Harta Bagi Jiwa

Harta Bagi Jiwa

By Yayasan Rumah Terang Dan KasihReligion & SpiritualityChristianity
Download on the App Store

Harta Bagi Jiwa episodes

  • 15.3 Hidup Bersama Tuhan

    Saudara dan saudari, dalam Harta Bagi Jiwa hari ini, kita akan melanjutkan dengan rangkaian pesan tentang “Pemahaman bagaimana roh kita bekerja, dan bagaimana hidup yang dari hati ke hati bersama Tuhan secara terus-menerus.” Topik hari ini adalah tentang “Hidup Bersama Tuhan.” 1 Tesalonika 5:10 memberi tahu kita bahwa Tuhan telah mati untuk kita, supaya entah kita berjaga-jaga, entah kita tidur, kita hidup bersama-sama dengan Dia. Artinya kita hidup bersama Tuhan, baik kita hidup di bumi ini maupun saat kita pergi dan melihat Tuhan. Inilah tujuan utama Tuhan mati bagi kita. Kenyataannya, Dia telah tinggal di dalam kita kini hingga kekal, dan inilah yang menjadi kenikmatan kita yang terdalam. Kehidupan seorang Kristen adalah hidup bersama Tuhan yang hidup. Dari pagi hingga malam, kita bisa merasakan bimbingan dan penampakan kasih sayang-Nya.

    8 min
  • 15.2 Firman-Nya Tinggal Didalam Kita

    Saudara dan saudari, Harta Bagi Jiwa hari ini akan dilanjutkan dengan rangkaian pesan tentang “Pemahaman bagaimana roh kita bekerja, dan bagaimana hidup yang dari hati ke hati bersama Tuhan secara terus-menerus.” Topik hari ini adalah tentang “Firman-Nya Tinggal Didalam Kita.” Tuhan berkata bahwa kita harus selalu tinggal di dalam Dia dan membiarkan firman-Nya tinggal di dalam kita. Artinya Dia akan berbicara kepada kita. Kita tidak hanya memiliki Alkitab dan firman Tuhan, namun kita juga memiliki Roh kebenaran yang membuka mata rohani kita. Tuhan adalah kebenaran. Dia secara pribadi akan mengajari kita. Sungguh berharga karena Tuhan adalah realitas hidup yang cemerlang—Dia adalah yang hidup, dan Dia juga realitas kita yang paling cemerlang dan yang terhebat. Kita tidak hanya mencoba mempelajari masa lalu atau memperoleh pengetahuan tentang Tuhan. Karena kita telah memperoleh Tuhan yang hidup tersebut. Sampai hari ini, Dia masih bekerja di dalam hati kita dengan tanpa henti.

    7 min
  • 15.1 Kita Hanya Dapat Menikmati Tuhan Melalui Iman

    Saudara dan saudari, Harta Bagi Jiwa akan mengawali rangkaian pesan tentang pemahaman bagaimana roh kita bekerja, dan bagaimana hidup yang dari hati ke hati bersama Tuhan secara terus-menerus. Topik hari ini adalah tentang “Kita Hanya Dapat Menikmati Tuhan Melalui Iman.” Kita perlu menjalankan iman kita disetiap hari. Setan menghalangi kita dengan terlebih dahulu mengganggu pikiran kita, sehingga kita tidak datang ke hadapan Tuhan. Yohanes pasal 15 memberi kita sebuah kunci—perumpamaan tentang pokok anggur dan ranting-rantingnya. Kita perlu berdiam diri bersama Tuhan yang dari hati ke hati, dan terus-menerus tinggal di dalam Dia. Untuk melakukan hal ini, kita perlu menjalankan iman. Kenyataannya, segala sesuatu yang kita lakukan di dunia ini adalah yang memerlukan iman; jika tidak, kita tidak dapat menjalani hidup kita. Sungguh berharga karena Tuhan adalah Pribadi yang paling mulia dan yang dapat kita andalkan. Ketika kita bersandar pada-Nya, dan percaya kepada-Nya, maka kita akan mengalami perubahan yang gemilang. Hanya melalui imanlah kita dapat mengalami Dia, menikmati Dia, dan masuk ke dalam kekayaan-Nya yang tak terselami secara mendalam.

    13 min
  • 14.5 Bukti Kasih Tuhan Yang Berlipat Ganda (Bagian 2)

    Saudara dan saudari, topik Harta Karun bagi Jiwa hari ini adalah tentang “Bukti Kasih Tuhan Yang Berlipat Ganda (Bagian 2).” Pesan ini adalah yang berbicara tentang dua bukti yang menyatakan kasih Tuhan. Salah satunya adalah dari Injil Yohanes pasal 17. Pada malam sebelum penyaliban-Nya, Tuhan mengungkapkan impian cinta-Nya melalui doa-Nya — agar kita dapat bersama-sama dengan-Nya di mana pun Dia berada. Bukti lainnya adalah Yerusalem Yang Baru, yang disebutkan dalam kitab Wahyu. Yerusalem Baru adalah rumah tangga Bapa dan istri dari Anak Domba. Ini menunjukkan betapa pentingnya keberadaan kita di hati Tuhan. Dari Efesus pasal 5, Paulus dengan jelas menerangkan mengapa Allah menggunakan salah satu tulang rusuk Adam untuk membentuk Hawa. Paulus mengacu pada Kejadian pasal 2. Hal ini untuk menggambarkan sebuah misteri yang besar—penyatuan kasih antara Kristus dan jemaat. Tujuan dari ayat-ayat ini adalah untuk membantu kita memperoleh iman yang paling berani, sehingga kita dapat menikmati kasih-Nya, dan membalas kasih-Nya.

    9 min
  • 14.4 Bukti Kasih Tuhan Yang Berlipat Ganda (Bagian 1)

    Saudara dan saudari, topik Harta Bagi Jiwa hari ini adalah tentang “Bukti Kasih Tuhan Yang Berlipat Ganda (Bagian 1).” Tuhan telah memberi kita banyak bukti dari kasih-Nya, sehingga kita mempunyai iman untuk menerima kasih ini, untuk hidup bersama-Nya, dan untuk jatuh cinta kepada-Nya. Bukti-bukti ini termasuk Tuhan telah menjadi manusia untuk selamanya, dan Dia mengadakan perjanjian kekal melalui darah-Nya. Terlebih lagi, Tuhan menyimpan bekas luka yang dilambung-Nya untuk kita, yang menunjukkan akan posisi kita di dalam hati-Nya dan hubungan kita yang dengan-Nya. Selain itu, di langit terdapat Bintang Salib Selatan; dan di bumi, ada sekuntum bunga yang bernama Hati yang Berdarah. Tuhan juga mengadakan jamuan kasih dalam hidup kita—yaitu pertemuan dalam ibadah pemecahan roti. Dia mati untuk kita, supaya baik kita bangun atau tidur, kita hidup bersama Dia, artinya kita hidup bersama Dia dalam hidup ini dan dalam kekekalan. Kita memiliki penyatuan yang terdalam dan hubungan cinta dengan-Nya.

    8 min
  • 14.3 Tuhan Selamanya Menjadi Manusia; Dia Pernah Mati Untuk Kita

    Saudara dan saudari, topik Harta Bagi Jiwa hari ini adalah tentang “Tuhan Selamanya Menjadi Manusia; Dia Pernah Mati Untuk Kita.” Tuhan adalah Yang Tiada Batas. Dia sangat menghargai akan impian kasih-Nya yang abadi. Meskipun perbedaan antara Dia dan kita adalah yang sangat besar, namun Dia adalah yang tidak terbatas dan Dia dapat membuat kita menjadi orang yang paling sepadan dengan-Nya. Seberapa besarkah Tuhan menghargai akan impian cinta-Nya? Pertama, Dia menjadi manusia selamanya bagi kita, menjadi seperti kita dalam segala aspek. Kedua, sebagai manusia, Tuhan menunjukkan betapa serasinya Tuhan dan manusia. Ketiga, Tuhan mengalami perjalanan-Nya di bumi sebagai manusia. Keempat, Tuhan dipakukan di kayu salib, dipukul dan ditinggalkan oleh Bapa. Kita tidak pernah dapat sepenuhnya memahami akan cinta ini. Namun, cinta inilah yang paling nyata dan yang menyentuh hati kita.

    8 min
  • 14.2 Kita Adalah Cinta Yang Tertinggi Dan Yang Terakhir Dari Tuhan

    Saudara dan saudari, topik Harta Bagi Jiwa hari ini adalah tentang “Kita Adalah Cinta Yang Tertinggi Dan Yang Terakhir Dari Tuhan.” Daud pernah bertanya, “Apakah manusia itu?” Memanglah benar bahwa kita tidak akan tersesat di tengah massa. Tuhan telah datang, dan Dia memiliki kasih yang pribadi terhadap masing-masing kita. Kita adalah bintang terang dari impian cinta-Nya. Kita juga merupakan meterai di hati-Nya, yang menyatakan bahwa kita memiliki kedudukan yang paling dalam, menyatu dengan-Nya di dalam hati-Nya. Melalui luka cekung di lambung-Nya, Salib yang di Selatan, dan hati yang berdarah, Tuhan telah menggambarkan posisi cinta yang dihati-Nya untuk kita. Paulus juga menggunakan penciptaan Adam dan Hawa untuk menjelaskan penyatuan kita yang terdalam dengan Tuhan. Kita adalah tulang dari tulang-Nya, daging dari daging-Nya. Sungguh berharganya! Melalui darah-Nya, Tuhan menetapkan bagi kita sebuah perjanjian baru yang kekal ini. Kita adalah kekasih Tuhan yang tertinggi dan yang terakhir. Impian cinta ini akan terus meningkat dengan tanpa henti, selalu baru.

    10 min
  • 14.1 Bagaimanakah Cara Tuhan Yang Tiada Batas Ini Memandang Kita?

    Saudara dan saudari, topik Harta Karun bagi Jiwa hari ini adalah tentang “Bagaimanakah Cara Tuhan Yang Tiada Batas Ini Memandang?” Sangatlah berharga karena Tuhan adalah Kekasih kita yang sejati, dan kita adalah hadiah cinta yang diberikan Bapa kepada Tuhan. Doa Tuhan yang tertulis dalam Injil Yohanes pasal 17 memberi tahu kita bahwa kita adalah kekasih Tuhan yang utama. Dalam doa-Nya, Dia menyebutkan sebanyak tujuh kali bahwa kita adalah yang diberikan Bapa kepada-Nya. Mazmur 110 memberi tahu kita bahwa Bapa telah bersumpah untuk mengangkat Tuhan sebagai imam kita untuk selamanya. Ini menunjukkan kebulatan tekad dari Bapa. Itu juga memperlihatkan tekad yang dari Tuhan—Dia menjadi Manusia untuk selamanya, Dia mati untuk kita, dan Dia selamanya hidup untuk kita, Dia juga hidup di dalam hati kita. Dari Kidung Agung pasal 8 dan Lukas pasal 12, kita melihat bahwa kasih Tuhan adalah yang paling kuat. Sangatlah berharga karena kita adalah benar-benar kekasih Tuhan yang tertinggi.

    9 min
  • 13.4 Kelembutan dan Kerendahan Hati Tuhan (Bagian 3)

    Saudara dan saudari, topik Harta Bagi Jiwa hari ini adalah tentang Kelembutan dan Kerendahan Hati Tuhan (Bagian 3). Yesaya 42 mengatakan, “Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskannya, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkannya.” Ini adalah yang berbicara tentang kelembutan Tuhan Yesus. Dari Injil Yohanes, kita dapat melihat bagaimana Tuhan secara pribadi berbicara kepada mereka yang membutuhkan secara satu per satu: kepada perempuan Samaria di pasal 4, pria yang telah sakit selama 38 tahun di pasal 5, wanita yang kedapatan berzinah di pasal 8, orang yang buta sejak lahir di pasal 9, serta keluarga kecil Marta, Maria, dan Lazarus di pasal 11 dan 12. Selain itu, banyak murid-murid adalah yang tidak berpendidikan. Namun, setelah mereka bertemu dengan Tuhan, mereka semua sangat terangkat dan mengalami perubahan yang mulia. Sesungguhnya Tuhan dengan sempurna mengetahui semua yang ada dalam hidup kita. Dia menggunakan lebih dari satu abad untuk menyiapkan tempat sekecil Hong Kong untuk menggenapi kehendak-Nya. Tanpa ragu, kita perlu menyadari secara mendalam akan kelembutan dan kerendahan hati Tuhan, serta menikmati akan kedekatan-Nya yang lembut.

    10 min
  • 13.3 Kelembutan dan Kerendahan Hati Tuhan (Bagian 2)

    Saudara dan saudari, topik Harta Bagi Jiwa hari ini adalah tentang Kelembutan dan Kerendahan Hati Tuhan (Bagian 2). Dalam Matius 11:28-30, Tuhan berkata bahwa Ia lemah lembut dan rendah hati. Hal ini adalah yang sungguh luar biasa. Tuhan Sendiri adalah Yang Kekal dan Yang Tiada Batas. Dari semua ciptaan-Nya, kita dapat melihat bahwa Dia adalah yang maha besar dan ciptaan-Nya adalah yang sangat indah. Namun, Dia mau menjadi Manusia untuk selamanya, hidup untuk kita dan mati untuk kita. Dan lagi, Dia bangkit dari kematian, dan kini hidup di dalam hati kita. Dia menciptakan roh kita agar dapat bersatu dengan Dia untuk selamanya. Kami adalah yang sungguh-sungguh menjadi bintang dari impian kasih-Nya. Hidup dalam terang Anak Domba, kita terus diubah dan diangkat.

    10 min

About Harta Bagi Jiwa

From the publisher's feed

Harta Bagi Jiwa