
Sign up to save your podcasts
Or


Lika-liku percintaan seringkali menyisakan banyak pertanyaan. Tak jarang kepergiaannya meninggalkan pelajaran untukmu kembali melanjutkan perjalanan. Selamat mendengarkan!
Dalam hidup kita selalu dihadapkan dengan pilihan. Seperti kali ini, kita bakal ngebahas pilihan-pilihan dalam hal percintaan yang sering kepikiran kalau kita mau mulai sebuah hubungan. Disclaimer, gaada bener salah dalam episode kali ini karena kembali lagi kamu yang akan menentukan. Selamat mendengarkan!
Tahu sih, ngobrolin ini gak cuma bikin darah tinggi tapi juga bikin asam lambung naik lagi hahaha. Gimana nggak? rasanya kuliah baru haha hihi eitss tiba-tiba udah skripsi. Belum lagi ditanya sana-sini. So, kali ini kita bakal ngobrol mulai dari jatuh sampai bangun kita sewaktu jadi pejuang skripsi nih, dengerin yuk siapa tahu bikin kalian makin termotivasi!
Terkadang aku dipinggirkan, terkadang kalian hanya menghampiriku di tengah pesta perayaan atau sekadar duduk bersama di akhir pekan. Iya, aku adalah perasaan. Beberapa dari kami sering dianggap sebagai beban perjalanan atau sebatas emosi negatif yang tak pernah layak untuk dirasakan, tetapi aku juga bagian dari rasa yang turut Tuhan ciptakan. Bermainlah denganku. Kau tak perlu tinggal di dalam gelapnya perasaan, namun kau perlu menerimaku, memelukku dan mengendalikan aku hinga kita sama-sama utuh menjadi satu ciptaan.
Hai, kamu tahu gak kenapa keringat rasanya asin? Karena perjuangan gak ada yang rasanya manis :)) Udah di akhir tahun aja nih, sampai kapan mau bandingin diri sendiri sama orang lain mulu? Apa yang kelihatan di sosial media gak selalu ngegambarin kehidupan yang sebenarnya loh. Namanya juga hidup pasti diselimutin masalah, kalau diselimutin wijen namanya onde-onde😝
Selayaknya hubungan, dua insan tak hanya tuntut saling balas perasaan. Tak ayal diri sendiri tak luput dari persiapan. Hanya karena ini sekadar berpacaran, bukan berarti semua bebas memulai sembarangan. Selamat mendengarkan!
Nyatanya semua bermula dari teman. Entah dengan atau tanpa perasaan ketika sudah di tengah jalan. Dibumbui dengan banyaknya perhatian serta kebersamaan, tak jarang membuatnya salah artian. Yah, yang jelas keduanya tetap teman dan tidak ada perkembangan sebelum saling memperjuangkan.
Hidup di tengah masa yang serba terbatas tak lantas membuat kita cukup puas. Saat produktivitas bukan lagi menjadi ajang berkreativitas namun saling memamerkan kualitas, rasanya perlu diintrospeksi. Semua untuk mengembangkan diri atau sebatas mengejar obsesi.
Kamu datang membawa segenggam harapan yang kutafsirkan sebagai bukti perasaan. Lantas kita larut dalam banyak perbincangan. Nyaman. Tetapi seperti kedatanganmu yang tiba-tiba, pergimu juga tanpa suara. Tidak bisa, ya kalau kau membalas yang kukirimkan walau hanya pesan bukan perasaan?
Hai! Kali ini kami kembali menemani kamu. Maaf ya berbulan-bulan sudah membuatmu menunggu. Selamat mendengarkan kami berbincang seru mulai dari membahas masa lalu sampai berbagi ilmu tentang dunia per-podcastan. Yuk dengerin, episode ini spesial buat kamu, iya kamu.
From the publisher's feed