Aspera Cup

Aspera Cup

By Aspera CupArtsPerforming Arts
Download on the App Store

Aspera Cup episodes

  • INSOMNIA / TERJERAT DALAM LARA
    Membuat banyak paragraf adalah hal baru dalam menulis bagi saya. 
    Kembali dalam bentuk paragraf, saya benar-benar ingat dalam pikiran yang sangat puitis, membuat paragraf dengan hanya terdiri tiga kalimat di dalamnya. saya mencoba menerjemahkannya, Bagi saya, ketika saya tak bisa tidur disaat saya seharusnya tidur itulah insomnia. Mungkin jika ada seorang dokter membaca tulisan saya ini, mereka akan tertawa terbahak-bahak. saya akui, beberapa tahun belakangan saya seperti kehilangan kreativitas. Kehilangan semua imajinasi saya.
    7 min
  • KISAH KITA AKAN MENUA.
    Di sisi lain, ada orang yang secara usia sudah tergolong lanjut, tapi baginya seakan-akan lupa menghitung hari. Setiap saat ada proyek baru. Pensiun dari pekerjaan dianggapnya sebagai hari pertama kemerdekaan. Kemerdekaan menentukan mau apa, ke mana, dengan siapa, kapan, dan bagaimana. Dengan bermodalkan kematangan dan kebijaksanaan, ia kian mantap menjadi penentu arah.
    9 min
  • DIRGAHAYU: NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA.
    Ditahun ini, Indonesia merayakan Hari Kemerdekaannya yang ke-75, banyak momen bersejarah dan penting yang telah kita lewati. Jika kita melihat ke belakang, perjuangan para pahlawan untuk merebut kemerdekaan sangatlah panjang. Maka sangat wajar jika kita merayakan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia dengan sangat meriah.
    9 min
  • MEMAAFKAN: Beranjak untuk menjadi bijak.
    Memaafkan adalah awal mula menuju kedamaian hidup.
    Tidak semua orang yang ada di dunia ini memiliki pemikiran dan sudut pandang sama terhadap melihat suatu isu. Oleh karena itu, perselisihan di antara dua orang pasti rentan terjadi. Tidak selamanya perselisihan itu berdampak buruk bagi kehidupan, ada banyak dampak baik yang akan didapat dari perbedaan pendapat tersebut.
    10 min
  • GOOD BYE JULY.
    Pikiran kita bergejolak hebat. diikuti jantung yang makin sesak. Luka itu lebam kembali. Setelah berlalu bertahun-tahun. Melalui banyak lelah jalan dan menepi di bawa kesunyian, kita masih saja terjatuh saat menemui nama yang diharapkan berbahagia tanpa kita.
    Benar-benar sesak. Ingin menangis sejadi-jadinya. Namun tak bisa. Rembulan juli, dia menutupi pahit untuk sebuah kisah manis.
    11 min
  • PADA MALAM HARI: Imajinasi & Realitas.
    Pada malam hari daratan lebih dingin dibandingkan lautan, percakapan dari banyak manusia tidak sebercanda di siang hari.
    sekelumit tentang rasa bisa di sandingkan dengan banyaknya diam, keheningan, mengikuti arah lelah.
    13 min
  • PILIHAN: Mantra-mantra mengagumi. Nyatanya tenang tak ada dalam pelarian.
    Bercengkerama dengan logika, itulah yang kulakukan ketika perasaan mulai menggrogoti pikiran. saya masih bingung untuk melangkah maju atau mundur. memang sebuah keputusan yang sulit.
    saya hanya ingin memberinya sebuah pilihan, cemburu, mungkin kata itu tidak pantas. saya hanya ingin kau menentukan pilihan.
    Padahal saya sendiri tahu kalau hati manusia tempatnya berubah-ubah.
    tidak ada kelebihan, tapi seakan saya mengagungkannya. Seakan harapan yang kutitipkan akan dijaga.
    saya yang keliru, dari awal memang salah menempatkan harapan ini.
    Bersandar pada yang biasa, berharap bisa ditenangkan sedemikian rupa.
    9 min
  • GODAM: SUPERMAN LOCAL
    Sosok itu memiliki kekuatan super, kebal peluru dan mampu terbang di udara. Namun jangan harap akan menemukan sosok tersebut di jalanan memburu berita, atau di belakang meja, menulis artikel untuk surat kabar yang terbit esok hari. Karena sosok itu adalah Godam, perwujudan dari seorang sopir truk bernama Awang, salah satu karakter komik pahlawan super asli Indonesia, buah karya Wid NS.
    9 min
  • Sajak Tafsir, Untuk Dikenang Sapardi Djoko Damono - Musikalisasi Puisi.
    SAJAK TAFSIR
    Kau bilang aku burung?
    Jangan sekali-kali berkhianat
    kepada sungai, ladang, dan batu.
    Aku selembar daun terakhir
    yang mencoba bertahan di ranting
    yang membenci angin.
    Aku tidak suka membayangkan
    keindahan kelebat diriku
    yang memimpikan tanah,
    tidak mempercayai janji api yang akan menerjemahkanku
    ke dalam bahasa abu.
    Tolong tafsirkanaku
    sebagai daun terakhir
    agar suara angin yang meninabobokan
    ranting itu padam.
    Tolong tafsirkan aku sebagai hasrat
    untuk bisa lebih lama bersamamu.
    Tolong ciptakan makna bagiku,
    apa saja — aku selembar daun terakhir
    yang ingin menyaksikanmu bahagia
    ketika sore tiba.
    2 min

About Aspera Cup

From the publisher's feed

hei.. ini podcast Ad astra per aspera- temui saya di instagram: @mann.cup