๐ PKS Legislative Corner๐
Membahas Isu dari sudut yang pas
Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di banyak negara menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi, namun di Indonesia hingga saat ini kerap menjadi "sapi perahan" hingga tulangnya nampak namun hilang isinya.
Menteri BUMN Erick Thohir mengungkapkan saat ini sudah ada 53 kasus korupsi di tubuh BUMN yang merugikan negara. Lalu datang ke KPK untuk kawal kinerja perusahaan plat merah tersebut.
Maksud hati jadi penyumbang pendapatan negara, namun faktanya sering makan hati karena jadi sumber tunggakan dan beban negara.
Meski dimasa pandemi, tiap tahun ajukan penanaman modal negara (PMN). Tengok saja Kementerian BUMN mengajukan penambahan PMN hingga Rp 70 triliun untuk tahun 2021. Jumlah ini jauh lebih tinggi dibandingkan PMN tahun ini yang sebesar Rp 22,27 triliun.
Belum lagi fenomena tim sukses hingga aparatur penegak hukum aktif mengisi jabatan strategis di BUMN.
Erick Thohir sampaikan keberadaan BUMN yang kerap ditugasi negara sudah tidak diperlukan lagi jika Indonesia berhasil menjadi salah satu negara dengan kekuatan ekonomi terbesar di 2045.
BUMN, Sampai Di Mana Akhlak-nya ??
Jargon : Amanah, Kompetensi, Harmonis, Loyalitas, Adaftif, dan Kolaborasi (AKHLAK)
Jumat, 10 Juli 2020
Pukul 13.30 s.d 14.30 WIB
Narasumber :
Amin, Ak
Anggota Komisi VI FPKS DPR RI
bersama
Host
Erlanda
Tenaga Ahli FPKS DPR