Pada ayat 6-16 surat Al-Baqarah kita sudah membahas ciri dua golongan yaitu kafir dan fasik. Allah SWT ingin memperjelas ciri kedua golongan itu dengan memberikan permisalannya pada kita.
Permisalan adalah suatu cara menyampaikan maksud. Banyak yang menyebutnya dengan majas. Tentu manusia sebelum al-quran turun sudah menggunakan metoda ini untuk menyampaikan suatu maksud tertentu.
Orang kafir adalah mereka yang mengabaikan peringatan. Seperti yang tertera di ayat 6-7 surat Al-Baqarah. Mereka tidak beriman dan pada akhirnya mendapatkan azab berat.
Kita bacakan ayat 17-18 surat Al-Baqarah.
مَثَلُهُمۡ كَمَثَلِ ٱلَّذِى ٱسۡتَوۡقَدَ نَارًا فَلَمَّآ أَضَآءَتۡ مَا حَوۡلَهُۥ ذَهَبَ ٱللَّهُ بِنُورِهِمۡ وَتَرَكَهُمۡ فِى ظُلُمَٰتٍ لَّا يُبۡصِرُونَ
Perumpamaan mereka seperti orang yang menyalakan api. Setelah (api itu) menerangi sekelilingnya, Allah melenyapkan cahaya (yang menyinari) mereka dan membiarkan mereka dalam kegelapan, tidak dapat melihat.
صُمٌّ بُكۡمٌ عُمۡىٌ فَهُمۡ لَا يَرۡجِعُونَ
(Mereka) tuli, bisu, lagi buta, sehingga mereka tidak dapat kembali.