Bagian 2
Sekarang kita masuk ke ayat 29 surat Al-Baqarah. Yuk baca, Kak!
Huwalladzii kholaqo lakum ma fil ardhi jamii'an, tsummastawaa ilas-sama*i fasawwaaHunna sab'a samaawaatin, wa huwa bikulli syai'in 'aliimun.
Dialah yang menciptakan segala yang ada di bumi untukmu, kemudian Dia menuju ke langit, lalu Dia menyempurnakannya menjadi tujuh langit. Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.
Ayat ini jadi penutup rangkaian ayat 21-29 surat Al-Baqarah.
Pembahasan tentang Tuhan adanya di ayat 21-22 surat Al-Baqarah ya, Mamy?
Iya, Kak. Jadi ayat ini seperti penutup rangkaiannya.
Tapi kenapa harus diselang dengan pembahasan tentang Al-Quran, permisalan dan hidup mati?
Ya karena informasi tentang Tuhan jelas datang melalui apa yang Dia turunkan pada abdi-Nya yaitu Al-Quran dan permisalan.
Kalau tentang hidup dan mati?
Titik beratnya di kekafiran.
Kalau di ayat 23, kekafirannya dikaitkan dengan Al-Quran ya?
Intinya mengingkari Al-Quran setara dengan mengingkari kehidupan itu sendiri.
Wow!
Keduanya kesatuan yang tidak bisa terpisahkan termasuk soal Tuhan itu sendiri.
Sedangkan kefasikan kaitannya lebih kepada petunjuk ya, Mamy?
Iya betul. Makanya orang kafir sih memang tahap yang parah banget karena seakan dia mengingkari keajaiban kehidupan.
Ya, ya aku mulai paham, Mamy.
Pada ayat 21, Allah SWT menggunakan kata menjadikan ketika membahas bumi sebagai hamparan dan langit sebagai atap.
Pada ayat 29 ini fokusnya pada apa yang ada di bumi, ya?
Iya, Allah SWT menggunakan kata menciptakan semua yang ada di bumi untuk manusia.
Apa berarti bumi tidak diciptakan khusus untuk manusia, Mamy?
Belum tentu begitu hanya saja memang tidak dibahasakan begitu, Kak!
Jika semua diciptakan untuk manusia berati manusia bisa sesuka hati memanfaatkan apapun di bumi dong, Mamy?
Iya dengan catatan berbuat kerusakan di bumi akan ada implikasinya dengan bagaimana kita meraih petunjuk Tuhan.
Hmm... Berarti kita harus menjaga bumi ya, Mamy?
Karena kehancuran bumi itu sudah pasti tapi jangan sampai bumi rusak sebelum kiamat tiba, Kak!
Kasian keturunan kita, ya, Mamy?
Betul, Kak! Maka kepedulian kita pada alam sebetulnya yang mendasari adalah kepedulian kita pada sesama manusia.
Kalau soal perjanjian dengan Allah SWT, Mamy? Kan bukan perjanjian dengan manusia?
Setiap perjanjian itu sebenarnya antara kita dengan Allah SWT dan pastinya efeknya ke manusia lain. Jadinya ya pasti kaitannya balik lagi ke soal kepedulian sesama manusia.
Apalagi soal memutuskan apa yang diperintahkan Allah SWT di ayat 27 ya, Mamy?
Yup! Harus diingat ayat 21 adalah ayat pembuka Al-Quran. Jadi kumpulan ayat 21-29 adalah bahasan paling mendasar untuk memasuki gerbang Al-Quran.
Jadi semua ayat ini kumpulan ayat ini mutlak diterima sepenuh hati ya, Mamy?
Iya, Kak. Jika orang tidak bisa menerima fakta kehidupan yang dipaparkan di ayat ini pasti tidak akan tertarik melanjutkan pembahasan ayat selanjutnya.
Begitu cara kerjanya, Al-Quran ya?
Karena Al-Quran itu harus dijalani tahap per tahap. Bukan buku yang bisa dijadikan sekadar wacana.
Ayat selanjutnya tidak punya pondasi ya, Mamy kalau kita menolak ayat sebelumnya?
Tul begete. Termasuk untuk menerima penutup ayat ini bahwa Dia menyempurnakan langit menjadi 7.