“Jika engkau baik-baik mendengarkan suara Tuhan, Allahmu, dan melakukan dengan setia segala perintah-Nya yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, maka Tuhan, Allahmu, akan mengangkat engkau di atas segala bangsa di bumi.” (Ulangan 28:1)
“Tetapi jika engkau tidak mendengarkan suara Tuhan, Allahmu, dan tidak melakukan dengan setia segala perintah dan ketetapan-Nya, yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, maka segala kutuk ini akan datang kepadamu dan mencapai engkau:” (Ulangan 28:15)
Ulangan 28 merangkumi akibat ke atas umat Tuhan bila mereka mentaati dan melanggari Perjanjian-Nya. Ada kalanya saya disarankan oleh beberapa orang Kristian yang baik bahawa kita seharusnya usah terlalu risau tentang hal ini kerana firman ini jelas ditujukan kepada Israel, orang-orang Yahudi, keturunan Abraham.
Paulus berkata dalam Galatia, “Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita, sebab ada tertulis: “Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!” Yesus Kristus telah membuat ini, supaya di dalam Dia berkat Abraham sampai kepada bangsa-bangsa lain, sehingga oleh iman kita menerima Roh yang telah dijanjikan itu. (Galatia 3:13-14) Salib menghapus “kutukan hukum” ketika Yesus menanggungnya di atas diri-Nya. Dia dikutuk menggantikan orang-orang yang dikutuk sebagai akibat melanggari Perjanjian Tuhan. Kerana salib, kita sebagai orang bukan Yahudi menerima berkat-berkat Perjanjian yang dijanjikan kepada Abraham, kepada keturunannya, Israel. Jika kita dicangkokkan ke dalam garis keturunan Abraham (Roma 11:17) agar kita dapat menerima berkat-berkat Abraham, bukankah kita juga tunduk kepada kutukan seperti yang digambarkan dalam Ulangan 28?
Dosa mempunyai akibat. Hukum-hukum Tuhan diberikan dalam konteks Perjanjian. Pelanggaran hukum Tuhan adalah lebih dari sekadar tidak mentaati-Nya. Ia adalah pelanggaran terhadap Perjanjian di mana Tuhan “mengikat diri-Nya” kepada kita, untuk memberkati kita, melindungi kita dan menunjukkan belas kasihan-Nya. Ketika Perjanjian dilanggar, kutukan mengejar kita. Kutukan akibat dari dosa seperti penyembahan berhala, sihir, pencurahan darah orang yang tidak bersalah, pengorbanan darah untuk iblis, perjanjian dengan iblis, dosa-dosa seksual, ketidakadilan, dan lain-lain yang dilakukan oleh nenek moyang kita akan mengejar keturunan mereka di garis generasi. Ini menjadi kutukan generasi.
Beberapa di kalangan kita mungkin telah perhatikan adanya satu corak kutukan dalam hidup kita, keluarga kita, keturunan kita, generasi berikutnya, di negara kita dan bahkan di tanah tempat kita tinggal. Kutukan kematian (bukan hanya secara fizikal, tetapi kematian impian, harapan, prospek yang salih dan lain), kemalangan, kehilangan, kekalahan, penyakit, pertengkaran dan lain-lain. Tetapi syukur kepada Allah Bapa Tuhan Yesus kita! Melalu Salib Yesus, pintu berkat generasi terbuka, dan pintu kutukan generasi tertutup, bagi semua orang yang mahu memusatkan perhatian kepada Salib! Kebebasan dan kemenangan datang melalui Salib, tetapi kita perlu berjuang dalam doa.
Fokus Doa yang Bersungguh:
Baca Ulangan 28. Kenalpastikan corak kutukan yang mempengaruhi kamu, keluarga kamu, hasil usaha kamu, gereja, tanah dan bangsa. Mintalah Tuhan untuk mengungkapkan kepada kamu secara beransur-ansur pintu kutukan generasi. Mengaku dan bertaubat dari akar dosa dan mintalah belas kasihan Tuhan.
Menentang sebarang kutukan yang mengejar di garis generasi yang sedang mempengaruhi kamu, keluarga kamu, kawasan kamu, gereja, tanah dan bangsa. Tutupkan pintu kutukan, hancurkan semua kutukan dan usirkan mereka keluar.
Serahkan jalan kamu kepada Tuhan, berdoalah untuk pelepasan semua berkat Perjanjian ke dalam hidup kamu, keluarga kamu, rumah kamu, hasil karya tangan kamu, gereja, tanah dan bangsa.