Banyak pihak mengatakan hakim adalah wakil Tuhan yang bertugas memberikan keadilan kepada masyarakat. Namun keadilan hanya pepesan kosong jika hakim hanya berpegang pada pasal-pasal hukum, minus hati nurani. Kalau penegak hukum kita punya hati nurani, nenak Minah, Baiq Nuril, dan sekarang, Habib Rizieq, tidak perlu berurusan dengan pengadilan yang berliku. Sistem peradilan yang benar-benar jujur, adil, indepeden, dan tidak menjadi pelayan kekuasaan masih jadi utopia.