Si pembenci berpura-pura dengan bibirnya, tetapi dalam hati dikandungnya tipu daya. Kalau ia ramah, janganlah percaya padanya, karena tujuh kekejian ada dalam hatinya. Walaupun kebenciannya diselubungi tipu daya, kejahatannya akan nyata dalam jemaah. (Amsal 26:24-26)
Kadang-kala kita membaca atau menonton berita mengenai jenayah kebencian yang dilakukan terhadap sekumpulan orang yang tertentu. Kita terkejut dengan paparan kebencian ini, seringkali di luar pemahaman kita.
Jenayah kebencian atau paparan kebencian tidak berlaku dalam sekelip mata. Kebencian masuk ke dalam hati manusia melalui kesalahan, kesakitan, ketidakadilan, penindasan, pengkhianatan, penolakan dan kehilangan. Tindak balas terhadap semua ini, dan banyak lagi, yang telah mencela nilai diri, identiti kita, menyebabkan kita kehilangan apa yang menjadi hak kita, merampas maruah kita dan menghancurkan impian dan harapan kita, dengan mudahnya boleh datang dari keinginan daging. Kemarahan, dendam dan sifat agresif yang terpendam dalam hati, menjadi tanah subur untuk kebencian berakar dan bertumbuh. Penulis Amsal dengan tepat memberi amaran bahawa kebencian membuka pintu kepada kesilapan, melayan pembohongan daripada musuh, bertujuan untuk membinasakan, bukan hanya orang yang membenci, tetapi semua yang di sekelilingnya. Hati tidak jujur apabila kebencian dibiarkan bersemayam. Kebencian menyusup masuk ke dalam jiwa pembenci, dan mengubah rasional, tindak balas emosi, cara dia membuat keputusan. Bila ia disuap oleh sifat daging, ia menghasilkan kejahatan dan merancang kejahatan. Kebencian membawa kepada kejahatan.
Bila kejahatan mengelirukan hati, hati akan dipenuhi dengan kekejian. Cara untuk mengatasi kejahatan adalah dengan kebaikan. (Roma 12:21) “Janganlah kamu kalah terhadap kejahatan, tetapi kalahkanlah kejahatan dengan kebaikan!” Keputusan untuk memilih apa yang baik harus datang tepat pada permulaan tindakbalas kita bila berdepan dengan perlanggaran, kesalahan, sakit hati, ketidakadilan, penindasan, pengkhianatan, penolakan dan kehilangan. Hentikannya dari awal. Maka, kebencian tidak ada tapak semaian yang sesuai untuk bertumbuh.
Bagaimana kalau kita gagal mengatasi niat jahat dan ditawan oleh kebencian? Penawarnya adalah kasih, kasih Tuhan. Hendaklah kasih itu jangan pura-pura! Jauhilah yang jahat dan lakukanlah yang baik. (Roma 12:9) Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih. (1 Yohanes 4:8) Kasih Tuhan boleh dialami dan diterima hanya apabila Roh Kudus mencurahkannya ke dalam hati kita. “karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita.” (Roma 5:5)
Kasih menyembuhkan. Kasih mengatasi kebencian. Kasih membebaskan kita dari kezaliman kebencian. Kasih menuntun kita untuk percaya kepada Tuhan yang Maha Pengasih yang akan membalaskan kesalahan yang menyebabkan kita derita.
Jemputlah Roh Kudus untuk memeriksa hati anda. Mengakui setiap kebencian yang tersembunyi, dendam, tidak mengampuni, kepahitan, kemarahan dan lain-lain, mohon pengampunan Allah. Pilih untuk memaafkan mereka yang telah menyebabkan kelukaan kepada anda. Luangkan masa untuk mengatakannya kepada Tuhan: “Tuhan, saya memilih untuk memaafkan (nama orang tersebut) …”
Tolak setiap fikiran yang jahat. Mintalah Tuhan untuk menyembuhkan anda daripada kelukaan masa lalu (mungkin ada yang baru-baru berlaku kelmarin). Melarang kejahatan bertapak di dalam hati anda.