
Sign up to save your podcasts
Or


Saudara dan saudari, topik Harta Bagi Jiwa hari ini adalah tentang Tuhan Menjadi Anak Domba Allah. Kitab Wahyu yang mulia ada berkali-kali menyebutkan bahwa Tuhan adalah Anak Domba Allah. Yang Tiada Batas ini tidak hanya menjadi Anak Domba Allah bagi kita, bahkan Dia dihajar, diukir dengan luka, dan dipaku di kayu salib. Karena kasih, Anak Domba Allah ini mempersembahkan diri-Nya dengan kerendahan hati. Kita dapat menyatakan dengan hati yang tulus bahwa Anak Domba Allah ini adalah yang layak.
Saudara dan saudari, topik Harta Bagi Jiwa hari ini adalah tentang “Iman Adalah Perintah Yang Pertama Yang Harus Dipatuhi.” Sangatlah berharga untuk mengalami Tuhan, namun pertama-tama, kita harus menaati perintah-perintah-Nya. Dan di antara semua perintah, pertama-tama kita harus menjalankan perintah “iman”. Yohanes 6:35 memberi tahu kita bahwa iman adalah untuk datang kepada Tuhan—saat kita datang kepada Tuhan, maka kita tidak akan lapar atau haus lagi. Banyak kutipan dalam kitab Mazmur yang berbicara tentang "percaya", dan "berlindung". Misalnya, Mazmur 28: kepada-Nya hatiku percaya. Aku tertolong …; Mazmur 37: percayalah kepada Tuhan, dan berbuat baik; Mazmur 34: Berbahagialah orang yang berlindung kepada-Nya! Kita percaya kepada Tuhan saat kita mengatakan pada-Nya, “Tuhan, aku percaya pada-Mu!” Adalah yang sesederhana itu. Marilah kita menggunakan iman kita untuk menikmati Tuhan secara mendalam.
Saudara dan saudari, topik Harta Bagi Jiwa hari ini adalah tentang “Kepercayaan dan Kedamaian (Bagian 2).” Injil Yohanes memberi tahu kita bahwa Tuhan telah meninggalkan damai sejahtera bagi kita. Kedamaian adalah yang sangat penting karena itu merupakan pondasi kita. Kidung Agung pasal 8 juga mengatakan puncak orang beriman adalah menikmati kedamaian. Kedamaian itu adalah yang penting, karena kita tidak akan bisa menikmati Tuhan ketika hati kita tidak merasa damai. Setan menggunakan banyak pikiran untuk mengganggu kita. Kita tidak perlu menganalisis semua itu; sebaliknya, hati kita harus segera berpaling kepada Tuhan yang berada dalam kemuliaan, untuk memandang pada-Nya. Kita juga dapat berkata, "Tuhan, selamatkan aku!" atau "Tuhan, aku percaya pada-Mu!" Tuhan telah menyelesaikan semua masalah. Kita harus terus maju dalam iman dan tinggal di dalam Dia.
Saudara dan saudari, topik Harta Bagi Jiwa hari ini adalah tentang “Kepercayaan dan Kedamaian (Bagian 1).” Kata "Percaya", dan "berlindung" muncul berkali-kali dalam Alkitab. Kenyataannya, semua ini adalah yang mendorong kita untuk percaya kepada Tuhan. Yesaya 28:16 berbicara tentang batu penjuru yang berharga, dan siapa pun yang percaya tidak akan gelisah. Referensi dari ayat ini dibuat dalam Surat Roma dan 1 Petrus, yang memberi tahu kita bahwa siapa pun yang percaya tidak akan mendapat malu. Dosa menghasilkan rasa malu. Saat kita percaya kepada Tuhan, kita dapat hidup bebas dari dosa. Selanjutnya, kita akan menghasilkan banyak buah dan memiliki kehidupan yang mulia. Percaya kepada Tuhan sama sekali tidaklah rumit: mata rohani kita memandang pada Tuhan yang berada di sebelah kanan Bapa, di Yerusalem Yang Baru. Kita dapat berkata kepada Tuhan, “Tuhan, selamatkan aku!” atau "Tuhan, aku percaya pada-Mu!" Semoga kita dapat terus mengandalkan Tuhan disepanjang kehidupan kita.
Saudara dan saudari, topik Harta Karun bagi Jiwa hari ini adalah tentang “Memandang Pada Tuhan Yang Berada Dalam Kemuliaan.” Dalam Kitab Kisah Para Rasul pasal 7, Stefanus memandang ke surga dan melihat Anak Manusia berdiri di sebelah kanan Allah. Saat Tuhan menampakkan diri kepada Paulus, Dia lebih terang dari matahari. Dalam kitab Wahyu juga mengatakan bahwa Anak Domba adalah terang kota. Kitab Ibrani pasal 12 mengatakan bahwa kita telah datang ke Yerusalem surgawi. Bagian-bagian ini adalah yang dapat membantu kita, dengan cara yang lebih konkret untuk memandang pada Tuhan: Dia berada dalam kemuliaan, di sebelah kanan Bapa; Terangnya bersinar melalui Yerusalem Baru; pada saat yang bersamaan Dia juga tinggal di dalam hati kita, adalah yang paling dekat dengan kita. Demikian juga, saat kita memandang pada Bapa yang berdasarkan kitab Wahyu pasal 4, maka kita harus memandang akan kemuliaan dan kecemerlangan Bapa. Itu merupakan ajaran yang dari Tuhan, bahwa kita berdoa kepada Bapa kita yang di surga. Sangatlah berharga karena saat kita memandang dan menyembah, maka kita semua dapat mengarahkan diri kita kepada Bapa dan Tuhan yang sebagai fokus kita.
Saudara dan saudari, topik Harta Bagi Jiwa hari ini adalah tentang “Apakah Iman Yang Sejati Itu?” Dalam kitab Ibrani 11:6, tertulis, “Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah.” Iman yang sejati adalah yang lebih dari sekedar pemahaman intelektual. Itu adalah yang tergantung pada hati. Alkitab sering menggunakan kata "berlindung" dan "percaya pada Tuhan". Bukan hanya sekedar percaya. "Berlindung" dan "percaya" menyiratkan ketaatan pada firman Allah. Tuhan pernah datang. Roh Kudus juga telah datang. Era baru telah dimulai! Ini adalah hari yang mulia, karena Bapa, Tuhan dan Roh Kudus telah tinggal di dalam kita. Cara berdiamnya ini adalah yang tidak statis. Itu adalah kehadiran Tuhan yang paling istimewa. Kita dipersatukan dengan Dia dan hidup kita terikat dengan Dia. Sesungguhnya ini adalah anugrah yang sangat besar dari Allah.
Saudara dan saudari, topik Harta Bagi Jiwa hari ini adalah tentang “Di Luar Tuhan Kita Tidak Dapat Berbuat Apa-Apa.” Sangatlah penting untuk memandang pada Tuhan dan menyadari bahwa Dia ada dalam kemuliaan, Dia ada di mana-mana, dan pada saat yang bersamaan Dia juga ada di dalam hati kita. Inilah yang dilakukan Stefanus. Kunci untuk mengalami Tuhan terletak pada Yohanes 15:5—perumpamaan tentang pokok anggur dan ranting-rantingnya – tentang penyatuan dengan Tuhan. Kita dapat secara terus-menerus menikmati asupan dan dukungan yang dari Tuhan, dan kita juga dapat menghasilkan buah. Kita perlu mengingat kondisi yang tepat di mana kita dapat mengalami Tuhan secara mendalam tanpa halangan apa pun. Ketika kita selalu menempatkan diri kita dalam kondisi yang benar dalam mengalami Tuhan, maka kita akan terus mengalami kemajuan. Sesungguhnya, kita tidak dapat berpisah dari Tuhan bahkan untuk sesaat sekalipun; jika berpisah, maka kita akan jatuh. Kristus di dalam kita adalah yang lebih kuat dari apa pun yang ada di dunia ini!
Saudara dan saudari, topik Harta Bagi Jiwa hari ini adalah tentang “Firman Tuhan Pada Saat Jamuan Akhir.” Apa yang Tuhan katakan pada malam sebelum penyaliban-Nya adalah yang sangat penting. Pertama, Dia mengadakan jamuan kasih yang seumur hidup bagi kita—memecahkan roti untuk mengenang akan Dia. Kedua, Dia memberi tahu kita bahwa Dia tidak akan pernah meninggalkan kita. Roh Kudus akan diutus dan kita dapat menjadi yang paling dekat dengan-Nya. Ketiga, Tuhan mengajarkan kita cara untuk hidup dengan-Nya, yaitu menikmati berkat dengan tinggal di dalam Dia. Selain mengetahui berkat-berkat tersebut, kita juga perlu mempraktekkan keilahian, agar kita selalu dapat dari hati ke hati bersama Tuhan.
Saudara dan saudari, topik Harta Bagi Jiwa hari ini adalah tentang “Kita Adalah Kekasih Tuhan.” Keluaran 28:28 berbicara tentang tutup dada pada baju efod imam besar. Tutup dada itu adalah yang bertuliskan nama dari anak-anak Israel, dan itu harus dikenakan oleh imam besar. Itu melambangkan bahwa kita adalah kesayangan Tuhan, yang selalu berada dalam hati-Nya. Kidung Agung 8:6 mengatakan, "Taruhlah aku seperti meterai pada hatimu". Dalam Yohanes pasal 17 Tuhan mengungkapkan keinginan-Nya agar kita menjadi yang paling dekat dengan-Nya. Bapa bersumpah untuk menjadikan Tuhan sebagai Imam Besar kita agar Dia bisa mendapatkan kita untuk selamanya. Demikian juga bahwa Tuhan sangatlah mengasihi Bapa dan kita, sehingga Dia juga ingin menjadi Imam Besar kita untuk selamanya, dan membawa kita kembali ke lubuk hati Bapa yang paling indah. Kita adalah yang sangat diberkati karena Tuhan adalah Kekasih kita. Hubungan ini adalah yang bersifat menyeluruh.
Saudara dan saudari, topik Harta Bagi Jiwa hari ini adalah tentang “Bapa Menjadikan Tuhan Sebagai Imam Besar Kita Untuk Selamanya Melalui Sebuah Sumpah (2).” Mazmur 110:4 adalah yang sangat berharga. Bapa telah bersumpah untuk menjadikan Tuhan sebagai Imam Besar kita untuk selamanya. Sumpah itu menunjukkan akan tekad Allah, termasuk bahwa Tuhan harus menjadi manusia selamanya, dan bahwa Dia harus menanggung dosa kita dan mati untuk kita. Dan lagi, hal itu membuat kita tahu bahwa Dia akan bertanggung jawab atas hidup kita untuk selamanya. Sumpah itu juga memberi tahu kita bahwa Bapa, Anak, dan Roh Kudus, Mereka semua menanggung penderitaan salib. Mazmur ini memberi tahu kita bahwa Tuhan tidak akan berubah pikiran, dan Dia menjamin bahwa semua ini akan terjadi. Sesungguhnya, kita adalah impian kasih Bapa dan Tuhan. Kita membutuhkan Tuhan untuk menjadi imam kita, untuk membantu kita terus mengenal Tuhan. Kita dilingkupi oleh kasih Bapa yang tak terbatas, kasih Tuhan yang tak terbatas dan kasih Roh Kudus yang tak terbatas.
From the publisher's feed