
Sign up to save your podcasts
Or


16 Nama Tumbuhan yang disebutkan dalam Al-Quran
Setelah membahas tentang nama hewan yang disebutkan dalam Al-Quran, kali ini kita akan membahas tentang nama tumbuhan yang disebutkan dalam Al-Quran. Walaupun ada beberapa jenis tanaman yang tidak disebutkan secara spesifik namanya.
1 Mentimun Mentimun adalah salah satu tumbuhan yang diminta Bani Israil kepada Musa as untuk menggantikan Manna karena mereka merasa bosan dengan satu jenis makanan saja. Setelah sebelumnya mereka meminta sayuran tapi tidak disebukan spesifik sayuran apa.
2 Bawang Putih Masih dalam rangkaian permintaan Bani Israil pada Musa as di ayat 61 surat Al-Baqarah. Setelah meminta mentimun mereka meminta bawang putih. Bawang tentu salah satu penentu lezatnya sebuah masakan.
3 Kacang Adas Kacang-kacangan adalah bahan makanan dasar yang seringkali digunakan dalam berbagai masakan. Setelah meminta bawang putih, masih di ayat ini, Bani Israil meminta kacang adas, salah satu jenis kacang yang banyak tumbuh disekitar mediteranian.
Benarkah Tuhan hanya satu?
Perjalanan mencari kebenaran tak semestinya berhenti sepanjang kita hidup. Kehidupan ini sungguh dinamis selalu ada yang baru setiap waktunya. Tapi kebenaran apakah dinamis atau statis?
Perdebatan tentang Tuhan tiada habisnya. Padahal sudah banyak manusia yang mengaku modern berusaha memusnahkan sosok Tuhan dalam kehidupan. Nyatanya, pembahasan tentang Tuhan selalu hadir dalam perbincangan manusia.
Mengapa kepercayaan purba selalu menyimpulkan Tuhan banyak. Kebanyakan pendapat tentang hal ini merujuk kepada keadaan di masa lalu saat pengetahuan manusia terbatas. Manusia selalu berpikir bahwa alam yang agung ini tidak mungkin diurus hanya oleh satu Dzat.
Ciri orang fasik Al-Baqarah 14-16
Kita lanjutkan pembahasan tentang ciri orang fasik yang telah dimulai dari ayat 8 surat Al-Baqarah. Pembahasan kali ini merupakan pembahasan terakhir tentang ciri orang fasik. Seperti apa ciri orang fasik yang terakhir?
Ciri orang fasik yang kedua dilihat dari bagaimana mereka merespon nasehat orang beriman untuk beriman sebagai mana manusia lain beriman. Kali ini ciri mereka berdasarkan sikap mereka ketika bertemu dengan orang beriman dan jika mereka kembali pada setan mereka. Mereka menyatakan beriman dengan Allah SWT dan dengan hari akhir.
Apa itu alam semesta?
Kita akan melanjutkan mempelajari makna dari kata yang terdapat di surat al-fatihah ayat 2 yaitu alam semesta atau ‘alamin. Apa itu alam semesta?
‘Alamin seringkali diartikan alam semesta. Ini dikaitkan dengan fungsi Allah SWT sebagai rabb atau pencipta dan pengatur alam semesta, alam secara keseluruhan atau alam raya.
Makna ‘alamin adalah segala yang diilmui. Benarkah? Lalu mengapa secara umum dimaknai alam semesta? Bukankah dalam alam semesta ada banyak hal yang belum manusia ketahui?
Kata ‘alamin satu akar kata dengan ilmu. Terdiri dari tiga huruf yaitu ‘ain lam mim. Maka lebih tepat jika kita memaknai kata ‘alamin menjadi segala yang diilmui atau semesta ilmu.
30 Hewan yang disebutkan dalam Al-Quran
Tahukah kita apa saja hewan yang disebutkan dalam Al-Quran? Kita akan mengurutkan berdasarkan urutan kemunculannya dalam Al-Quran.
1 Nyamuk Al-Baqarah 26 Nyamuk adalah hewan pertama yang muncul dalam Al-Quran terkait dengan permisalan yang dibuat Allah SWT. Sebagai makhluk yang kecil dan seringkali dilihat sebelah mata, kita tahu nyamuk merupakan salah satu hewan pembunuh manusia terbesar sepanjang sejarah kehidupan manusia.
2 Salwa/Burung Puyuh Al-Baqarah 57 Bisa jadi memang yang dimaksud Allah SWT dengan Salwa bukanlah burung puyuh tapi ulama sepakat bahwa salwa sejenis burung puyuh yang Allah SWT turunkan dengan manna yang merupakan sejenis madu. Itulah yang menjadi makanan Bani Israil setelah diselamatkan Allah SWT dari kejaran Firaun.
3 Kera Al-Baqarah 65 Siapa yang Allah SWT jadikan kera? Sebagian dari Bani Israil yang melanggar hari Sabbath. Apakah mereka benar-benar jadi kera atau tidak? Menurut kesepakatan ulama mereka benar-benar diubah menjadi kera karena perilaku mereka yang tamak. Bukan hanya menjadi kera tapi ditegaskan mereka menjadi kera yang hina.
Mengapa manusia membutuhkan agama?
Mari kita sama-sama merenungkan, apakah manusia membutuhkan agama atau tidak? Jika manusia memang membutuhkan agama, mengapa harus menolak agama?
Banyak yang mengatakan manusia pada dasarnya sudah baik, tidak membutuhkan agama. Memang manusia telah diciptakan menyukai kebaikan tapi kita tahu faktanya manusia harus melatih diri untuk selalu berbuat kebaikan.
Apa perlunya agama jika tak mampu mengatasi masalah sosial. Iya, kita tahu sampai sekarang tidak ada satu agamapun yang mampu mengatasi masalah sosial secara menyeluruh. Maka banyak yang mempertanyakan fungsi agama.
Apalagi ternyata agama malah yang memerintahkan perang. Padahal manusia sendiri tanpa agama sudah sepakat mengusahakan perdamaian dan membuat organisasi yang bisa mendamaikan pihak yang sedang bersengketa. Mengapa agama seakan tidak pernah padam mengobarkan peperangan?
Agama itu apa? Agama adalah sistem yang mengatur perilaku manusia baik pada Tuhan, alam maupun sesama. Sebagian besar agama adalah ciptaan manusia yang terinspirasi dari agama asli dari Tuhan. Sedangkan agama Tuhan hanyalah satu, Ad-diin Islam.
Apa itu Tuhan?
Kali ini kita akan membahas makna dari Rabb. Apakah Rabb tepat jika diartikan Tuhan? Kita akan menelaah hal ini bersama-sama. Rabb seringkali diartikan Tuhan. Padahal kata Tuhan lebih tepat jika dijadikan terjemah dari kata ‘Ilaah’. Jadi apa makna Rabb sebenarnya?
Rabb tepatnya adalah pencipta. Dia mengadakan sesuatu ada dari tiada. Lalu bagaimana dengan Dia sendiri? Dia ada dan selalu ada. Karena Dia tidak sama dengan makhluk-Nya.
Rabb tepatnya adalah pengatur. Dia mengatur apapun yang telah Dia ciptakan. Mengapa Dia mengatur ciptaan-Nya? Karena memang makhluknya tak mampu mengatur dirinya sendiri.
Rabb adalah pencipta yang mengatur ciptaan-Nya. Pengaturan Dia mencakup semua hal di alam ini, termasuk di dalamnya manusia itu sendiri. Hal yang ada dalam pengaturan-Nya yang paling mendasar adalah soal rejeki, kelahiran dan kematian.
5 Tahapan Pemahaman Surat Al-Fatihah
Kita seringkali tidak menyadari bahwa surat Al-Fatihah seperti sebuah tangga penghantar pada Al-Quran. Ada 5 tahapan yang harus kita tempuh agar kita sampai pada pintu gerbang Al-Quran. Apa saja 5 tahapan itu? Mari kita telaah bersama.
Tahapan Pertama : Selalu merasa terkesima dengan kehidupan. Kehidupan ini terlalu ajaib bagi kita seorang manusia yang lemah dan memiliki banyak keterbatasan. Walaupun jelas manusia berada di level tertinggi dari semua makhluk yang ada di dunia ini. Tetap saja dibandingkan semua hal yang ada di dunia termasuk di dalamnya luar angkasa dan seisinya manusia tidaklah ada artinya.
Kita tiba-tiba hadir di kehidupan yang lengkap dan sempurna. Bukan kita yang mengadakannya ada. Bahkan termasuk diri kita sendiri. Untuk barang-barang yang kita inginkan, kita harus membelinya baik menggunakan uang ataupun dengan tenaga kita. Tapi semua material mentah yang ada di dunia ini tiba-tiba ada dan gratis selama belum ada manusia yang menguasainya.
Semua hal yang ada di dunia membuat manusia nyaman dan betah. Seakan semuanya tercipta memang untuk manusia. Jadi apa yang ada di dunia bukan hanya gratis melainkan berguna dan menjamin kelangsungan hidup manusia. Bahkan banyak manusia ingin hidup selamanya di dunia. Termasuk diri kita sendiri, bukan? Karena kita merasa diri kita dan kehidupan yang telah kita jalani dan usahakan sangat berarti. Kita tak mau kehilangan itu semua.
Jejak Kenabian 25 Nabi dalam Google Earth
Apakah kita masih sering bingung dimana lokasi para nabi diutus di bumi? Kali ini kita akan sama-sama menelusuri lokasi para nabi diutus dan tempat yang terkait dengan tugas kenabian berdasarkan sumber yang paling kredibel.
1 Suriah
Suriah disebut juga Syam berada di jazirah Arab bagian utara. Menurut HR. Thabrani, Allah SWT menurunkan Adam as di tanah India kemudian mendatangi Mekah menuju Syam dan tinggal di sana. Jadi Peradaban pertama manusia modern ada di Suriah.
2 Babilonia
Setelah Adam as, nabi kedua adalah Idris as yang diutus Allah SWT ke Babilonia agak ke timur dari Suriah. Babilonia disebut juga Irak Kuno.
3 Sungai Efrat dan Tigris
Nuh as diutus di daerah Mesopotamia yaitu daerah subur antara dua sungai besar, Efrat dan Tigris. Tempat ini berada di pertengahan antara Suriah dan Babilonia.
4 Gunung Judi
Setelah banjir besar, Nuh as tinggal di Gunung Judi yang berada di utara Mesopotamia. Masuk dalam wilayah Turki. Ternyata tempat kapal nabi Nuh as berlabuh tidak terlalu jauh. Walaupun jelas masih banyak perdebatan tentang tempat ini.
From the publisher's feed