Mamy, Aku mau tanya!
Al-Fatihah
Bagian Pertama
Dialog Ibu dan Anak tentang Al-Quran
Mamy, apa itu surat Al-Fatihah?
Surat Al-Fatihah adalah surat pertama dalam Al-Quran.
Mengapa surat Al-Fatihah yang jadi surat pertama Al-Quran?
Memang Allah SWT menyusunnya begitu. Itu karena surat Al-Fatihah adalah pondasi Al-Quran.
Mamy, apa maksudnya Al-Fatihah adalah pondasi Al-Quran?
Maksudnya, inti Al-Quran ada dalam surat Al-Fatihah. Jadi kalau Kakak paham akan kandungan Al-Fatihah, in-syaa Allah akan memahami keseluruhan Al-Quran.
Jadi, aku hanya perlu memahami Al-Fatihah saja?
Bisa dikatakan begitu, hanya saja untuk memahami surat Al-Fatihah kita harus mempelajari keseluruhan Al-Quran.
Lah?
Iya, memang begitu, Kak. Tenang aja, kita akan belajar pelan-pelan tentang Al-Quran. Mamy sih, Kakak tertarik belajar Al-Quran saja sudah senang.
Siap, Mamy!
Nah, sekarang Mamy yang tanya, mengapa surat Al-Fatihah dimulai dari ayat kedua?
Masa sih?
Kebanyakan ulama sepakat surat Al-Fatihah dimulai dari ayat kedua, Kak.
Hmm, mungkin karena ayat pertama ada di semua surat Al-Quran.
Bukannya kata Bu Guru kalau mulai membaca suatu surat harus dimulai dengan Basmallah?
Pinter! Hanya saja ada satu surat yang tidak dimulai dengan kalimat Basmallah.
O, ya? Surat apa?
Surat ke-9, surat At-Taubat.
Lalu, kapan kita membahas tentang ayat kedua Al-Fatihah?
Coba baca ayat dan artinya.
Alhamdulillaahirrobbil'alamiin. Segala puji bagi Allah SWT Tuhan semesta alam.
Kalau Mamy lebih suka menerjemahkan menjadi, Segala pujian bagi Allah SWT Rabb segala yang diilmui.
Lo, kok beda?
Sama aja kok, hanya lebih detil.
Tapi aku sama-sama ga ngerti maksud dari ayat ini, Mamy.
Padahal ayat ini pendek ya, Kak?
Apa itu maksud dari segala pujian?
Pujian itu bukan kata kerja tapi kata benda. Jadi kalau ada orang yang memuji maka apa yang dia sampaikan itu disebut pujian.
Jadi maksudnya, kita tidak boleh memuji siapapun selain Allah SWT?
Tepatnya, segala pujian itu milik Allah SWT.
Memangnya bagi sama milik itu sama?
Kurang lebih maknanya sama.
Jadi, kita ga boleh memuji orang, cantik, pintar atau baik, misalnya?
Kalau sekadar mengapresiasi boleh saja tapi pada dasarnya kita melakukan itu dengan kesadaran bahwa yang menjadikan seseorang cantik, pintar bahkan baik, ya Allah SWT juga.
Kalau cantik dan pintar aku ngerti tapi kalau baik? Apa urusannya dengan Allah SWT?
Justru kebaikan manusia sangat besar pengaruhnya dengan Tuhan. Manusia tidak akan bisa berbuat baik tanpa petunjuk Tuhan.
Kalau begitu, manusia tidak punya kuasa apa-apa dalam hidupnya?
Hehe. Bisa dikatakan begitu tapi bukan berarti manusia jadi tidak perlu melalukan apa-apa.
Mamy, kita sedang belajar Al-Quran atau filsafat, sih?
Hahaha. Al-Quran itu memang falsafah hidup, Kak. Jadi kita memang sedang belajar filsafat versi Tuhan.
Wow! Belum apa-apa aku udah pusing.
Ya, sudah, kita lanjut lain kesempatan, ya. Coba cerna dulu obrolan kita tadi.
Baiklah... @.@