
Sign up to save your podcasts
Or


Saudara dan saudari, topik Harta Bagi Jiwa hari ini adalah tentang Dari Hati Ke Hati Dengan Bapa (Bagian 2). Pengalaman antara Yakub dan anaknya, Benyamin, membantu kita menyadari bahwa hidup kita adalah yang terikat dengan kehidupan Bapa. Kita adalah yang paling mempengaruhi-Nya. Sesungguhnya Bapa adalah yang hidup dalam diri kita. Roh kita dipersatukan dengan-Nya. Menjalani kehidupan doa yang dari hati ke hati dengan Bapa sama sekali tidaklah rumit. Misalnya, saat kita pergi keluar, kita dapat mengatakan “Bapa, aku mengasihi-Mu”. Saat kita menyanyikan lagu pujian, kita juga dapat menyadari bahwa kita adalah yang bersatu dengan Bapa. Ini semua sangatlah sederhana, namun kita harus menjalaninya agar kita dapat masuk ke dalam kebenaran dan menikmatinya. Ini juga merupakan keinginan Bapa yang untuk selamanya. Kita harus benar-benar menghargai akan hari ini dan mengharga kehidupan yang dari hati ke hati dengan Bapa.
Saudara dan saudari, topik Harta Bagi Jiwa hari ini adalah tentang Dari Hati ke Hati Dengan Bapa (Bagian 1). Melalui ajaran dan kehidupan Tuhan, maka para murid dapat melihat akan keberhargaan Bapa. Kita juga adalah yang menyatu dan yang dari hati ke hati dengan Bapa. Tuhan telah memperkenalkan Bapa dan Dia menginginkan agar kasih Bapa yang ada pada-Nya juga ada di dalam diri kita. Roh Kudus telah datang sehingga kita dapat berseru, “ya Abba, ya Bapa.” Pesan itu juga menggunakan berbagai kutipan dalam Alkitab sehingga membantu kita untuk mengetahui bahwa Bapa telah tinggal di dalam kita; Roh-Nya juga ada di dalam kita. Kita harus bersekutu dengan Bapa. Bapa sendiri mengasihi kita. Sesungguhnya kita adalah yang menikmati akan kasih dan berkat yang tiada batas.
Saudara dan saudari, topik Harta Bagi Jiwa hari ini adalah tentang “Sebelum Penyaliban-Nya, Tuhan Dengan Jelas Menerangkan Inti Dari Berkat-Berkat Perjanjian Baru: Berkat Kedua dan Ketiga” Berkat kedua dari perjanjian baru adalah “Allah akan menjadi Allah kita dan kita akan menjadi umat-Nya.” Tuhan Yesus secara pribadi memberitahukan pada kita bahwa kasih yang diberikan Bapa pada-Nya juga ada di dalam kita. Allah adalah Bapa sejati kita. Kita diberikan oleh Bapa kepada Tuhan. Tuhan menyebutkan hal ini dalam doa-Nya sebanyak tujuh kali, yang tertulis dalam Injil Yohanes pasal 17. Berkat ketiga dari perjanjian baru adalah “kita semua akan mengenal Allah.” Yohanes pasal 14 sampai 16 memberi tahu kita bahwa Roh Kudus datang agar kita memiliki pemahaman yang lebih dalam tentang Tuhan. Roh kebenaran akan memberi tahu kita segalanya dan bersaksi tentang Tuhan. Roh kebenaran juga akan membimbing kita ke dalam seluruh kebenaran. Dalam doa Bapa Kami, Dia berkata bahwa Dia akan memberitahukan nama Bapa kepada kita. Sangatlah baik karena kita dapat menikmati semua berkat yang ada dari perjanjian yang baru.
Saudara dan saudari, topik Harta Bagi Jiwa hari ini adalah tentang “Sebelum Penyaliban-Nya, Tuhan Dengan Jelas Menerangkan Inti Dari Berkat-Berkat Perjanjian Baru: Berkat Pertama (2)” Sangatlah berharga karena kita telah menerima berkat-berkat dari perjanjian yang baru. Roh Kudus telah datang, dan tinggal di dalam kita. Bapa dan Tuhan juga ada di dalam kita. Yohanes 14 memberi tahu kita bahwa Bapa dan Tuhan akan menyatakan Diri Mereka pada kita. Yang terpenting yaitu kita dipersatukan dengan Tuhan sehingga kita mengalami hadirat, tuntunan dan pencerahan-Nya. Firman-Nya akan menerangi kita. Pengalaman sejati dari berkat-berkat perjanjian baru yaitu dengan memiliki asupan yang selalu dari Tuhan. Tuhan akan membimbing dan mengajari kita, dan menaruh hukum-Nya di dalam akal budi kita.
Saudara dan saudari, topik Harta Bagi Jiwa hari ini adalah tentang “Sebelum Penyaliban-Nya, Tuhan Dengan Jelas Menerangkan Inti Dari Berkat-Berkat Perjanjian Baru: Berkat Pertama (1)” Yohanes 14:16-19 memberi tahu kita bahwa Roh Kudus telah datang untuk tinggal di dalam kita, demikian pula Bapa dan Tuhan. Kita harus dengan penuh perhatian untuk memandang pada Tuhan. Dia membantu hati kita untuk hidup. Mazmur 22:23 berbunyi “Aku akan memasyhurkan nama-Mu kepada saudara-saudaraku dan memuji-muji Engkau di tengah-tengah jemaah.” Tuhan akan terus mengungkapkan nama Bapa di dalam hati kita, dan memuji Bapa melalui pertemuan-pertemuan ibadah kita. Saat dua atau tiga orang berkumpul dalam nama-Nya, maka kehadiran-Nya yang istimewa akan menyertai kita. Tuhan memberikan kita hidup dan memelihara hati kita. Dia telah menjadi Penolong kita disetiap hari.
Saudara dan saudari, topik Harta Bagi Jiwa hari ini adalah tentang “Sebelum Penyaliban-Nya, Tuhan Dengan Jelas Menerangkan Inti Dari Berkat-Berkat Perjanjian Baru: Berkat Keempat.” Sebelum Dia dipaku di kayu salib, Tuhan menerangkan secara jelas akan kandungan dari perjanjian baru yang tercatat dalam Yeremia. Dalam Yohanes 13, Tuhan membasuh kaki para murid, yang juga memberi tahu kita bahwa kita adalah yang bersih dan yang selalu sempurna di hadapan Tuhan. Jika kita berbuat dosa lagi, maka kita hanya perlu membasuh kaki kita. Artinya, cepat kembali kepada Tuhan, dan bersandar kepada-Nya untuk bangkit kembali. Ini adalah berkat keempat dari perjanjian baru: Dia telah mengampuni segala dosa kita. Kita juga perlu untuk tetap dari hati ke hati dengan Tuhan, dan tinggal di dalam Dia. Tuhan juga memerintahkan kita untuk saling membasuh kaki, yaitu membantu saudara-saudari untuk tetap dari hati ke hati dengan Tuhan.
Saudara dan saudari, topik Harta Bagi Jiwa hari ini adalah tentang “Pertemuan Kasih” Injil Yohanes mencatat tentang perjumpaan Tuhan yang secara pribadi dengan banyak orang. Seburuk apa pun situasi seseorang, saat mereka bertemu dengan Tuhan, maka akan selalu ada titik balik. Contohnya, dalam Injil Yohanes 8, seorang wanita yang kedapatan berzinah yang dibawa kepada Tuhan. Situasinya sangatlah buruk. Namun hal itu sangatlah berharga sehingga Tuhan berkata, “Aku juga tidak menghukummu.” Tuhan tahu bahwa dengan mengatakan demikian, itu berarti bahwa Dia harus mati untuk dosa-dosa kita. Dia juga berkata, “Dan mulai sekarang jangan berbuat dosa lagi.” Dia benar-benar memberi kita harapan yang besar. Hari ini, kita juga dapat menikmati perjumpaan kasih yang pribadi dengan Tuhan.
Saudara dan saudari, topik Harta bagi Jiwa hari ini adalah tentang “Tuhan Adalah Yang Menghargai Perjanjian Yang Baru Dan Ibadah Pemecahan Roti”. Bagaimana kita tahu akan hal itu? Pertama, hal itu dinubuatkan didalam Paskah. Tuhan juga telah disalibkan bagi kita pada hari Paskah. Kedua, Tuhan secara khusus mengungkapkan kepada Paulus, yang walaupun tidak hadir pada jamuan akhir, yang mengatakan akan pentingnya ibadah pemecahan roti. Ketiga, kita mengadakan ibadah pemecahan roti setiap minggu sebagai peringatan akan Tuhan. Keempat, dalam ibadah pemecahan roti, kita sendiri yang harus menerima roti dan cawan. Kelima, sebelum jamua akhir diadakan, Tuhan telah berkata bahwa Dia ingin makan pesta ini bersama dengan para murid. Keenam, jemaat mula-mula juga menghargai akan ibadah pemecahan roti. Perjanjian yang baru dan ibadah pemecahan roti menunjukkan akan impian kasih-Nya Yang Tak Terbatas. Semoga kamu juga menghargai akan perjanjian yang baru dan ibadah pemecahan roti.
Saudara dan saudari, topik Harta Bagi Jiwa hari ini adalah tentang “Tuhan Menetapkan Perjanjian Kasih Yang Kekal Dengan Kita Melalui Darah-Nya.” Tuhan Yesus menyerahkan nyawa-Nya pada kita, agar melalui darah-Nya dapat meneguhkan perjanjian kasih yang kekal. Dia juga meneguhkan jamuan akhir yang kekal, yaitu Ibadah Pertemuan Roti. Kita dapat terus mengenal Tuhan, dan menjadi takjub disepanjang kekal, karena Tuhan akan menggunakan kekekalan untuk menggambarkan kasih-Nya. Ibrani pasal 8 berbicara tentang empat berkat yang ada dalam perjanjian baru, yang merupakan kandungan dari perjanjian yang Tuhan adakan dengan kita. Dia juga menjadi perantara dan Penjamin dari perjanjian yang baru. Sangatlah berharga karena perjanjian baru adalah yang kekal, selalu baru, dan tidak akan menjadi usang. Yang terpenting yaitu kita harus menikmati akan berkat-berkatnya disetiap hari.
Saudara dan saudari, topik Harta Bagi Jiwa hari ini adalah tentang “Mata Daud Yang Selalu Memandang Pada Tuhan. Daud adalah orang yang berkenan di hati Allah. Dia juga menjadi teladan kita baik. Sebagai seorang prajurit dan juga raja, dia harus menangani banyak hal, namun matanya selalu memandang pada Tuhan. Dia selalu menyadari akan kasih Tuhan dan selalu menempatkan Tuhan di hadapannya. Ia tidak akan melupakan kasih karunia Allah yang melimpah. Tanpa Tuhan, bagaimana kita dapat mengatasi begitu banyak kesulitan dan tantangan dalam hidup? Kita perlu belajar dari teladan Daud, dan selalu membiarkan Tuhan dan kasih-Nya yang mempengaruhi kita.
From the publisher's feed