
Sign up to save your podcasts
Or


Habib Rizieq dituduh memicu kerumunan? Presiden Jokowi, Ketua Banggar DPR, dan banyak orang lain juga. Habib Rizieq dituduh menutupi hasil swab test? Airlangga Hartarto dan sejumlah Menteri juga. Bahkan Presiden Jokowi bilang, identitas pasien Covid-19 harus dirahasiakan. Jadi, kalau betul mau adil, bebaskan Habib Rizieq atau proses Presiden Jokowi, Airlangga Hartarto dan para pelanggar lainnya secara hukum. Pilih mana?
Imbauan Jokowi untuk benci produk asing tuai kontroversi. Kata Mendag Luthfi, itu salah dia membisiki Presiden. Lalu Presiden membantah impor beras. Padahal Mendag Luthfi sudah kadung mengumumkan beleid itu. Sekarang Mendag Luthfi harus buktikan ucapannya, yang bilang siap mundur kalau kebijakannya dinilai salah. Apa boleh buat. Menteri memang harus siap berkorban supaya Presiden bisa tampil jadi hero
Pakar Komunikasi Politik Effendi Gazali diancam dan diperas oknum yang mengaku jurnalis. Nama Effendi dicantumkan dalam bocoran BAP sebagai penerima jatah pengadaan paket bansos Kemensos. Kok bisa BAP beredar luas? Siapa yang membocorkan? Untuk kepentingan apa? Di sisi lain, kok para "dewa" penerima jatah jumbo tak kunjung dipanggil penyidik KPK?
Identitas tiga oknum polisi yang diduga menewaskan laskar FPR belum diungkap dengan jelas. Tetiba saja dikabarkan satu dari mereka tewas karena kecelakaan 4 Januari lalu! Bagaimana publik bisa percaya? Ada yang menduga polisi yang tewas itu sengaja dibungkam. Atau jangan-jangan, dia tidak ada hubungan dengan kasus ini. Kalau Polri tidak segera terbuka dan transparan, spekulasi publik akan semakin liar, dan merugikan Polri sendiri.
Hari ini Habib Rizieq Syihab disidangkan secara offline. Keinginan HRS berhadapan langsung dengan jaksa dan hakim terkabul. Tapi publik harus terus mewaspadai kemungkinan rekayasa dan pengadilan sesat atas pesanan aktor politik tertentu. Bagaimanapun sudah terbukti HRS adalah icon oposisi yang menggetarkan pihak-pihak yang berseberangan. Apalagi ada dugaan targetnya bukan cuma Habib Rizieq dan FPI, tapi juga Islam politik.
Gibran Rakabuming Raka kunjungi pabrik Esemka di Boyolali. Mobil ini yang dulu bikin nama ayahnya melambung. Peribahasa "like father, like the son" bisa jadi tepat. Gibran sedang napak tilas perjalanan politik ayahnya. Gak salah kalau banyak yang menebak, setelah Solo, Gibran sedang dipersiapkan untuk membidik Jakarta. Apalagi dua partai pendukung Jokowi, PKB dan PAN, sudah terang-terangan mendukung.
Banyak pihak mengatakan hakim adalah wakil Tuhan yang bertugas memberikan keadilan kepada masyarakat. Namun keadilan hanya pepesan kosong jika hakim hanya berpegang pada pasal-pasal hukum, minus hati nurani. Kalau penegak hukum kita punya hati nurani, nenak Minah, Baiq Nuril, dan sekarang, Habib Rizieq, tidak perlu berurusan dengan pengadilan yang berliku. Sistem peradilan yang benar-benar jujur, adil, indepeden, dan tidak menjadi pelayan kekuasaan masih jadi utopia.
Hari ini kita berduka, kehilangan seorang pengamat politik senior yang cerdas dan lugas: Arbi Sanit. Beberapa tahun lalu Arbi Sanit dengan lantang mengatakan bahwa Jokowi adalah Presiden Indonesia yang terlemah. Jokowi bukan cuma tidak punya partai, tapi juga kapasitasnya tidak cukup untuk mengelola negara serumit Indonesia. Bisa dipahami kalau muncul dugaan banyak keputusan strategis didesakkan oleh para oligarch dan investor politik.
Wacana revisi UU ITE yang digulirkan Presiden Jokowi menguap. Gak ada rencana itu dalam Prolegnas 2021. Kapolri mengangkat restorative justice, dan memfungsikan virtual police. Akun medsos dipantau. Konten yang berpotensi melanggar UU ITE diperingatkan. Disuruh menghapus, dan minta maaf. Tetap saja kebebasan rakyat berekspresi dikekang. Tafsir benar-salah sepenuhnya di tangah aparat.
Menambah utang tampaknya adalah salah satu prestasi pemerintahan Presiden Jokowi. Bahkan bunga dan cicilan utang pun harus didanai dari utang baru. Di akhir masa jabatan keduanya, Presiden Jokowi diprediksi akan mewariskan total utang Rp 10.000 trilyun. Yang paling pusing cari sumber utang baru pastinya Sri Mulyani. Apalagi sebagiannya dikorupsi. Bahkan oleh anak buahnya sendiri.
From the publisher's feed