
Sign up to save your podcasts
Or


Selamat datang di acara Jurnal Maria Sukamto, apa kabar para JM lovers para Jmers? Semoga sehat sejahtera selalu jiwa dan raga. Setiap pekan, setiap menulis jurnal selalu ada kejutan, hal-hal baru, setidaknya bagi saya sendiri. Menyegarkan jiwa raga. Sedikit berita indah, sudah membuat hati saya berbunga-bunga.
Kabar dari Rudy Hartono setelah sekian lama absen dari Jurnal.... tampaknya Rudy menjadi pelajar kembali... inilah ceritanya:
Kuliah Pascasarjana di IAIS-Sambas
Tidak pernah terpikir untuk kuliah mengambil pascasarjana Ekonomi Syariah. Perjalanan hidup membawa batin saya ke sebuah komunitas religious. Saya merasa hidup sudah kepala lima. Tuhan sangat baik kepada saya, memberi saya kebebasan dalam berkarya, bertindak nyata dan terpenting memberi saya kebahagiaan. Walau Bahagia sesungguhnya itu adalah dapat berbuat baik kepada sesama.
IAIS ( Institut Agama Islam Sultan Muhammad Syafiuddin) menjadi pilihan, sebenarnya mengalir saja. Kuliah online pada hari Sabtu dan Minggu membuat saya semakin berani memutuskan untuk kuliah pascasarjana. Samahalnya saya menjadi pendengar radio adalah karena aktivitas saya di lokasi kerja yang saya sebut “hutan belantara” itu. Nah sekarang kesempatan berilmu muncul lagi. Kampus IAIS hanya mewajibkan satu kali saja kuliah offline selama satu semester. Syarat ini membuat saya semakin semangat. Saking semangatnya, saya ajak satu orang Yunior saya untuk ikut kuliah itu.
Lalu, apa saja motivasi saya kuliah di usia kepala lima ?
Motivasi pertama, mencari ilmu agama tentang ekonomi syariah. Penasaran saja apa saja yang ada didalamnya. Pertanyaan besar di hati saya adalah perbankan di Indonesia yang berlabel syariah. Apakah sudah benar-benar syariah ? Karena program bagi hasil yang digaungkan itu tidaklah mudah. Bagaimana bisa perbankan syariah itu membagi hasil kepada nasabahnya yang ribuan bahkan jutaan itu ? Nah, ilmu itulah yang ingin saya gali hingga ke dasar terdalam.
Motivasi kedua, beberapa bulan saya keliling ceramah mengikuti penceramah terkenal di kota Sambas. Satu bulan saya ikut dua hari, menghabiskan waktu liburan saya untuk dakwah. Karena dalam Islam setiap lelaki itu adalah pemimpin atau khalifah. Ia wajib menyampaikan ayat-ayat Alquran kepada sanak keluarga dan ditingkatkan dengan memberi ceramah satu ayat kepada orang lain. Sedangkan kemampuan saya dibidang ini nihil. Cara saya adalah mendekati penceramah untuk bisa menyampaikan ayat-ayat Tuhan. Dan penceramah itu adalah dosen IAIS itu.
Motivasi ketiga, saya ingin punya banyak sahabat atau orang yang memiliki pemikiran lebih dari saya. Ada Doktor. Ada professor. Sehingga pikiran saya terbuka dengan fenomena di lapangan. Dan memandang sesuatu dari kaca mata intelektual, bukan pada emosional semata. Selain itu juga saya bisa bersilaturahmi dengan para intelektual yang mana sejauh ini dari tujuh dosen doctor dan professor ini sangat rendah hati.
Motivasi keempat, konon pascasarjana itu lebih banyak berinteraksi mengungkapkan pendapat atas apa yang kita pelajari dan kita Yakini sebuah permasalahan di lapangan dan dituangkan dalam persentasi makalah ilmiah. Karena sesungguhnya pendapat kita pasti ada sisi benarnya yang selalu dikaji dalam bentuk pendapat ilmiah dan dapat dipertanggungjawabkan. Bukankah pendapat seorang terdakwa saja didengar dengan seksama oleh hakim. Hingga akhirnya ia dapat diputuskan secara adil.
Motivasi kelima, saya ingin pada masa pensiun nanti memiliki aktivitas yang mungkin seorang yang memiliki akademisi S-2 dapat mengajar di kampus hehe.. intinya adalah ingin berbagi dalam berbagai hal, baik itu ilmu bermanfaat maupun harta yang bermanfaat.
Wah, jadi tertulis juga untuk Jurnal Maria. Sang motivator yang membangkitkan semangat untuk selalu semangat hehe. Salam hangat untuk kak Maria dan penyiar RTISI.
讀書會 不再為難自己 Hidup bebas tanpa kekangan
Selamat datang di acara Jurnal Maria Sukamto, apa kabar para JM lovers para Jmers? Semoga sehat sejahtera selalu jiwa dan raga. Ada apa di jurnal pekan ini? berbagi cerita, kesan dan keseharian saya. Apakah anda sering bersyukur? Ternyata bisa kita latih sikap bersyukur. Mensyukuri semua yang terjadi pada diri kita dan apa yang akan terjadi atau yang sudah terjadi pada hari ini. kalau kita memulai hari baru dengan sikap seperti ini, maka kendala yang muncul pun juga mudah kita atasi.
Membaca buku bagi sebagian orang sangat susah, tidak ada waktu, tidak bisa berkonsentrasi, tidak hobi, atau malu dikira anak kecil, ini adalah jawaban dari seorang pendengar kepada saya beberapa tahun lalu. Ternyata berbagai macam alasan yang membuat seseorang tidak mau, atau tidak bisa membaca buku. Sebenarnya kebiasaan ini perlu pembinaan. Dari membiasakan, menjadi terbiasa dan akhirnya menjadi salah satu ritual keseharian. Begitulah yang terjadi pada diri saya, kalau sudah lama tidak baca buku. Maka sungguh sulit mengembalikan hobi ini. tapi berkat kegigihan semangat baca buku, maka kembali lagi rutinitas terencana ini. membaca buku ada fase fasenya, pada masa muda, sering terpatok pada judul, atau pada pengarang. Sehingga apapun yang diterbitkan, pasti dibeli dan dibaca. Seperti sebuah kesetiaan, dan pada fase berikutnya, mulai meninggalkan idola pada pengarang tertentu. Bahkan kadang bisa membuat kajian tersendiri pada pengarang idola tsb. sebab pengarang juga manusia, sehingga ia juga mengalami perubahan seiring dengan pertambahan usia pada pengarang.
Saya sendiri memilih pengarang pengarang baru, yang mempunyai latar belakang meriah. Sebab semakin meriah pengalaman hidupnya. Ia akan menuliskan karya yang menantang. Setidaknya bagi saya.
Hari ini Saya akan bercerita tentang tulisan dari pengarang wanita :
Ada sepasang suami istri yang di mata teman-teman adalah sejoli yang pantas dan bahagia, mereka mempunyai seorang putera. Setiap kali ada acara makan-makan bersama dengan para sahabat mereka berdua, atau istri diajak menghadiri acara kumpul-kumpul dengan mantan teman SMA, acara reuni, sang suami selalu memperkenalkan istrinya kepada teman-teman. Tetapi dalam obrolan, sang suami sering sekali mengatai sang istri sangat bodoh. Menyebutnya sebagai orang yang tidak berpengetahuan. Walaupun seperti obrolan santai, selingan seperti merendah dihadapan teman-teman, tetapi tetap itu adalah membully istri tanpa sadar. Bayangkan kalau itu terjadi pada diri kita. Apa perasaan Anda? Kalau selalu dikatai bodoh, dihadapan orang banyak dan menjadi tertawaan. Reaksi sang istri biasa saja, ia hanya tersenyum tidak berkata apa-apa...... dua puluh tahun kemudian, apa yang terjadi?
讀書會: 改變自己 Kita lah yang berubah
Selamat datang di acara Jurnal Maria Sukamto, apa kabar para JM lovers para Jmers? Semoga sehat sejahtera selalu jiwa dan raga.
Bagaimana kalau dokter kita berkata kamu boleh mati tidak apa-apa. Kalau kamu memang ingin mati ya silakan saja deh.
Apa reaksi anda kalau mendengarkan kalimat ini keluar dari mulut dokter kita? Terkejut? Marah? Itulah judul buku yang saya baca minggu ini.
Karena menurut dokter psikolog Jepang yang menulis buku berjudul Kalau kamu memang ingin mati ya silakan saja deh. yang berisi pengalaman praktiknya dalam menangani pasien, seseorang yang ingin mati sebenarnya ia sedang berjuang untuk hidup terus. orang merasa ingin mati, disebabkan ia mengira kehidupan itu tak terbatas.
Pekerjaan orang yang masih hidup adalah hidup terus.
kadang kadang sebaiknya melupakan kata larangan jangan mati.
Positive thinking bisa saja berubah bahkan terkadang malah negative thinking adalah suatu pola pikir yang normal. Dan juga diingatkan bahwa segala keburukan itu adalah imajinasi kita sendiri, maka faktanya kehidupan riil itu bisa berubah.dan di atas dunia ini tidak ada pengartian nilai besar atau kecil, maupun tinggi atau rendah. Dan jangan lupa, orang orang yang kita anggap teman di media sosial, walau anda baik-baiki sebagaimana pun, yang membenci Anda, akan tetap membenci.
Lalu belajar mencintai diri kita yang kecil, justru adalah tindakan seorang pemberani. Dan perlu diketahui bahwa berbeda sekali antara meyakinkan diri, memupuk keyakinan diri yang kuat dengan menyukai diri sendiri. Dan jangan menyalahkan diri sendiri kalau merasa depresi, itu adalah masalah perubahan musim. Jiwa yang lemah tidak ada kaitannya dengan depresi.
Siapapun berhak untuk tidak menyukai kita. Sifat pria adalah ingin mengetahui kesimpulan, sedangkan wanita ingin dimengerti orang lain.
讀書會舊日廚房
Baca Buku : Kenangan Dapur di masa silam 舊日廚房
Selamat datang di acara Jurnal Maria Sukamto, apa kabar para JM lovers para Jmers? Semoga sehat sejahtera selalu jiwa dan raga.
Hari ini kita berurusan dengan topik pria memasak. Para pendengar setia tentu tahu bahwa Pak Nano SA di grup pojok kuliner FB saya sering mengimbau para bapak untuk memasak, tetapi sejauh ini yang sempat nimbrung hanya satu orang saja. Para bapak tampaknya sibuk mencari uang untuk menafkahi keluarganya jadi belum sempat memasak.
Hari ini dalam jurnal saya hadir seorang bapak bapak yang bernama詹宏志Can Hung ce ketika di usia 40 tahun tidak terpikir untuk masuk dapur memasak. Ia sendiri seorang penulis, bos perusahaan dan hobby menjelajahi dunia sambil menikmati kuliner manca negara dengan sang istri yang jago masak.
Dari sekian banyak buku yang sudah diterbitkan tidak ada satupun berupa buku pedoman memasak, hingga akhirnya pada tahun 2022 ini ia menerbitkan sebuah buku tentang kuliner, dengan judul Kenangan Dapur di masa silam 舊日廚房.
讀書會 : 薛平貴爪哇皮影戲Wayang Jawa Tionghoa
By Waluyo Ibn Dischman
Selamat datang di acara Jurnal Maria Sukamto, apa kabar para JM lovers para Jmers? Semoga sehat sejahtera selalu jiwa dan raga.
Hari ini filsuf kita saudara Waluyo Ibn Dischmand akan berbagi cerita atas kesannya setelah membaca buku. Tema tulisannya adalah Wayang Jawa Tionghoa. Menarik sekali dan semoga menambah rasa interest anda terhadap wayang warisan budaya kita yang sungguh bermakna. Sebelum memulai, saya mengajak anda untuk berbagi kesan tentang wayang dalam pengetahuan anda. Sekarang mari kita dengarkan apa kata Waluyo tentang Wayang Jawa Tionghoa.
Bagiku Indonesia adalah hasil perkawinan budaya, semua peradaban besar bercampur menjadi satu. Entah mana dari sel sperma dan mana dari sel ovarium, semuanya menjadi satu membentuk Indonesia. Secara sederhana tanpa banyak analisis, Indonesia merupakan campur aduk budaya terutama dari pusat kebudayaan besar. Austronesia sebagai base culture, kemudian datanglah kebudayaan India dan Tiongkok dalam bentuk agama dan kebudayaan. Selanjutnya menyusul Persia dan Arab yang membawa aroma keislaman dan terakhir datang dari bangsa barat baik dari Belanda, Inggris, Spanyol dan Portugis.
.........
Hari ini saya berbagi cerita tentang seseorang yang berhasil sukses dengan berjualan payung.... bagaimana ceritanya yuk simak siarannya.
這間書店只換不賣書
Selamat datang di acara Jurnal Maria Sukamto, apa kabar para JM lovers para Jmers?
Semoga sehat sejahtera selalu jiwa dan raga. Hari ini saya mengajak anda berkunjung ke sebuah toko buku. Apa keunikannya? Kok saya diajak ke sana jauh-jauh dari Indonesia ke toko buku aneh, begitu celetuk salah satu Jm Lovers. Yah, kalau tidak unik tidak akan muncul di jurnal donk. Ke sana tidak perlu bawa uang, boleh bawa buku. Karena toko buku ini tidak menjual buku-bukunya, dan hanya bisa bertukar buku dengannya.
Selamat datang di acara Jurnal Maria Sukamto, apa kabar para JM lovers para Jmers?
Semoga sehat sejahtera selalu jiwa dan raga. Hari ini hari dengan penuh suka cita saya mengajak anda mendengarkan cerita kehidupan seseorang yang penuh petualang.
Katanya kita hidup jangan takut menghadapi tantangan yang penuh risiko, tetapi bagaimana memulainya. Yaitu dengan berani berpetualang. Beradventures. Kalau ingin mengubah nasib, maka tentu harus berani melakukan perubahan yaitu berpetualang, mencoba hal-hal baru.
Namanya 吳天樂
Hari ini saya mengajak anda berfantasi ria ke dunia silat yang sangat unik sekali ceritanya.... simak acaranya yuk....
From the publisher's feed
Dari mata Maria melihat:
Serba Serbi Kehidupan, Baca Buku, Seni Budaya, Q&A