8 min
  • Mengapa Tidak Ada Nabi Setelah Muhammad SAW? | OPINI |AlQuraan Visual

    Kita adalah umat yang istimewa.

    Persoalan ini menarik untuk dibahas karena dengan menelaah hal ini kita jadi memahami betapa menariknya kehidupan di masa ini. Masa dimana tidak lagi ada nabi diturunkan. 1400 tahun setelah Muhammad SAW diutus.  

    Fungsi nabi membacakan ayat-ayat Tuhan berupa perkataan Tuhan. Kita tahu ayat-ayat Tuhan disampaikan pada nabi-Nya melalui wahyu yang diturunkan oleh malaikat-Nya yaitu jibril. Muhammad SAW memerintahkan para sahabatnya untuk  menuliskan ayat-ayat Tuhan dalam shuhuf ataupun tulang. Baru setelah zaman khalifah Utsman bin Affan terjadi penyalinan ulang ayat-ayat itu dan dibukukan menjadi satu buku yang disebut Al-Quran.  

    Karena firman Tuhan sudah tertulis dalam Al-Quran dan tidak ada perubahan akan ayat-ayat-Nya setelah Muhammad SAW wafat maka kita bisa menyimpulkan ketiadaan nabi setelah Muhammad SAW semata karena fungsinya digantikan oleh Al-Quran. Mengapa fungsi kenabian berhenti di Muhammad SAW? Karena setelah Muhammad SAW wafat terjadi banyak revolusi dalam kehidupan manusia terutama dalam cara belajar.  

    Muhammad SAW diutus di zaman peralihan. Saat itu beberapa negeri maju seperti cina, mesir dan yunani sudah berliterasi. Mereka terbiasa menulis dan membaca tapi tidak dengan masyarakat arab di tempat Muhammad SAW diutus. Turunnya Al-Quran memicu perubahan cara belajar manusia yang tadinya berdasarkan lisan menjadi berdasarkan tulisan. Sejak masa itu manusia menyandarkan pembelajaran pada membaca. Saat ini hanya sedikit saja manusia yang masih buta huruf. Kebanyakan orang mampu membaca secara mandiri.  

    Islam membawa tradisi literasi ini dan membuat seluruh dunia menjadi manusia-manusia pembelajar berdasarkan tulisan dan bacaan. Pada masa kejayaan Islam, terdapat banyak sekali perpustakaan. Budaya ini kemudian ditiru oleh barat maka menulis dan membaca menjadi suatu tradisi yang terus berkembang. Saat ini buku tersebar luas dan mudah diakses. Tentunya di dalamnya terdapat buku-buku agama. Maka pembelajaran soal agamapun bukan hal yang sulit diakses.  

    Pada zaman kita ini, jelas lebih canggih daripada zaman sebelumnya. Jika buku mungkin masih cukup sulit diakses dari tempat yang jauh, di zaman ini banyak orang yang membagikan informasi di internet. Informasi semakin murah dan cepat. Apa yang tadinya terbatas hanya untuk segelintir orang saja menjadi semakin mudah diakses jika sudah ada di internet.   

    Dunia semakin mengglobal. Dunia yang semakin global menegaskan bagaimana manusia saling bergantung satu sama lain. Ini membuat manusia harus semakin saling bekerja sama untuk mencapai tujuan dalam kehidupan termasuk meraih kebenaran yang hakiki. Semua manusia saling mengisi dan saling mengingatkan. Itulah mengapa kita tak lagi butuh nabi karena fungsi nabi telah tergantikan dengan semakin banyaknya orang yang saling peduli dan mengingatkan.  

    Teknologi semakin canggih. Banyak pekerjaan berat dialihtugaskan pada mesin maupun robot. Manusia tidak lagi menghabiskan terlalu banyak waktu dan tenaga juga fokus pada kegiatan-kegiatan untuk menopang dirinya memenuhi kebutuhan dasar dan pokok.   

    Efek yang paling utama dari kemajuan teknologi adalah manusia mempunyai banyak waktu luang. Waktu adalah modal utama kita mempelajari Al-Quran. Tapi kita tahu banyak manusia zaman kita malah membuang waktu untuk melakukan hal lain selain mempelajari Al-Quran.  

    Padahal tidak ada alasan manusia zaman ini tidak serius mempelajari Al-Quran. Bukankah kita saat ini memiliki banyak waktu dan akses informasi yang tidak terbatas untuk mendukung pembelajaran kita akan Al-Quran? Semua manusia bisa mempelajari langsung Al-Quran secara mandiri.

    6 min
  • Apa itu iman? | DEFINISI | AlQuraan Visual

    Apa itu iman?  

    Kita memahami keimanan seperti sebuah doktrin. Semata karena ketakutan kita sendiri akan konsekuensi dari sebuah ketidakimanan. Tapi benarkah iman sebuah doktrin? Mari kita renungkan bersama.  

    Apakah keimanan harus dipaksakan hadir? Kita seringkali tidak memahami tentang keimanan. Sehingga kita pikir keimanan harus dipaksakan. Bagaimana mungkin kita beriman jika tidak memaksakan diri beriman? Bukankah apa yang seharusnya kita imani seringkali merupakan hal-hal di luar logika kita?  

    Lalu bagaimana jika keimanan tidak pernah hadir? Bukankah konsekuensi dari ketidakimanan itu sangatlah mengerikan? Bagaimana jika apa yang disampaikan  oleh para rasul itu sebuah kebenaran? Lalu apa yang harus kita lakukan jika keinginan untuk beriman tidak juga muncul sampai akhir hidup kita?   

    Memang hal itu cukup menakutkan tapi memaksakan keimanan tidak akan membuahkan apapun. Benarkah? Bukankah banyak di luar sana orang-orang yang seakan beragama dengan sempurna karena awalnya memaksakan diri untuk hijrah untuk beriman? Kita harus menyadari jika kita memaksakan keimanan maka iman kita hanya akan membuahkan suatu perilaku yang kita paksakan lakukan. Tentu sebuah perbuatan yang didasarkan keterpaksaan tidak akan bertahan lama dan tidak akan menghantarkan kita ke tahapan yang lebih tinggi.  

    Cobalah jujur dengan diri sendiri. Apakah keimanan yang kita miliki saat ini merupakan hasil memaksakan diri atau hasil dari sebuah proses pencarian keimanan? Cobalah jujur dengan diri sendiri apakah semua amalan yang kita lakukan semata sebuah perilaku yang kita paksakan lakukan?   

    Jika kita memutuskan untuk menjalani perjalanan meraih keimanan, mungkin perjalanan kita menemukan keimanan jadi lebih panjang daripada mereka yang memaksakan keimanan hadir dalam hati. Mereka yang ingin mendapatkan keimanan instan dan memilih memaksakan diri untuk beriman tentu tidak akan sama dengan mereka yang mencoba berproses dalam pencarian keimanan itu sendiri.  

    Lalu berapa lama kita harus menjalani proses pencarian keimanan? Sedangkan setelah memutuskan beriman kita masih harus belajar, mengkaji dan mengamalkan yang kita imani? Pastinya memang prosesnya jadi semakin panjang tapi bukankah yang terpenting adalah ketika kita menemukan iman, iman kita akan terus bertumbuh? Keimanan yang benar akan menghantarkan kita pada keimanan lain dan membuat diri kita terus bertumbuh menjadi orang yang lebih baik.  

    Kita harus memahami bahwa iman adalah menerima fakta sisi lain kehidupan. Iman membicarakan hal di luar hal yang kita ketahui. Ini yang menjadikan iman itu sulit karena kita harus pergi ke batas-batas keilmuan kita. Bagaimana mungkin kita bisa menyadari batas keilmuan kita jika kita seringkali merasa ilmu kita luas dan tak terbatas. 

     Agar mau mencarinya kita harus menyadari segala keterbatasan. Keterbatasan ilmu hanyalah salah satunya. Selain itu kita juga harus menyadari keterbatasan fisik diri kita. Tentu bukan hanya kita pribadi tapi juga keterbatasan manusia secara umum dan koloni manusia itu sendiri. Bahkan banyak manusia seringkali tak mampu mengatasi masalahnya sendiri.  

    Untuk menyadari keterbatasan diri kita harus hidup dengan kesadaran penuh. Karena seringkali kita malah mematikan diri dari kesadaran akan keterbatasan diri kita. Mengapa? Karena keterbatasan memang membuat manusia merasa lemah tak berdaya dan penuh kebingungan. Keadaan itu membuat manusia tidak bisa fokus meraih yang ingin diraihnya. Akhirnya ia membohongi diri tidak mau mengakui kekosongan jiwanya.

    5 min
  • 90 Seruan Allah SWT pada Orang Beriman (Part 1) | FAKTA QURAN | AlQuraan Visual

    Apa saja seruan Allah SWT kepada orang beriman? 

    _ _ _

     90 Seruan Allah SWT kepada Orang Beriman dalam Al-Quran (Part 1)  

    Setelah kita membahas tentang seruan Allah SWT kepada seluruh manusia dalam Al-Quran. Kali ini kita beralih pada pembahasan seruan Allah SWT kepada orang beriman dalam Al-Quran. Kita tahu orang beriman adalah mereka yang menerima fakta yang Tuhan paparkan dalam kitab-Nya. Maka seruan kepada mereka tentu bukan seruan mendasar semata tapi seruan yang mengarahkan mereka menjadi manusia yang bertakwa.  

    1 Tidak mengatakan raina Al-Baqarah 104 Seruan pertama adalah adab kepada Rasulullah SAW. Perintah ini didasarkan pada suatu keadaan dimana ahli kitab mengolok-olok orang beriman karena suka mengatakan kata raina pada Muhammad SAW. Makna kata raina tak jauh berbeda dengan kata undzhurna yang artinya perhatikan kami. Maka Allah SWT menyeru orang beriman untuk mengatakan kata undzhurna. 

    2 Memohon pertolongan dengan sabar dan sholat Al-Baqarah 153 Perjalanan menapaki jalan keimanan untuk meraih ketakwaan tidaklah mudah. Maka seruan kedua Allah SWT pada orang beriman adalah agar mereka senantiasa memohon pertolongan pada Allah SWT. Tapi untuk mendapatkan pertolongan Allah SWT ada syaratnya yaitu dengan mengiringi permintaan tolong itu dengan sabar dan sholat. Jadi sholat bukanlah tujuan melainkan sikap yang dituntut selalu ditegakkan oleh orang beriman.  

    3 Makan yang baik dan bersyukur Al-Baqarah 172 Mengapa orang beriman tidak diseru memakan makanan halal? Karena seruan memakan halal sudah tercakup dalam seruan kepada seluruh manusia. Titik berat seruan kepada orang beriman dalam soal makanan justru pada kesadaran bahwa rejeki itu dari Allah SWT dan kesyukuran. Makna kesyukuran erat kaitannya dengan ketaatan pada-Nya.  

    4 Ditetapkan qishash Al-Baqarah 178 Setelah membahas tentang makanan, Allah SWT membahas bagaimana semestinya orang beriman menghargai kehidupan dan menjaga kelangsungan kehidupan manusia dengan menetapkan qishash jika terjadi pembunuhan. Semata karena kehidupan manusia sangatlah berarti maka tidak bisa dibiarkan satu pembunuhan tanpa balasan pembunuhan lagi.

    9 min
  • Benarkah hanya ada satu agama di dunia? | OPINI | AlQuraan VIsual

    Satu agama, satu Tuhan? 

    - - - 

    Benarkah hanya ada satu agama di dunia? Ini jelas isu yang sensitif. Tapi kami bukan memaparkan ini semua demi sebuah perdebatan. Bagi kami fakta-fakta yang ada dalam agama adalah sesuatu yang tidak perlu diperdebatkan. Mau menerima silahkan, mau menolak juga silahkan. Karena semua ada konsekuensinya masing-masing. Kami hanya ingin mengajak untuk merenungi tentang agama. Karena banyak orang mempertanyakan, jika Tuhan satu, mengapa ada banyak agama.  

    Sebelum membahas tentang satu agama, benarkah hanya ada satu Tuhan? Lagi-lagi ini jelas isu sensitif. Tapi sekali lagi, kami tidak berniat memancing perdebatan. Kami hanya ingin kita semua mengevaluasi cara pandang kita terhadap kehidupan. Kebanyakan orang mungkin tak ingin peduli dan tak memperdulikan apa pandangan orang lain. Tapi kami merasa harus ada yang menyampaikan kebenaran dengan apa adanya.  

    Bukankah begitu banyak bintang dan planet di alam semesta?  Manusia selalu berharap bisa menemukan kehidupan lain di planet lain entah di mana dalam alam semesta. Mengapa manusia begitu penasaran akan adanya kehidupan lain di alam semesta? Mungkin karena dengan begitu manusia bisa merasa kehidupan ini tidak ajaib, biasa saja. Ada banyak makhluk lain seperti kita. Sama seperti kisah-kisah dalam fiksi ilmiah. Menemukan makhluk lain yang agak-agak aneh tapi serupa dengan manusia membuat kita merasa bagian dari alam semesta yang luas.  

    Tapi mengapa hanya ada kehidupan di planet bumi saja? Fakta ini walaupun sudah diketahui lama oleh manusia masih belum diterima dengan sepenuh hati oleh manusia. Mengapa? Ya mungkin tadi alasannya. Terlalu aneh jika dalam jumlah ratusan milyar bintang dan planet di alam semesta ini ternyata kehidupan hanya ada di bumi yang ukurannya cukup mini. Fakta ini membuat manusia jadi merasa dirinya terlalu istimewa.   

    Dan mengapa hanya ada satu spesies manusia? Seperti juga beberapa hewan yang tersisa hanya satu spesies. Ini menandakan manusia, Homo Sapiens yang paling mampu bertahan hidup baik melawan alam maupun melawan spesies Homo yang lain. Kesimpulannya, manusia adalah makhluk yang paling tangguh untuk menjalani kehidupan di dunia. Sungguh walaupun kita berbeda suku bangsa dan warna tapi kita harus menyadari pada dasarnya kita satu spesies.   

    Maka tentu wajar jika hanya ada satu Tuhan. Mari kita definisikan Tuhan. Kita tahu Tuhan adalah pencipta dan pengatur kehidupan. Mengapa wajar jika hanya ada satu Tuhan? Karena kehidupan ini pun hanya satu. Kalaupun ada kehidupan lain di planet lain, bukankah masih ada di semesta yang satu. Kecuali jika ada portal ke kehidupan lain. Juga belum tentu tidak berada dalam penguasaan satu Tuhan. Seperti dalam film walaupun bentuknya aneh-aneh tapi mereka masih berperilaku selayaknya manusia.   

    Satu Tuhan, satu hukum, satu aturan. Okelah kalau manusia bisa menemukan alien yang entah seperti apa dalam planet lain, kita mungkin akan bimbang dan ragu ada satu Tuhan di kehidupan ini. Tapi bagaimana dengan hukum alam? Bahkan di galaksi yang jauhnya milyaran tahun cahaya pun berlaku hukum fisika yang sama seperti yang ada di bumi. Jika kita menerima hukum fisika yang satu mengapa begitu sulit kita menerima hukum manusia hanya ada satu?

    8 min
  • Tentang Orang Bertakwa Surat Al-Baqarah 1-5 | VISUALISASI QURAN | Alquraan Visual

    Ketakwaan adalah tahapan yang harus diraih semua manusia. 

    - - - 

    Tentang Orang Bertakwa Surat Al-Baqarah ayat 1-5 

    Tahukah kita dalam kehidupan ini ada 3 golongan manusia? Pembagian manusia menjadi 3 golongan inilah yang akan dibahas dalam episode visual alquraan kali ini. Mari kita telaah bersama.  

    Dari mana kita mengetahui manusia dibagi menjadi 3 golongan? Kita mengetahui hal ini dari surat Al-Fatihah. Golongan pertama adalah orang-orang yang telah diberi nikmat, alladziina an’amta ‘alayhim. Tuhan menamakan golongan ini adalah orang yang bertakwa. Mereka yang bersekolah dan bekerja di sekolah dan perusahaan Tuhan. Tentang mengabdi pada Tuhan telah kita bahas di episode sebelumnya yaitu makna mendalam surat Al-Fatihah.  

    Golongan kedua adalah yang dimurkai atas mereka, magdhubi ‘alayhim. Tuhan menamakan mereka orang-orang yang kafir. Mereka yang bersekolah dan bekerja di perusahaan setan.   

    Golongan ketiga adalah orang-orang yang sesat, adh-dhooliin. Tuhan menamakan golongan ini golongan fasik. Mereka adalah yang bersekolah dan bekerja di dua perusahaan sekaligus, perusahaan Tuhan dan setan. 

    Ketiga golongan ini akan dibahas di ayat 1 sampai 20 surat Al-Baqarah. Episode kali ini akan mengkhususkan pembahasan tentang orang-orang bertakwa.

    7 min

About alquraanvisual

From the publisher's feed

membahas sisi lain dari alquraanvisual agar pemahaman kita tentang alquran lebih menyeluruh