Hizkia atau Ezechias (bahasa Latin) yang berarti ‘Yahwe adalah kekuatanku”, adalah seorang raja dari kerjaan Yahudi yang hidup dari tahun 739 – 687 SM. Ia berumur 25 tahun saat menjadi raja dan 29 tahun lamanya memerintah di Yerusalem. Begitu naik takhta, pemimpin muda ini langsung melakukan gerakan reformasi religius yang berdampak nasional, yaitu gerakan pengudusan kembali rumah Tuhan (2Taw29:3-10). Pada suatu ketika, Hizkia jatuh sakit dan hampir mati. Yang membuat hatinya terpukul adalah berita dari nabi Yesaya yang berbunyi: "Beginilah firman Tuhan, sampaikanlah pesan terakhir kepada keluargamu, sebab engkau akan mati, tidak akan sembuh lagi." (2Raj20:1-2). Dalam keterpukulannya, Hizkia tetap berpengharapan kepada Tuhan. Dia memalingkan mukanya ke arah dinding dan berdoa kepada Tuhan. Dalam doanya, dia menangis dan meminta untuk Tuhan mengingat dia dan apa yang dilakukannya selama ini adalah yang baik di mata Tuhan. Tuhan mendengarkan doanya dan Hizkia bukan hanya diingat Tuhan, tetapi Tuhan memberinya kesembuhan, bahkan bertambah umurnya 15 tahun lagi! Dia mendapat lebih dari apa yang dia doa dan pikirkan. Apa yang terjadi pada Hizkia juga bisa terjadi dalam kehidupan kita. Rasul Paulus berdoa agar kita, yang adalah murid Kristus bisa mengalami bagaimana panjang, tinggi dan dalamNya kasih Kristus itu. Untuk itu kita diminta tetap menjaga keteguhan iman dan selalu bergantung pada kasih Tuhan Yesus.