Sebelum kita melanjutkan ke ayat 41, kita bahas dulu kata perjanjian di ayat 40. Kata ini pernah muncul di mana, Kak?
Hmm, di ayat 27 surat Al-Baqarah merujuk pada ciri orang fasik.
Betul, Kak. Maka ketika di ayat 40, Allah SWT memerintahkan Bani Israil untuk memenuhi perjanjian jika mereka melanggarnya, maka mereka akan jadi orang fasik.
Walaupun mereka keturunan Nabi dan Rasul, ya?
Iya karena seseorang dinilai dari perbuatannya bukan pengakuannya.
Setelah itu apa lagi seruan Allah SWT pada Bani Israil, Mamy?
Baca dulu Kak, ayat 41-nya!
Wa aaminuu bimaa anzaltu mushaddiqal limaa ma'akum wa laa takuunuu awwala kaafirim biHi wa laa tasytaruu bi'aayaatii tsamanan qaliilaan wa iyyaaya fattaquun.
Berimanlah kamu kepada apa yang telah Aku turunkan sebagai pembenar bagi apa yang ada pada kamu dan janganlah kamu menjadi orang yang pertama kafir kepadanya. Janganlah kamu menukarkan ayat-ayat-Ku dengan harga murah dan bertakwalah hanya kepada-Ku
Bani Israil diperintahkan untuk mengimani Al-Quran, Kak! Bahkan dilarang untuk menjadi yang awal kafir terhadapnya. Setelah itu mereka juga diperintahkan untuk tidak menukarkan ayat-ayat Allah SWT dengan harga murah.
Mereka juga sama ya, Mamy, diperintahkan untuk takwa. Maksudnya takwa hanya pada-Ku apa?
Seperti juga istilah dalam Al-Quran seperti iman, kafir, mengabdi, kata takwa bisa ditujukan pada selain Tuhan.
Gitu ya, Mamy? Kalau menukar ayat-ayat Allah SWT artinya apa?
Kata menukar sebelumnya ada di ayat berapa, Kak?
Ayat 16 tapi menukar petunjuk dengan kesesatan kalau di ayat ini dengan harga sedikit.
Bani Israil demi keuntungan dunia memilih untuk tidak iman dan kafir pada Al-Quran yang diturunkan pada Muhammad SAW.
Apa yang bisa membuat mereka tidak melakukan apa yang dilarang, Mamy?
Ya, itu Kak, ketakutan pada Allah SWT.
Takut?
Takwa itu salah satu artinya takut.
O iya, kayak di ayat 24 surat Al-Baqarah, ya?
Betul. Kalimat penutup di suatu ayat itu jadi motivasi dasar seseorang melakukan suatu perbuatan, Kak.
Seperti di ayat 40 juga ya, Mamy?
Betul. Sama juga kan diartikan takut hanya beda kata FarHabuuna.