Bagian 1
Setelah membahas tentang fungsi Rabb di dalam kehidupan manusia. Allah SWT membahas tentang apa, Kak?
Tentang, Al-Quran, Mamy?
Betul, Kak!
Kenapa tentang Al-Quran, Mamy?
Ini kan senada dengan keimanan dengan yang gaib. Ayat 21-22 membahas tentang kegaiban, kan?
Sumber informasi tentang kegaiban itu adalah Al-Quran, ya?
Iya, seperti ayat 4 surat Al-Baqarah yang mencirikan keimanan pada apa yang diturunkan pada Muhammad SAW, sebagai ciri dari orang bertakwa.
Baca dulu, Kak ayat 23 surat Al-Baqarah.
Wa inkuntum fii roybin mimaa nazzalnaa 'alaa 'abdinaa fa*tuu bisuurotim mim mitsliHii wad'uu syuHadaakum minduunillaaHi inkuntum shoodiqiin.
Dan jika kamu dalam keraguan dengan apa yang diturunkan atas abdi Kami maka datangkan dengan surat dari semisalnya dan panggil saksi dari selain Allah SWT jika kamu jujur.
Bagaimana Kak, kira-kira paham ga?
Ini membahas tentang orang-orang yang meragukan Al-Quran, Mamy?
Betul, Kak. Allah SWT ingin menghapuskan keraguan orang-orang tentang Al-Quran.
Karena kita ga akan bisa melangkah lebih jauh kalau kita ragu-ragu, kan?
Nah itu. Coba gemana cara Allah SWT menghapuskan keraguan manusia tentang Al-Quran?
Menantang manusia untuk mendatangkan surat semisal Al-Quran.
Tapi bukan sekadar asal mendatangkan semisal Al-Quran. Dia juga menantang kita untuk, apa Kak?
Memanggil saksi selain Allah SWT. Saksi itu apa, Mamy?
Saksi adalah yang melegitimasi sesuatu sebuah kebenaran, Kak.
Jadi, seakan Allah SWT memerintahkan kita untuk mendatangkan Tuhan lain selain Dia dong, Mamy?
Iya begitu kira-kira. Tentu saja ini sebuah tantangan kosong karena manusia tidak mungkin melakukannya.
Jadi buat apa Allah SWT menantang manusia?
Agar manusia mau menelaah dirinya sejujur-jujurnya. Apakah dia menolak karena ketidaksukaan atas abdi-Nya yaitu Muhammad SAW ataukah karena merasa bisa mendapatkan kebenaran dari selain Allah SWT?
Tapi banyak yang mencoba membuat semisal Al-Quran, Mamy?
Banyak tapi sekadar olokan saja. Jelas tidak bisa membuat pernyataan yang merupakan suatu kebenaran tapi sekaligus indah dan menenangkan.
Tapi banyak orang zaman sekarang yang membiarkan dirinya dalam keraguan akan Al-Quran, Mamy?
Berarti dia memang tidak mau mencari kebenaran, Kak. Orang yang sungguh-sungguh ingin menemukan kebenaran pasti ya mencari kebenaran dimanapun.
Dengan banyak membaca literatur dari manapun, ya?
Betul, Kak. Dia juga akan melakukan studi perbandingan agama, misalnya.
Bukannya semua agama mengajarkan kebaikan, Mamy?
Karena semua agama kan sumbernya dari agama Allah SWT juga, kan?