alquraanvisual

alquraanvisual

By alquraanvisualReligion & SpiritualityIslam
Download on the App Store

alquraanvisual episodes

  • Permisalan Salah Satu Jalan Meraih Petunjuk-Nya | Surat Al-Baqarah 26-27 | Mamy, Aku Mau Tanya | AQV

    Setelah membahas tentang keraguan akan Al-Quran, Allah SWT membahas tentang bagaimana kita semestinya menyikapi permisalan.
    Permisalan, Mamy? Seperti ayat 17-20 surat Al-Baqarah?
    Betul, Kak. Kita kan sudah sama-sama memahami kalau permisalan itu sangat membantu kita memahami ayat-ayat Allah SWT.
    Tapi mengapa harus dibuat ayat khusus tentang ini?
    Ya memang Allah SWT sedetil itu, Kak. Coba baca dulu ayat 26 surat Al-Baqarah.
    Innallaaha laa yastaḥyii ay yadhriba matsalam maa ba'uu dhotan famaa fawqoHaa fa'ammal- ladziina aamanuu faya'lamuuna annaHul-ḥaqqu mir robbihim wa ammal-ladziina kafaruu fayaquuluuna maadzaa aroodallaahu biHaadzaa matsalan yudhillu bihii katsiirow wa yaHdii biHii katsiroon wa maa yudhillu biHii illal-faasiqiina.
    Sesungguhnya Allah tidak malu membuat perumpamaan seekor nyamuk atau yang lebih kecil daripada itu. Adapun orang-orang yang beriman mengilmui bahwa itu kebenaran dari Tuhannya. Akan tetapi, orang-orang kafir berkata, “Apa maksud Allah dengan perumpamaan ini?” Disesatkan-Nya dengan itu banyak orang yang. Diberi-Nya petunjuk dengan itu pula banyak orang yang. Dan tidak ada yang Dia sesatkan dengan itu kecuali orang-orang fasik.
    Panjang juga ya, Kak. Coba apa yang bisa ditangkep dari ayat ini?
    Hmm...
    Orang beriman mengetahui permisalan itu dari Tuhan dan orang kafir mempertanyakan apa maksud Allah SWT membuat permisalan.
    Iya, Kak. Begitulah perbedaan orang beriman dengan orang kafir dalam menyikapi perbedaan.
    Maksud Allah SWT tidak malu itu apa, Mamy?
    Mamy juga masih agak bingung kenapa kata itu diartikan malu karena asal katanya dari kata 'hidup'. Tapi garis besarnya ngerti, kan?
    Iya. Memangnya kita tidak boleh mempertanyakan maksud Allah SWT dalam membuat permisalan, Mamy?
    Pernyataan itu maksudnya lebih dikarenakan sikap mereka yang tidak mau memahami permisalan.
    Tapi ya perkataan mereka itu ga sopan ya, Mamy. Jelas mereka tidak menghargai posisi Allah SWT.
    Betul, Kak. Sementara orang beriman terus berusaha memahami permisalan sampai akhirnya mengetahui apa maksud dari permisalan itu.
    Terus maksud dari disesatkan dan diberi petunjuk dengan permisalan, apa Mamy?
    Ini merujuk kepada mereka yang masih ragu-ragu akan petunjuk, Kak. Jika dia memutuskan keraguan dan berusaha memahaminya, permisalan itu menjadi jalan bagi dia untuk mendapatkan petunjuk.
    Lalu yang disesatkan, Mamy?
    Banyak juga kan yang malah menjadikan permisalan Tuhan sebuah olok-olokan. Tentu sikap ini membuat mereka menjadi tersesat dengan permisalan itu.

    5 min
  • Penggambaran Pertama Surga | Surat Al-Baqarah 23-25 Bag.3 | Mamy, Aku Mau Tanya | AlQuraanVisual

    Bagian 3
    Lanjutkan Kak, ayat 25-nya!
    Kullamaa ruziquu minHaa min tsamarotir riqon qooluu Hadzal ladzii ruziqnaa min qoblu wa utuu biHii mutasyaa biHaa.
    Setiap kali mereka diberi rezeki darinya dari buah sebagai rezeki mereka berkata ini yang telah diberikan rezeki dari sebelum dan mereka diberi dengan itu yang serupa.
    Coba apa yang menarik dari kelanjutan ayat 25 ini, Kak?
    Kita dikasih buah yang serupa?
    Ada buah yang serupa. Maknanya apa, Kak?
    Kehidupan di surga tidak jauh berbeda dengan kehidupan di dunia, Mamy?
    Dalam beberapa hal begitu seperti penggambaran di ayat 25 ini berkaitan dengan buah yang serupa pernah kita makan di dunia.
    Aku jadi inget ayat 3 surat Al-Baqarah tentang menginfakkan rejeki. Jadi rezeki itu salah satunya adalah buah-buahan yang kita makan ya?
    Betul, Kak.
    Ada satu lagi yang menarik, soal rezeki.
    Apa itu, Mamy?
    Di surga apa yang bisa kita makan disebut rezeki juga.
    Wah bener juga.
    Keserupaan ini penting karena surga adalah tempat yang asing maka jika ditegaskan ada keserupaan, manusia bisa jadi merasa tertarik karena hanya dunia yang mereka kenali.
    Penggambaran pertama tentang surga ini sungguh menarik ya, Mamy!
    Yes!
    Lanjutkan baca sisa ayat 25-nya, Kak?
    Wa laHum fiiHaa azwaajun muthoHHaroh wa laHum fiiHaa khooliduuna.
    Dan bagi mereka dalamnya pasangan-pasangan disucikan. Dan mereka dalamnya kekal.
    Jadi apalagi yang Allah SWT janjikan di surga selain buah yang serupa?
    Pasangan-pasangan yang disucikan dan kekekalan? Apa yang menarik dari keduanya, Mamy?
    Kakak pengen ga punya pasangan?
    Ya pengen, lah.
    Tapi di dunia ini kadang orang meninggal sebelum punya pasangan, kan?
    Iya juga sih. Jadi maksudnya kalau di surga kita pasti dapat pasangan ya, Mamy?
    Nah itu, Kak. Seru, kan?
    Tapi kok disebutnya pasangan-pasangan? Berarti ga cuma satu?
    Bener. Memangnya Kakak ga mau punya pasangan lebih dari satu?
    Kalau di dunia kan cuma laki-laki yang boleh punya pasangan lebih dari satu, Mamy?
    Iya, Kak. Walaupun di ayat 25 ini memang merujuk pada laki-laki karena tokoh utamanya memang Muhammad SAW tapi banyak ulama menyatakan jika ayat Al-Quran tidak dijelaskan secara khusus berarti berlaku umum.
    Wah, boleh juga. Hehe.
    Tapi ya harus dicari penjelasan lebih dalam soal ini, hehe.
    Siap, Mamy.

    5 min
  • Neraka ditujukan untuk Manusia | Surat Al-Baqarah 23-25 Bag.2 | Mamy, Aku Mau Tanya | AlQuraanVisual

    Bagian 2
    Siapa yang bilang manusia tidak mungkin memenuhi tantangan itu, Mamy?
    Allah SWT sendiri lah di ayat 24 surat Al-Baqarah. Coba baca, Kak!
    Fain lam taf'aluu walan taf'aluu fattaqunnaarollatii waquuduHan naasu walhijaarotu u'iddat lil kaafiriina
    Maka jika tidak kamu lakukan dan tidak akan pernah kamu lakukan maka takut neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu ditujukan bagi yang kafir.
    Kebayang Kak maksud ayat ini?
    Jadi Allah SWT membantah langsung ya kemungkinan manusia bisa mendatangkan surat semisal Al-Quran dan memanggil saksi selain Allah SWT.
    Iya, Kak. Kita harus membaca ayat 23 sebagai satu kesatuan dengan ayat 24 dan 25 juga.
    Wah. Mamy, jadi bener ya kita harus takut neraka?
    Sebetulnya kata dasarnya sama dengan kata takwa.
    Jadi orang bertakwa itu orang-orang yang takut?
    Ada juga yang mengartikan takwa dengan kesadaran diri atau conscious.
    Hmm seperti orang yang tercerahkan gitu ya, Mamy?
    Iya. Jadi jika dikaitkan dengan neraka maka sadarilah neraka itu bahan bakunya adalah manusia dan batu, kira-kira begitu.
    Neraka itu emang untuk manusia dong, Mamy?
    Betul karena tokoh utamanya memang manusia, kan?
    Hmm. Kita harus mengaitkan ayat ini dengan ayat 23 ya kan, Mamy?
    Iya. Intinya kita harus menuntaskan keraguan akan Al-Quran karena tidak ada surat semisal itu yang memaparkan kebenaran.
    Jadi sebetulnya tidak ada jalan lain selain yakin dengan kebenaran Al-Quran?
    Betul, Kak. Kalau kita tidak mau menerima kebenaran Al-Quran ya selesai sudah perjalanan kita dengan Al-Quran, hanya sampai di ayat ini.
    Dan ujungnya adalah neraka, ya?
    Iya. Bedakan antara meragukan dengan membiarkan diri dalam keraguan.
    Membiarkan diri dalam keraguan itu seperti orang yang terus menerus berbuat fasik ya, Mamy?
    Benar. Ini harus digarisbawahi karena kebanyakan orang menganggap harus iman dulu untuk menjalani perjalanan dengan Al-Quran.
    Padahal justru perjalanan dengan Al-Quran yang akan menghantarkan kita pada keimanan, keyakinan dan ketakwaan, kan Mamy?
    Betul, Kak. Banyak orang merasa iman, yakin, takwa adalah hal yang harus dipaksa hadir.
    Lalu fungsi Al-Quran apa dong?
    Nah itu. Akhirnya Al-Quran hanya diposisikan sebagai sumber inspirasi, sumber hukum bukan tahap yang harus dijalani untuk meraih ketakwaan.

    5 min
  • Benarkah Al-Quran Kebenaran Tunggal? | Surat Al-Baqarah 23-25 Bag. 1 | Mamy, Aku Mau Tanya | AQV

    Bagian 1
    Setelah membahas tentang fungsi Rabb di dalam kehidupan manusia. Allah SWT membahas tentang apa, Kak?
    Tentang, Al-Quran, Mamy?
    Betul, Kak!
    Kenapa tentang Al-Quran, Mamy?
    Ini kan senada dengan keimanan dengan yang gaib. Ayat 21-22 membahas tentang kegaiban, kan?
    Sumber informasi tentang kegaiban itu adalah Al-Quran, ya?
    Iya, seperti ayat 4 surat Al-Baqarah yang mencirikan keimanan pada apa yang diturunkan pada Muhammad SAW, sebagai ciri dari orang bertakwa.
    Baca dulu, Kak ayat 23 surat Al-Baqarah.
    Wa inkuntum fii roybin mimaa nazzalnaa 'alaa 'abdinaa fa*tuu bisuurotim mim mitsliHii wad'uu syuHadaakum minduunillaaHi inkuntum shoodiqiin.
    Dan jika kamu dalam keraguan dengan apa yang diturunkan atas abdi Kami maka datangkan dengan surat dari semisalnya dan panggil saksi dari selain Allah SWT jika kamu jujur.
    Bagaimana Kak, kira-kira paham ga?
    Ini membahas tentang orang-orang yang meragukan Al-Quran, Mamy?
    Betul, Kak. Allah SWT ingin menghapuskan keraguan orang-orang tentang Al-Quran.
    Karena kita ga akan bisa melangkah lebih jauh kalau kita ragu-ragu, kan?
    Nah itu. Coba gemana cara Allah SWT menghapuskan keraguan manusia tentang Al-Quran?
    Menantang manusia untuk mendatangkan surat semisal Al-Quran.
    Tapi bukan sekadar asal mendatangkan semisal Al-Quran. Dia juga menantang kita untuk, apa Kak?
    Memanggil saksi selain Allah SWT. Saksi itu apa, Mamy?
    Saksi adalah yang melegitimasi sesuatu sebuah kebenaran, Kak.
    Jadi, seakan Allah SWT memerintahkan kita untuk mendatangkan Tuhan lain selain Dia dong, Mamy?
    Iya begitu kira-kira. Tentu saja ini sebuah tantangan kosong karena manusia tidak mungkin melakukannya.
    Jadi buat apa Allah SWT menantang manusia?
    Agar manusia mau menelaah dirinya sejujur-jujurnya. Apakah dia menolak karena ketidaksukaan atas abdi-Nya yaitu Muhammad SAW ataukah karena merasa bisa mendapatkan kebenaran dari selain Allah SWT?
    Tapi banyak yang mencoba membuat semisal Al-Quran, Mamy?
    Banyak tapi sekadar olokan saja. Jelas tidak bisa membuat pernyataan yang merupakan suatu kebenaran tapi sekaligus indah dan menenangkan.
    Tapi banyak orang zaman sekarang yang membiarkan dirinya dalam keraguan akan Al-Quran, Mamy?
    Berarti dia memang tidak mau mencari kebenaran, Kak. Orang yang sungguh-sungguh ingin menemukan kebenaran pasti ya mencari kebenaran dimanapun.
    Dengan banyak membaca literatur dari manapun, ya?
    Betul, Kak. Dia juga akan melakukan studi perbandingan agama, misalnya.
    Bukannya semua agama mengajarkan kebaikan, Mamy?
    Karena semua agama kan sumbernya dari agama Allah SWT juga, kan?

    5 min
  • Mengapa Manusia Menolak Fakta Dia diciptakan? | Surat Al-Baqarah 21-22 Bag.2| Mamy, Aku Mau Tanya

    Bagian 2
    Pada ayat 22 surat Al-Baqarah, Allah SWT memaparkan fungsi diri-Nya dengan detil di dalam kehidupan ini.
    Wah. Aku jadi penasaran.
    Baca dulu, Kak!
    Alladzii ja'ala lakumul ardhio firoosyan wassamaa*a binaa*an wa anzalaa minassamaa*i maa*an fa akhrojaa biHii minats tsamarooti rizqol lakum falaa taj'aluu lillaaHi andaadan wa antum ta'lamuuna.
    Yang menjadikan bagimu bumi hamparan dan langit ditinggikan dan menurunkan dari langit air.
    Maka mengeluarkan dengan itu dari buah-buahan rejeki bagimu maka tidak menjadikan bagi Allah SWT tandingan dan kamu mengilmui.
    Coba kita urai ayat ini ya, Kak! Apa peran Tuhan dalam kehidupan ini?
    Pertama, Tuhan yang menjadikan bumi ini nyaman ditempati manusia.
    Kedua, Dia yang menurunkan air. Ketiga, Dia yang menyediakan rejeki berupa buah-buahan yang dikeluarkan bumi dengan perantara air. Begitu kan, Mamy?
    Cool!
    Manusia seringkali menganggap kehidupan ini terjadi kebetulan saja.
    Jadi Tuhan memaparkan fakta tentang kehidupan dengan gamblang ya, Mamy!
    Manusia bukan hanya harus menerima fakta itu tapi ada konsekuensi dari ilmu yang Dia paparkan. Apa coba, Kak?
    Tidak menjadikan bagi Allah SWT tandingan. Tandingan apa, Mamy?
    Tandingan ya, yang dianggap serupa dengan Tuhan kuasanya sehingga manusia mengabdi padanya.
    Manusia jangan sampai salah mengabdi ya, Mamy?
    Iya karena pengabdian itu membawa banyak konsekuensi. Jika manusia salah mengabdi tentu efeknya akan buruk bagi manusia itu sendiri.
    Jadi kenapa Al-Fatihah itu anomali karena pernyataan mengabdi pada hanya Allah SWT itu lahir dari kesadaran manusia?
    Betul. Itu adalah pencapaian tertinggi dari kesadaran manusia. Sedangkan pada ayat 21-22 ini manusia diarahkan kesadarannya oleh Allah SWT.
    Tapi sepertinya manusia mentok pada fakta soal penciptaan. Banyak manusia tidak mau mengakui dirinya diciptakan.
    Kira-kira kenapa Kak, manusia menolak fakta tentang penciptaan?
    Hmm, mungkin karena manusia merasa sebagai tokoh utama dalam kehidupan. Fakta ini membuat manusia merasa sekadar jadi obyek Tuhan.
    Iya, Kak. Kebanyakan manusia merasa kiprahnya di dunia jadi terbatas jika menerima diri sebagai ciptaan.
    Termasuk tidak menerima pengaturan Tuhan dalam semua urusan kehidupan kali ya, Mamy?
    Iya. Mereka pikir memasukkan unsur Tuhan dalam kejadian sehari-hari membuat mereka jadi malas dan tidak mau berusaha sungguh-sungguh.
    Makanya konsepnya adalah percaya diri bukan percaya Tuhan?
    Betul. Mereka yakin manusia tidak membutuhkan Tuhan untuk mencapai apa yang mereka inginkan dalam hidup ini. Termasuk menentukan hukum sosial.

    5 min
  • Ayat Pertama dalam Al-Quran | Surat Al-Baqarah 21-22 Bag.1 | Mamy, Aku Mau Tanya | Al-QuraanVisual

    Bagian 1
    Sekarang kita baru masuk ke inti Al-Quran, Kak!
    Lah, jadi ayat sebelumnya itu apa, Mamy?
    Surat Al-Fatihah itu pembuka dan resume Al-Quran. Lalu Al-Baqarah ayat 1-20-nya apa, Kak?
    Ciri tokoh utama kehidupan dan permisalannya, Mamy!
    Betul. Ada 3 tokoh utama yaitu orang takwa, kafir dan fasik.
    Bisa dibilang ayat 21 ini seperti ayat pertama Al-Quran, Mamy?
    Iya betul, Kak. Ayat 21 ini merupakan seruan kepada seluruh manusia.
    Kalau begitu, setiap manusia memang harus membaca dan mempelajari Al-Quran, dong?
    Memang begitu. Ayo baca dulu ayat ini.
    Yaa ayyuhannaasu'buduu robbakumulladzii kholaqokum walladziina min qoblikum la'allakum tattaquuna.
    Wahai manusia abdilah rabbmu yang telah menciptakan kamu dan orang-orang sebelummu agar kamu bertakwa.
    Ayat 21 ini mengingatkan kita pada ayat berapa?
    Ayat 5 surat Al-Fatihah.
    Bedanya apa, Kak?
    Di Al-Fatihah, manusia yang menyatakan pengabdian pada Tuhan kalo di ayat ini, Tuhan yang memerintahkan manusia untuk mengabdi-Nya.
    Good.
    Mengapa bisa berbeda, Mamy?
    Kita kan sudah bahas sebelumnya, kalau Al-Fatihah itu anomali.
    Karena Al-Fatihah adalah tujuan yang semestinya kita raih dari perjalanan dengan Al-Quran.
    Jadi sekarang kita tinggal duduk manis dan mengikuti perjalanan, ya?
    Iya, Kak. Ada fakta paling esensial nih, di ayat 21 ini. Apa coba?
    Tentang penciptaan manusia.
    Betul dan ini dikaitkan dengan salah satu fungsi Rabb.
    Sebelumnya kita baru memahami fungsi Rabb sebagai pengatur, kan?
    Tul banget. Jadi sekarang kalau kita menemukan kata Rabb maka kita akan mengaitkannya dengan dua fungsinya, pengatur dan pencipta.
    Jadi semestinya, segala pujian di ayat 2 surat Al-Fatihah merujuk pada semua hal yang diciptakan dan diatur oleh Tuhan ya, Mamy?
    Iya. Kata 'kamu' di ayat 21 ini merujuk pada siapa, Kak?
    Pada Rasulullah SAW, kan?
    Good. Jadi orang-orang sebelummu merujuk pada orang-orang sebelum Muhammad SAW.
    Mengapa selalu dibawa-bawa sih Mamy, orang-orang sebelummu itu.
    Seperti di ayat 3 surat Al-Baqarah, ya?
    Iya.
    Ini menegaskan fakta Al-Quran berlaku sepanjang masa, Kak.

    5 min
  • Permisalan Golongan Fasik | Surat Al-Baqarah 17-20 Bag.2 | Mamy, Aku Mau Tanya | AlQuraanVisual

    Bagian 2
    Mengapa kebenaran membuat orang kafir menjadi takut mati, Mamy?
    Mati di sini lebih kepada sebuah kehancuran atas sesuatu, Kak.
    Seperti karir dan jabatan, ya, Mamy?
    Betul. Ini juga terkait dengan penggunaan kata 'perniagaan' di ayat 16 surat Al-Baqarah.
    Tapi di ayat 19 ini lebih merujuk pada orang kafir, kan? Kalau permisalan orang fasiknya yang mana, Mamy?
    Permisalan orang fasik ada di ayat 20 surat Al-Baqarah. Baca dulu, Kak!
    Yakaadul barqu yakhthofu abshooroHum kullamaa adhooa laHum masyaw fiiHi waidzaa adzlama 'alayHim qoomuu walawsyaa allaaHu ladzaHaba bisam'iHim waabshooriHim innallaaHa 'alaa kulli syay'in qodiirun.
    Hampir kilat menyambar penglihatan mereka setiap bersinar bagi mereka, mereka berjalan dalamnya dan jika menjadi gelap atas mereka berhenti
    Dan sekiranya menghendaki Allah SWT sungguh menghilangkan dengan pendengaran mereka dan penglihatan mereka sesungguhnya Allah SWT atas segala sesuatu Paling Berkuasa.
    Apa bedanya permisalan di ayat 20 ini dengan ayat 19, Kak?
    Kalau di ayat 19 mereka benar-benar tidak mau mendengar dengan menyumbat telinga dengan jari. Sedangkan di ayat 20 baru kemungkinan Allah SWT menghilangkan pendengaran dan penglihatan mereka.
    Betul, Kak. Makanya ayat 20 merujuk kepada orang fasik.
    Jika mereka selalu galau dalam menyikapi peringatan maka pada akhirnya mereka akan seperti orang kafir ya Mamy, tuli bisu buta.
    Iya. Jadi bedanya orang fasik dengan orang kafir apa, Kak?
    Orang kafir sama sekali tidak terpengaruh dengan peringatan sedangkan orang fasik masih terpengaruh walaupun tidak selalu. Hanya jika peringatan itu terlihat begitu nyata.
    Good! Seperti yang dipaparkan di ayat 15 surat Al-Baqarah, Allah SWT membiarkan mereka selalu terombang-ambing.
    Jadi mereka selalu galau tapi tidak juga mau memutuskan untuk melangkah terus ya, Mamy?
    Iya, Kak.

    5 min
  • Permisalan Golongan Kafir | Surat Al-Baqarah 17-20 Bag.1 | Mamy, Aku Mau Tanya | Al-QuraanVisual

    Bagian 1
    Setelah pembahasan panjang tentang golongan kafir dan fasik, ternyata Allah SWT masih menambahkan penjelasan tentang mereka.
    Wow, penjelasannya dalam bentuk apa, Mamy?
    Dan bentuk permisalan, Kak. Tahu kan permisalan itu apa?
    Seperti majas gitu, ya, Mamy?
    Iya. Bacakan dulu ayat 17 surat Al-Baqarah, Kak!
    MatsaluHum kamatsalilladzis tawqodanaaro
    Falammaa adhooatmaa hawlaHuu dzaHaballaaHu binuuriHim watarokaHum fii dzhulumaatil laa yubshiruuna
    Permisalan mereka seperti permisalan orang yang menyalakan api maka ketika menyinari sekitarnya menghilangkan Allah SWT dengan cahaya mereka dan meninggalkan mereka dalam kegelapan tidak melihat.
    Kebayang ga, Kak kondisi yang digambarkan Allah SWT di ayat 17 ini?
    Hmm... mengapa cahayanya hilang?
    Apa coba fungsi cahaya, Kak?
    Untuk menuntun kita ke suatu tempat.
    Jadi kalau cahayanya menghilang?
    Oo karena mereka tidak bergerak mengikuti sumber cahaya, ya Mamy?
    Betul, Kak. Jadi yang menyalakan apinya bukan mereka.
    Ngerti aku sekarang.

    5 min
  • Perilaku Ketiga Menghantarkan pada Kefasikan | Surat Al-Baqarah 11-16 Bag.2 | Mamy, Aku Mau Tanya | AlQuraanVisual

    Bagian 2 (2:11-16)
    Jadi apa Kak, dua sikap yang menyebabkan seseorang menjadi fasik?
    Satu, berbuat kerusakan di bumi tanpa mereka menyadarinya. Dua, suka merendahkan orang lain yang dianggap bodoh padahal mereka yang tidak berilmu.
    Sekarang kita membahas ciri ketiga. Bacakan dulu ayat 14 surat Al-Baqarah.
    Wa idzaa laqulladziina aamanuu qooluu aamannaa wa idzaa kholaw ilaa syayaathiiniiHim qooluu innaa ma'akum innamaa nahnu mustaHzi'un.
    Dan jika mereka bertemu orang-orang beriman mereka berkata kami beriman dan jika kembali pada setan mereka, mereka berkata sesungguhnya kami bersamamu sesungguhnya hanya kami berolok-olok.
    Inilah sikap ketiga yang membuat mereka menjadi fasik. Apa itu, Kak?
    Mereka bermuka dua. Kenapa mereka begitu, Mamy?
    Karena mereka tak ingin kehilangan keuntungan dari dua belah pihak.
    Keuntungan apa, Mamy?
    Keuntungan nilai ekonomis dan berkaitan dengan posisi mereka di
    masyarakat.
    Serendah itu mereka menilai sebuah pengakuan keimanan, ya?
    Karena mereka pada dasarnya tidak beriman.
    Apa kaitannya 3 sikap orang fasik dengan hati mereka yang berpenyakit, Mamy?
    Seseorang bisa berbuat kerusakan tanpa disadari itu kenapa, Kak?
    Mereka bukan orang yang sadar diri, bisa mengevaluasi diri.
    Kebanyakan orang yang seperti itu memiliki penyakit hati apa kira-kira, Kak?
    Sombong ya, Mamy?
    Iya. Mereka terlalu tinggi menilai dirinya sendiri.

    6 min
  • Dua Perilaku Menghantarkan pada Kefasikan | Surat Al-Baqarah 11-16 Bag.1 | Mamy, Aku Mau Tanya | AlQuraanVisual

    Bagian 1 (2:11-16)
    Mamy kemarin kan bilang, ada 3 penyebab mengapa mereka bisa menipu Allah SWT dan orang-orang beriman.
    Iya, Kak. Semua itu karena perilaku mereka sendiri. Kita baca dulu yuk ayat 11 surat Al-Baqarah.
    Wa idzaa qiila laHum laa tufsiduu fil ardhi qooluu innamaa nahnu mushlihuun
    Dan jika dikatakan bagi mereka tidak berbuat kerusakan di bumi mereka berkata sesungguhnya kami berbuat perbaikan.
    Langsung disambung dengan ayat 12-nya, Kak.
    Alaa innaHum Humul mufsiduuna walaakillaa yasy'uruun.
    Ingatlah sesungguhnya mereka mereka orang-orang yang berbuat kerusakan dan tetapi tidak mereka menyadari.
    Perilaku pertama adalah suka berbuat kerusakan. Tapi bukan kerusakan biasa melainkan kerusakan yang tidak disadari.
    Maksudnya, dia ga sadar kalo apa yang dilakukannya sebenarnya merusak?
    Iya, Kak. Kita kan paham kalo orang fasik ada di wilayah abu-abu. Walaupun begitu, Allah SWT menyatakan apa yang mereka lakukan itu adalah kerusakan.
    Contohnya apa ya, Mamy?
    Misalnya membangun pabrik yang merusak alam atau hal yang membuat manusia lain menderita seperti riba.

    5 min

About alquraanvisual

From the publisher's feed

membahas sisi lain dari alquraanvisual agar pemahaman kita tentang alquran lebih menyeluruh