Bagian 1 (2:8-10)
Mamy, kenapa pembahasan tentang orang sesat panjang sekali?
Mereka ini sulit ditebak tidak seperti orang takwa yang lurus dan orang kafir yang menolak dengan frontal.
Sepertinya kebanyakan manusia sekarang seperti itu, Mamy.
Ya, salah duanya kita ini.
Serius, Mamy?
Lah, memangnya kita sudah termasuk orang bertakwa?
Ya, belum lah.
Lalu, mau disebut orang kafir?
Ya ga mau, Mamy!
Jadi benar kan, kita tergolong orang yang sesat?
Ga ada golongan lain Mamy, setengah sesat setengah takwa?
Hahaha. Justru dengan mengakuinya kita malah akan menyimak penjelasan tentang orang sesat ini lebih berhati-hati.
Iya sih, Mamy.
Kesadaran diri itu penting, Kak!
Baiklah.
Ayo baca ayat 8 surat Al-Baqarah.
Wa minannaasi man yaquulu aamannaa billaaHi wabil aakhirooti wa maa Hum bimu'miniin.
Dan dari manusia dari berkata beriman dengan Allah SWT dan dengan hari akhir dan tidak mereka dengan orang beriman.
Gemana, Kak, ketangkep maksud ayat ini?
Ada yang ngaku beriman tapi ga diaku beriman sama Allah SWT, gitu?
Betool. Tepatnya mereka bukan bersama orang beriman.
Bukan termasuk golongan orang beriman, gitu ya, Mamy?
Iya. Mengapa mereka tidak diakui keimanannya, Kak?
Karena mereka berbohong?