
Sign up to save your podcasts
Or


Saudara dan saudari, topik Harta Bagi Jiwa hari ini adalah tentang “Bapa Menjadikan Tuhan Sebagai Imam Besar Kita Untuk Selamanya Melalui Sebuah Sumpah (1).” Mazmur 110 menubuatkan bahwa Tuhan akan dijadikan sebagai imam untuk selamanya menurut peraturan Melkisedek. Demi kita, Tuhan rela mempersembahkan nyawa-Nya. Sangatlah berharga karena Dia juga telah mengatasi segalanya. Suatu hari, jemaat akan digenapi, dan Tuhan akan datang kembali. Semua hal akan dipulihkan. Kita akan merayakan bersama dengan Tuhan dan memerintah dengan Dia! Allah akan membela Tuhan dan membela kita. Dia akan melaksanakan penghakiman di antara bangsa-bangsa. Adegan mulia yang dinubuatkan dalam Mazmur ini akan sepenuhnya digenapi.
Saudara dan saudari, topik Harta Bagi Jiwa hari ini adalah tentang “Tanggungkanlah Semuanya Itu Kepadaku.” Dalam Surat kepada Filemon, Paulus menulis “tanggungkanlah semuanya itu kepadaku,” yang merupakan kalimat yang sangat berharga. Dalam bahasa Kantonis, memiliki arti “Saya akan bertanggung jawab atas semuanya.” Onesimus berhutang budi kepada Filemon. Namun, apa yang dia berutang kepada Filemon adalah yang tidak sebanding dengan apa yang kita berutang kepada Allah. Tuhan telah sepenuhnya bertanggung jawab atas kita. Dia begitu bersemangat untuk memberi, bahkan hingga mati di kayu salib. Dia memberikan diri-Nya Sendiri untuk kita. Ketika kita kembali kepada Tuhan, maka Bapa dan Tuhan adalah yang sangat bersukacita. Bukan kita yang memintanya kepada Tuhan, melainkan Bapa-lah yang menjadikan Tuhan sebagai Imam Besar kita dengan sebuah sumpah. Sangatlah berharga karena Tuhan telah mengambil tanggung jawab penuh atas semua kebutuhan kita yang dalam hidup ini hingga kekal.
Saudara dan saudari, topik Harta Bagi Jiwa hari ini adalah tentang “Yang Paling Menguntungkan; Yang Paling Diterima.” Surat kepada Filemon memberikan kita banyak pelajaran yang berharga. Ayat 1 sampai 3: Jemaat dapat terus berkembang karena Filemon dan orang lain senantiasa mengadakan pertemuan di rumahnya. Ayat 4 sampai 7: Paulus memuji akan kasih dan iman dari Filemon. Pengaruh dari iman adalah kasih. Ayat 8 sampai 11: Paulus adalah seorang yang sudah lanjut usia, namun ia mengajukan permintaan kepada Filemon untuk Onesimus, seorang yang dulunya tidak berguna, tetapi kemudian menjadi berguna karena ia menjadi percaya kepada Tuhan. Ayat 12 sampai 14: Paulus menganggap Onesimus sebagai buah hatinya sendiri. Itu juga memberi tahu kita bahwa kita adalah yang berada di dalam hati Tuhan. Ayat 15 sampai 17: Paulus meminta kepada Filemon untuk menerima saudaranya. Itu juga memberi tahu kita bahwa kita adalah yang dipersatukan dengan Tuhan dan menikmati sambutan dan penerimaan terbesar dari Bapa dan Tuhan. Semoga kita dapat menikmati kebenaran ini.
Saudara dan saudari, topik Harta Bagi Jiwa hari ini adalah tentang “Keberhargaan Surat Kepada Filemon.” Melalui surat Paulus kepada Filemon, kita dapat melihat bahwa Tuhan bertanggung jawab atas hidup kita hingga kekal. Dia adalah milik kita dan dengan penuh semangat telah menyerahkan diri-Nya dalam kehidupan dan kekekalan kita. Kenyataan surat Filemon yang datang sebelum kitab Ibrani adalah yang sangat bermakna. Dalam Filemon kita dapat melihat kasih Paulus terhadap Onesimus. Kasih persaudaraan ini menunjukkan akan kasih Tuhan. Doa seorang saudara melambangkan bahwa Tuhan adalah Imam Besar dan Pertolongan kita, yang menjadi perantara bagi kita dan yang memberkati kita siang dan malam. Paulus berkata bahwa Onesimus adalah "buah hatinya sendiri". (Ref. NKJV). Hal ini juga menunjukkan bahwa kita adalah benar-benar berada di dalam hati Tuhan. Marilah kita masuk kedalam surat Filemon dan menikmati akan kelimpahannya.
Saudara dan saudari, topik Harta Bagi Jiwa hari ini adalah tentang “Hasrat Bapa Yang Padaku Adalah Yang Teguh Selamanya.” Tuhan dan Bapa adalah Satu. Dia adalah Anak Tunggal Bapa. Demi mendapatkan kita, Bapa bersumpah dan menjadikan Tuhan sebagai Imam Besar kita untuk selamanya. Kita menjadi ahli waris bersama Tuhan bagi Bapa yang hidup selamanya. Sesungguhnya, kita adalah impian kasih Bapa. Melalui nyanyian pujian yang dibagikan, kita dapat mengetahui bahwa kerinduan Bapa bagi kita adalah yang teguh untuk selamanya. Kasih ini juga mengejutkan hati kita.
Saudara dan saudari, topik Harta Bagi Jiwa hari ini adalah tentang “Pengingat Untuk Menikmati Yang Dari Hati Ke Hati Dengan Bapa.” Dalam pesan ini, kita diingatkan untuk berlatih memandang pada Bapa—menyadari bahwa Dia ada di atas takhta, dengan kemuliaan yang tak terbatas, seperti yang dijelaskan dalam Wahyu pasal 4. Kita juga memandang pada Tuhan yang tak terbatas yang duduk di sebelah kanan Bapa; dan akan kehidupan kita yang terikat dengan kehidupan Bapa. Beberapa ayat Alkitab dapat membantu kita untuk lebih sering merenungkan Bapa dan berdoa kepada-Nya. Misalnya, dalam Mazmur 32:8 membantu kita menyadari bahwa Bapa mengajar, menunjukkan, dan menasihati kita bahwa pandangan-Nya adalah yang tertuju kepada kita. Bapa telah melibatkan diri-Nya dalam kehidupan dan keseharian kita. Marilah kita lebih sering menyadari akan Dia.
Saudara dan saudari, topik Harta Bagi Jiwa hari ini adalah tentang “Bapa Mengutus Anak Tunggal-Nya.” Dalam Injil Yohanes, Tuhan menyebutkan berkali-kali bahwa Bapa telah mengutus Dia, yang merupakan keberhargaan Tuhan. Ada beberapa hal yang mengejutkan kita. Pertama, Tuhan selamanya menjadi manusia bagi kita. Kedua, Tuhan mati di kayu salib. Ketiga, Bapa menghukum dan meninggalkan Tuhan di kayu salib. Tuhan telah menggenapi keselamatan agar kita dapat hidup selamanya. Kini kita hidup dengan Tuhan dan dipersatukan secara mendalam dengan Bapa, Tuhan dan Roh Kudus. Kita juga memiliki keluarga Allah. Kita adalah yang terhubung dan yang bergabung bersama dengan saudara dan saudari. Tuhan telah membawa kita ke dalam pelukan-Nya yang terdalam dan kedalam rumah tangga-Nya.
Saudara dan saudari, topik Harta Bagi Jiwa hari ini adalah tentang “Tuhan Datang Untuk Menyatakan Nama Bapa.” Yohanes 17:6 mengatakan bahwa Tuhan telah menyatakan nama Bapa di dunia ini. Kitab-kitab Injil lebih banyak menyebutkan nama Bapa daripada kitab Perjanjian Lama. Sekalipun kita telah memperoleh seluruh alam semesta, hati kita tidak dapat dipuaskan. Kita hanya dapat dipuaskan dengan mengalami Bapa dan Tuhan. Inilah alasan dari keberadaan kita. Hubungan yang harmonis dengan Tuhan memberi kita kedamaian, sukacita, dan kepuasan. Tuhan adalah terang bagi dunia. Hidup kita dapat bersinar cemerlang hanya saat kita mengikuti Tuhan.
Saudara dan saudari, topik Harta Bagi Jiwa hari ini adalah tentang “Buah Penyaliban Tuhan: Hidup Yang Kekal.” Dalam Injil Yohanes pasal 17, Tuhan berdoa bahwa Dia ingin menyelesaikan pekerjaan yang diberikan Bapa kepada-Nya. Kemenangan Tuhan di kayu salib adalah yang memuliakan Bapa, dan membuat kita menghargai akan Bapa. Tuhan mati di kayu salib agar kita dapat memiliki hidup yang kekal—dapat mengenal Bapa dan Tuhan. Paulus berkata bahwa pengenalan akan Kristus Yesus adalah yang jauh lebih tinggi nilainya—mengenal Tuhan melalui pengalaman, dipikat oleh Tuhan dan bersekutu dengan-Nya. Kehidupan yang kekal adalah dengan mengenal Bapa dan Tuhan, yang sangat menyenangkan hati Bapa dan Tuhan. Semoga kita menikmati kehidupan yang kekal ini disetiap hari.
Saudara dan saudari, topik Harta Bagi Jiwa hari ini adalah tentang Hasrat Cinta Yang Dilubuk Hati Bapa Dan Hati Tuhan. Melalui Doa Tuhan yang ada dalam Injil Yohanes 17, kita dapat melihat yang dilubuk hati Bapa dan hati Tuhan. Tuhan menyebutkan sebanyak tujuh kali bahwa kita adalah orang-orang yang telah diberikan oleh Bapa kepada-Nya, dan sebanyak lima kali agar kita dapat menjadi satu. Kita juga dapat melihat hasrat kasih Tuhan: Dia menginginkan agar kita, yang telah diberikan Bapa kepada-Nya, dapat bersama-sama-Nya di manapun Dia berada. Sangatlah berharga bahwa kita memiliki tempat tinggal yang bersama dengan Tuhan- yaitu, rumah Bapa. Selain itu, hidup kita adalah yang terikat dengan kehidupan Bapa. Kita tidak akan pernah kesepian. Kasih Bapa dan kasih Tuhan adalah yang selalu baru di setiap hari. Semoga kamu dapat dengan leluasa menikmatinya.
From the publisher's feed